Dua Pendaki Gunung Piramid Bondowoso Berhasil Dievakuasi, Operasi SAR Ditutup
Kabupaten Bondowoso kembali menjadi sorotan publik setelah Dua Pendaki Gunung Piramid Bondowoso berhasil dievakuasi dengan selamat. Pencarian dan pertolongan
Operasi SAR Selesai: Dua Pendaki Gunung Piramid Bondowoso Berhasil Dievakuasi
Beritanara.com – Kabupaten Bondowoso kembali menjadi sorotan publik setelah Dua Pendaki Gunung Piramid Bondowoso berhasil dievakuasi dengan selamat. Pencarian dan pertolongan yang berlangsung intensif akhirnya mencapai titik terang pada hari Rabu, 5 Agustus 2026. Tim SAR Gabungan yang terdiri dari berbagai instansi berhasil menemukan kedua korban dan membawa mereka ke posko evakuasi dengan aman.
Insiden ini bermula ketika kedua pendaki tersebut tersesat di jalur pendakian Gunung Piramid yang terletak di Kecamatan Curahdami. Medan yang cukup terjal dan kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi faktor utama kesulitan dalam proses pencarian. Namun, berkat kerja keras seluruh personel SAR, operasi berhasil diselesaikan pada pukul 19.41 WIB ketika kedua korban tiba di Posko SAR Gabungan.
Identitas Korban dan Kondisi Saat Ditemukan
Korban pertama yang ditemukan adalah Maliya Finda, seorang perempuan berusia 51 tahun yang merupakan warga Surabaya. Ia ditemukan dalam kondisi yang memerlukan penanganan medis segera. Korban kedua adalah Irfan Nasrul Laili, seorang pemandu pendakian berusia 35 tahun yang juga merupakan warga lokal Kabupaten Bondowoso. Keduanya kemudian dipindahkan menggunakan ambulans ke RS Bhayangkara Bondowoso untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Proses evakuasi tidak berjalan mulus mengingat medan yang cukup berat. Tim SAR harus menggunakan berbagai peralatan khusus termasuk rescue car type II, peralatan jungle rescue, serta peralatan mountaineering untuk memastikan keselamatan kedua korban selama proses pemindahan. Drone thermal juga digunakan untuk membantu identifikasi lokasi korban dari udara.
Debriefing dan Penutupan Resmi Operasi
Setelah seluruh korban berhasil dievakuasi, Tim SAR Gabungan mengadakan sesi debriefing pada pukul 20.00 WIB. Dalam pertemuan tersebut, keputusan untuk menutup operasi SAR diambil setelah memastikan tidak ada lagi korban yang tertinggal. Seluruh unsur yang terlibat kemudian dikembalikan ke satuan masing-masing setelah menyelesaikan tugasnya.
Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Semoga almarhumah dan almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. Kami juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh unsur SAR Gabungan yang telah bersinergi, bekerja secara profesional, dan mengutamakan keselamatan selama operasi berlangsung sehingga proses evakuasi dapat diselesaikan dengan baik.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh personel yang terlibat. Ia menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam menangani kasus-kasus seperti ini agar hasil yang optimal dapat dicapai.
Unsur dan Peralatan yang Berperan dalam Operasi
Operasi SAR kali ini melibatkan partisipasi aktif dari berbagai pihak. Tim Rescue Pos SAR Jember menjadi salah satu unit utama yang berkontribusi dalam pencarian. Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi juga memberikan dukungan signifikan. Selain itu, BPBD Kabupaten Bondowoso dan BPBD Kabupaten Situbondo turut serta dalam koordinasi lapangan.
Keamanan dan ketertiban selama operasi dijaga oleh TNI dan Polri. PMI menyediakan layanan medis darurat, sementara organisasi relawan SAR dan komunitas pecinta alam membantu dalam pencarian di area-area sulit. Masyarakat sekitar juga berperan aktif dengan memberikan informasi dan dukungan logistik. Peralatan komunikasi dan medis menjadi kunci keberhasilan operasi ini.
Pesan untuk Para Pendaki
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi para pendaki untuk selalu mempersiapkan diri dengan baik sebelum melakukan pendakian. Disarankan untuk membawa peralatan lengkap, memastikan kondisi fisik prima, dan tidak melakukan pendakian sendirian. Informasi terkini mengenai kondisi jalur pendakian juga perlu diperhatikan secara berkala.
Gunung Piramid yang terletak di Bondowoso terus menjadi destinasi populer bagi para pecinta alam. Dengan adanya operasi SAR yang responsif dan profesional, para pendaki dapat merasa lebih aman saat menikmati keindahan alam di kawasan ini.
Frequently Asked Questions
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk evakuasi?
Proses evakuasi memakan waktu cukup lama karena medan yang terjal. Dari awal pencarian hingga kedua korban tiba di posko SAR, dibutuhkan waktu beberapa jam dengan kondisi cuaca yang mendukung.
Apa saja peralatan yang digunakan dalam operasi ini?
Peralatan yang digunakan meliputi rescue car type II, peralatan jungle rescue, peralatan mountaineering, peralatan medis, alat komunikasi, dan drone thermal untuk identifikasi lokasi dari udara.
Apakah jalur pendakian Gunung Piramid masih dibuka?
Jalur pendakian umumnya tetap dibuka setelah operasi SAR selesai. Namun, para pendaki disarankan untuk selalu memeriksa informasi terkini dari pihak berwenang sebelum melakukan pendakian.
Bagaimana cara menghubungi tim SAR di Bondowoso?
Anda dapat menghubungi Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi atau BPBD Kabupaten Bondowoso untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai layanan SAR di kawasan tersebut.
