Key Strategy: Upaya Jaga Ekosistem Laut, Program Tranpalnasi Terumbu Karang Berlangsung di Perairan Banten
kosistem Laut di Perairan Banten Key Strategy - Strategi utama dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut kini diwujudkan melalui program Tranpalnasi terumbu
Key Strategy: Upaya Jaga Ekosistem Laut di Perairan Banten
Key Strategy – Strategi utama dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut kini diwujudkan melalui program Tranpalnasi terumbu karang yang berlangsung di perairan Banten. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk perusahaan pelabuhan dan lembaga sosial kemanusiaan, dalam upaya merehabilitasi terumbu karang yang terus mengalami kerusakan. Program ini tidak hanya fokus pada perbaikan lingkungan, tetapi juga bertujuan mengembangkan ekowisata bahari dan mendukung kehidupan nelayan lokal.
Program Tranpalnasi Sebagai Inisiatif Berkelanjutan
Menurut General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Banten, Benny Ariadi, program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga ekosistem laut. “Transplantasi terumbu karang menjadi salah satu strategi utama kami untuk memperkuat daya dukung lingkungan perairan strategis,” katanya. Benny menegaskan bahwa kerusakan terumbu karang berdampak besar pada hasil tangkapan nelayan, karena habitat ikan yang rusak menyebabkan penurunan populasi ikan di laut.
“Dengan adanya upaya ini, kita berharap Pulau Merak Besar bisa kembali menjadi tempat berkembang biak yang sehat bagi makhluk laut. Selain itu, inisiatif ini juga mendukung perekonomian nelayan dan pengembangan ekowisata yang berkelanjutan,” ujar Benny, Jumat (17/7/2026).
Program Tranpalnasi dilakukan dengan metode transplantasi menggunakan rak berbentuk jaring laba-laba atau web spider. Total paket transplantasi yang berhasil dijalankan mencapai 225 unit, di mana sekitar 10 persen dari jumlah tersebut dialokasikan untuk penyulaman. Proses ini melibatkan kegiatan penyisipan terumbu karang yang matang ke dasar laut, diikuti dengan pemantauan rutin untuk memastikan pertumbuhan yang optimal.
Kolaborasi Masyarakat dan Institusi untuk Keberhasilan Strategi
Transplantasi terumbu karang tidak hanya menjadi tugas perusahaan, tetapi juga melibatkan masyarakat lokal secara aktif. Benny Ariadi menjelaskan bahwa sinergi antara perusahaan dan masyarakat menjadi kunci dalam mencapai hasil yang maksimal. “Kemitraan antara pihak swasta, pemerintah, serta masyarakat adalah strategi utama untuk menjaga keberlanjutan lingkungan,” tegasnya.
Kelompok nelayan dan pemuda setempat turut andil dalam pelatihan teknis, sosialisasi, serta pembuatan rak ke bawah laut. Proses ini tidak hanya memperkuat pengetahuan masyarakat tentang ekosistem laut, tetapi juga meningkatkan keterlibatan mereka dalam upaya pelestarian. Benny menambahkan bahwa langkah ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada pilar ke-14 (Ekosistem Laut), pilar ke-4 (Pendidikan Bermutu), dan pilar ke-17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Dalam menjalankan program ini, PT Pelindo Regional 2 Banten berkolaborasi dengan LAZ Harapan Dhuafa (LAZ Harfa) untuk memperkuat konservasi terumbu karang. Benny Ariadi menyatakan bahwa keberlanjutan perairan Selat Sunda sangat penting bagi kehidupan nelayan, karena terumbu karang berperan sebagai penghasil oksigen dan sumber pangan laut. “Strategi utama kami adalah menciptakan lingkungan yang sehat dan produktif bagi masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan Tranpalnasi juga memperhatikan aspek ekonomi lokal. Melalui pemberdayaan masyarakat, program ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan nelayan dengan memastikan ekosistem laut tetap terjaga. Benny menekankan bahwa selain perlindungan lingkungan, peningkatan ekonomi nelayan adalah bagian dari strategi utama dalam menjaga keberlanjutan perairan Banten. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin untuk memperkuat keberhasilan jangka panjang.
Program Tranpalnasi terumbu karang di Banten menunjukkan bagaimana strategi utama untuk menjaga ekosistem laut bisa diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor. Dengan kombinasi antara teknologi transplantasi, edukasi masyarakat, dan dukungan lembaga, upaya ini menjadi contoh nyata komitmen dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Benny Ariadi berharap program ini bisa menjadi model bagi daerah lain, sekaligus memperkuat peran strategi utama dalam menjaga keanekaragaman hayati laut.
