Sukses Gelar Piala Dunia di Amerika Serikat, Presiden FIFA Gianni Infantino Didorong Jadi Sekjen PBB oleh Donald Trump
Donald Trump kembali menunjukkan dukungannya terhadap Gianni Infantino setelah Sukses Gelar Piala Dunia di Amerika . Presiden Amerika Serikat tersebut secara
Trump Dorong Infantino Jadi Sekjen PBB Usai Sukses Gelar Piala Dunia di Amerika
Beritanara.com – Donald Trump kembali menunjukkan dukungannya terhadap Gianni Infantino setelah Sukses Gelar Piala Dunia di Amerika. Presiden Amerika Serikat tersebut secara resmi mengusulkan nama Infantino sebagai calon Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa. Langkah strategis ini diambil tepat setelah keberhasilan FIFA dalam menyelenggarakan turnamen sepak bola terbesar di dunia yang menjadi tuan rumah bersama Kanada dan Meksiko.
Turnamen Bersejarah di Benua Amerika
Piala Dunia 2026 mencatatkan sejarah sebagai edisi pertama yang diselenggarakan di tiga negara sekaligus. Turnamen yang berlangsung selama lima minggu tersebut menghadirkan total 104 laga seru dari berbagai penjuru dunia. Final berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, pada Senin dini hari WIB tanggal 20 Juli 2026. Spanyol berhasil mengalahkan Argentina dengan skor tipis 1-0 untuk meraih gelar juara dunia.
“Infantino memiliki kapasitas luar biasa untuk memimpin organisasi dunia. Dia dihormati oleh semua orang di seluruh dunia,” ungkap sumber dari Gedung Putih.
Profil dan Pengalaman Infantino
Gianni Infantino yang saat ini berusia 56 tahun merupakan seorang pengacara asal Swiss yang telah membuktikan kemampuannya di kancah internasional. Ia telah memimpin FIFA sejak tahun 2016 dan menunjukkan dedikasi tinggi dalam mengembangkan sepak bola global. Selain itu, Infantino juga telah menyatakan niatnya untuk mencalonkan diri kembali untuk masa jabatan ketiga sebagai Presiden FIFA.
Laporan dari The New York Post yang dilansir Independent menyebutkan bahwa Donald Trump menilai Infantino memiliki kemampuan istimewa untuk menyatukan banyak pihak. Hal ini mengingat masa jabatan Antonio Guterres dari Portugal sebagai Sekjen PBB saat ini akan berakhir pada Desember mendatang. Kemampuan Infantino dalam diplomasi internasional menjadi nilai tambah yang signifikan.
Proses Seleksi di PBB
Hingga saat ini, Gianni Infantino belum memberikan tanggapan resmi terkait usulan Donald Trump. Untuk menjadi Sekretaris Jenderal PBB, ia harus memperoleh dukungan Dewan Keamanan PBB terlebih dahulu sebelum akhirnya mendapat persetujuan Majelis Umum. Proses ini membutuhkan waktu dan strategi diplomasi yang matang.
Meskipun demikian, peluang Infantino menuju kursi Sekjen PBB diperkirakan tidak mudah. Ia akan bersaing dengan sejumlah nama lain, di antaranya mantan Presiden Chile Michelle Bachelet serta Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi asal Argentina. Kompetisi ini akan menentukan siapa yang layak memimpin organisasi dunia terbesar tersebut.
Aspek Finansial dan Karier
Jika benar meninggalkan FIFA, Gianni Infantino juga harus rela menerima pemotongan pendapatan yang sangat besar. Saat ini ia dilaporkan menerima gaji sekitar 6 juta dolar AS per tahun sebagai Presiden FIFA, sedangkan gaji Sekretaris Jenderal PBB hanya sekitar 418 ribu dolar AS per tahun. Perbedaan signifikan ini menunjukkan pengorbanan yang harus dilakukan.
Hubungan Donald Trump dan Gianni Infantino memang semakin erat selama proses penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Bahkan, usai final Spanyol kontra Argentina, Donald Trump turut mendampingi Infantino menyerahkan medali emas dan trofi kepada para pemain Spanyol. Presiden AS itu juga sempat naik ke podium juara bersama skuad La Roja, menandai keberhasilan Sukses Gelar Piala Dunia di Amerika yang menjadi dasar usulan tersebut.
