Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026
Nasional

Official Announcement: Polri Libatkan FBI dan Kedutaan AS untuk Periksa Uang Dolar Sitaan dari Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Michael Johnson - beritanara.com 4 mins baca

Official Announcement: Polri Libatkan FBI dan Kedutaan AS Periksa Uang Dolar Sitaan Febrie Adriansyah Official Announcement - Dalam official announcement

Official Announcement: Polri Libatkan FBI dan Kedutaan AS untuk Periksa Uang Dolar Sitaan dari Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Official Announcement: Polri Libatkan FBI dan Kedutaan AS Periksa Uang Dolar Sitaan Febrie Adriansyah

Official Announcement – Dalam official announcement terbaru, Kepolisian Indonesia (Polri) mengungkapkan bahwa mereka bekerja sama dengan Federal Bureau of Investigation (FBI) dan Kedutaan Amerika Serikat (AS) untuk melakukan pemeriksaan terhadap uang dolar yang disita dari kasus eks Jampidsus Febrie Adriansyah. Penyelidikan ini menjadi bagian dari upaya menyelidiki dugaan korupsi yang melibatkan mantan pejabat tersebut, serta mencari tahu keterlibatan asing dalam praktik keuangan yang diduga tidak sah.

Langkah Kemitraan dan Proses Pemeriksaan

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, pemeriksaan uang dolar akan dilakukan dengan memanfaatkan keahlian FBI dan Kedutaan AS dalam memvalidasi mata uang asing. “Ini merupakan langkah penting untuk memastikan keaslian dan jumlah uang yang disita,” ujarnya, Senin (13/7/2026). Kemitraan ini juga melibatkan Bank Indonesia sebagai pihak yang mengawasi aset keuangan nasional. Selain FBI dan Kedutaan AS, Kedutaan Singapura turut terlibat dalam verifikasi uang tunai yang ditemukan di lokasi penggeledahan.

Pemeriksaan dimulai setelah polisi melakukan penggeledahan di beberapa lokasi strategis, termasuk kafe The Clan Signature di Cipete, Jakarta Selatan, dan rumah milik Febrie Adriansyah di Sentul, Bogor. Proses ini mencakup analisis laboratorium untuk menentukan kadar emas dan nilai tukar uang dolar yang terlibat. “Hasil uji coba akan diumumkan dalam beberapa hari mendatang,” tambah Budi Hermanto, menegaskan bahwa data ini menjadi dasar untuk langkah hukum lebih lanjut.

Barang Bukti yang Ditemukan dan Total Aset Sitaan

Dalam penggeledahan, penyidik menemukan barang bukti berupa emas batangan dan uang tunai dalam jumlah besar. Sebanyak 74 kilogram emas, setara dengan 74 keping, disita dari rumah Febrie Adriansyah. Sementara itu, uang dolar Singapura dan Amerika Serikat tercatat mencapai total Rp60 miliar dari kafe The Clan Signature. Dalam penggeledahan malam hari di Sentul, tambahan barang bukti berupa uang tunai sejumlah 1.767.300 dolar Amerika dan 14.838.800 dolar Singapura, serta Rp100 juta, ditemukan.

Ketika dijumlahkan, total aset yang disita mencapai sekitar Rp476 miliar. Angka ini menjadi perhatian publik, terutama karena kasus tersebut terkait dengan korupsi di lingkaran kekuasaan. Budi Hermanto menjelaskan bahwa pemeriksaan uang dolar akan memastikan apakah nilai tersebut terkait langsung dengan tindakan pidana atau hanya sebagai aset keuangan. “Official announcement ini adalah bagian dari transparansi penyelidikan yang terus dilakukan Polri,” katanya, menegaskan pentingnya kolaborasi internasional dalam kasus besar.

Proses Verifikasi dan Masa Depan Investigasi

Verifikasi uang dolar dilakukan dalam beberapa tahap, mulai dari pemeriksaan fisik di lokasi penyitaan hingga analisis keuangan di laboratorium. FBI berperan dalam menguji keaslian uang, sementara Bank Indonesia menilai dampak terhadap sistem keuangan domestik. Selain itu, Polri juga bekerja sama dengan Pegadaian untuk memastikan kadar emas yang disita sesuai dengan standar. “Ini adalah official announcement pertama dalam rangkaian investigasi yang terus berjalan,” terang Budi Hermanto, mengingatkan bahwa proses ini bisa memakan waktu beberapa minggu.

Kerja sama dengan Kedutaan AS dan Singapura menunjukkan komitmen Polri untuk memastikan akurasi data dalam penyelidikan. “Menggandeng lembaga internasional membantu memperkuat kredibilitas hasil pemeriksaan,” jelasnya. Selain itu, langkah ini juga memudahkan proses pengembalian aset keuangan ke pihak yang berhak, jika memang terbukti berasal dari dana ilegal. Dalam beberapa hari mendatang, Polri akan merilis laporan lengkap terkait uang dolar yang disita, termasuk bukti-bukti yang ditemukan.

Konteks Kasus Febrie Adriansyah

Kasus Febrie Adriansyah, mantan pejabat Jampidsus, mencuri perhatian karena terkait dengan dugaan korupsi skala besar. Sebagai salah satu dari tiga eks pejabat yang diusut, Febrie dikenai tuntutan hukum terkait pengelolaan dana yang diduga tidak transparan. Uang dolar yang disita menjadi bukti penting dalam menyelidiki keterlibatan asing dalam kasus ini. “Official announcement ini menjelaskan langkah Polri untuk mengungkap kebenaran setiap aset yang terlibat,” tegas Budi Hermanto, menjelaskan bahwa uang dolar merupakan bagian dari laporan keuangan yang disita.

Kerja sama dengan FBI dan Kedutaan AS juga memperlihatkan bahwa penyelidikan ini memiliki dimensi internasional. Dengan bantuan para ahli, Polri berharap dapat memastikan bahwa uang dolar yang disita tidak hanya ditemukan di Indonesia, tetapi juga bisa terkait dengan transaksi luar negeri. “Ini adalah official announcement yang menunjukkan komitmen Polri untuk memastikan keadilan,” kata Budi, menegaskan bahwa penggeledahan dan pemeriksaan ini akan menjadi dasar untuk tuntutan lebih lanjut.

Implikasi dan Kesan Publik

Penyitaan uang dolar mencapai miliaran rupiah ini memicu respons positif dari masyarakat, yang mengapresiasi transparansi penyelidikan. “Ini bukti bahwa Polri benar-benar berupaya keras dalam memperbaiki sistem pemerintahan,” kata salah satu warga Jakarta, yang mengikuti perkembangan kasus. Budi Hermanto menjelaskan bahwa pemeriksaan ini juga akan mengungkap apakah ada keterlibatan pihak asing dalam skandal korupsi tersebut. “Official announcement ini menjadi langkah awal dalam investigasi yang terus berjalan,” katanya, menyoroti pentingnya kerja sama antarlembaga dalam kasus yang kompleks.

Ikut berdiskusi