Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026
Nasional

Historic Moment: Disorot Lagi karena Kasus DJKA, Ini Deretan Kontroversi Gus Miftah yang Pernah Gegerkan Publik

Susan Moore - beritanara.com 3 mins baca

Kasus DJKA Gus Miftah: Sejarah Kontroversi yang Menggegerkan Publik Historic Moment - Sebagai sebuah historic moment dalam kariernya, nama Gus Miftah kembali

Historic Moment: Disorot Lagi karena Kasus DJKA, Ini Deretan Kontroversi Gus Miftah yang Pernah Gegerkan Publik

Kasus DJKA Gus Miftah: Sejarah Kontroversi yang Menggegerkan Publik

Historic Moment – Sebagai sebuah historic moment dalam kariernya, nama Gus Miftah kembali mencuri perhatian publik setelah disebut dalam persidangan kasus dugaan korupsi proyek jalur ganda kereta api (double track) Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan. KPK memastikan investigasi terus berjalan untuk mengungkap detail lebih lanjut mengenai dana Rp100 juta yang disebutkan dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (13/7/2026).

Kasus ini menambah daftar kontroversi yang pernah mengguncang nama tokoh agama tersebut. Dalam sidang, saksi Dheky Martin mengungkap adanya aliran dana ke pihak-pihak tertentu, termasuk Gus Miftah. Langkah ini menimbulkan spekulasi bahwa peran aktifnya dalam proyek tersebut mungkin berdampak pada proses pemeriksaan. KPK juga menyatakan akan mengejar investigasi lebih dalam terkait dugaan keterlibatan Gus Miftah dalam korupsi.

Kontroversi di 2024: Video Mengolok Pedagang Es Teh

Sebelumnya, Gus Miftah sempat menjadi trending topic setelah video dirinya mengolok seorang pedagang es teh viral di media sosial pada akhir 2024. Video tersebut memperlihatkan tokoh agama yang tampak mengkritik sosial ekonomi secara santai, yang dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap usaha kecil. Aksi ini memicu reaksi dari berbagai kalangan, baik dari kalangan Muslim maupun non-Muslim.

Respon publik terhadap peristiwa ini sangat cepat. Banyak netizen menyoroti cara Gus Miftah menyampaikan kritiknya, sementara beberapa pihak mempertanyakan apakah tindakan tersebut sesuai dengan konsep dakwah. Dalam waktu singkat, ia memutuskan mengundurkan diri dari jabatan Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan, yang menunjukkan kesadaran akan dampak negatif dari sikapnya.

Kontroversi di Bali 2018: Dakwah di Kelab Malam

Sebagai sebuah historic moment dalam karier Gus Miftah, tahun 2018 mengejutkan publik ketika ia memilih berdakwah di sebuah kelab malam di Bali. Aksi ini dianggap sebagai langkah inovatif untuk menyampaikan pesan keagamaan ke berbagai lapisan masyarakat, tetapi juga memicu kontroversi. Sebagian orang memuji usaha menggandeng audiens muda, sementara yang lain meragukan kecocokan lokasi tersebut untuk dakwah.

Di sisi lain, kehadiran Gus Miftah di tempat hiburan ini disambut antusias oleh pengunjung, yang melihatnya sebagai upaya menghadirkan Islam secara lebih dekat. Namun, sejumlah kritikus menilai bahwa kegiatan tersebut kurang serius dan bisa dianggap sebagai penyesuaian citra untuk mendapatkan dukungan lebih luas.

Ceramah di Gereja Bethel Indonesia Tahun 2021

Kontroversi lain terjadi pada tahun 2021 saat Gus Miftah menghadiri acara di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Amanat Agung, Jakarta Utara. Dalam ceramahnya, ia mencoba menjembatani antara komunitas Muslim dan Kristen, yang dianggap sebagai langkah positif dalam memperkuat kerukunan beragama.

Peristiwa ini dianggap sebagai bagian dari upaya menggalang persepsi masyarakat terhadap isu-isu keagamaan yang menggelegar.

Usai acara tersebut, Gus Miftah juga diberikan penghargaan oleh GBI, yang menunjukkan apresiasi terhadap upayanya dalam mendekatkan umat beragama. Namun, kehadiran di gereja menimbulkan polemik karena ada yang beranggapan bahwa itu adalah bentuk mengakui atau mendukung agama lain secara eksplisit.

Kasus DJKA: Dugaan Korupsi dan Dampaknya

Dalam kasus DJKA, dana Rp100 juta yang dianggap dialokasikan ke Gus Miftah menjadi sorotan utama. Saksi Dheky Martin menyatakan bahwa aliran dana tersebut diberikan sebagai bentuk bantuan untuk aktivitas dakwah, tetapi KPK mempertanyakan transparansi penggunaannya. Historic moment ini menunjukkan bagaimana seorang tokoh agama bisa terlibat dalam skandal korupsi, yang sempat menyebabkan masyarakat mempertanyakan integritasnya.

Kasus ini juga mengundang pertanyaan tentang peran politik Gus Miftah dalam proyek tersebut. Apakah dana tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi, atau hanya sebagai bentuk dukungan terhadap penyelesaian proyek? KPK berharap investigasi dapat mengungkap fakta sejati dan memberi jawaban kepada publik yang penasaran.

Kontroversi Lain: Memimpin Badan Pemantauan Korupsi

Sebelum kasus DJKA, Gus Miftah pernah terlibat dalam kontroversi saat memimpin Badan Pemantauan Korupsi (BPK) pada tahun 2022. Kritik muncul karena ada dugaan ketidaktransparansi dalam pengawasan korupsi. Historic moment ini menunjukkan bahwa ia bisa menjadi bagian dari masalah yang ia terangkan.

Pada periode itu, beberapa aktivitas BPK dianggap kurang efektif, sementara pihak lain mempertahankan pendapat bahwa Gus Miftah berhasil memberikan kontribusi signifikan. Meski begitu, kasus ini menjadi pengingat bahwa peran seorang tokoh agama dalam dunia politik bisa berujung pada kontroversi yang memicu perdebatan luas.

Ikut berdiskusi