Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026
Nasional

Latest Program: Pangan Nasional: Harga Cabai Rontok, Daging dan Bawang Putih Justru Merangkak Naik

Robert Hernandez - beritanara.com 3 mins baca

test Program: Update Harga Pangan Nasional, Cabai Turun, Daging dan Bawang Putih Naik Latest Program kembali mengulas perubahan harga pangan yang terjadi di

Latest Program: Pangan Nasional: Harga Cabai Rontok, Daging dan Bawang Putih Justru Merangkak Naik

Latest Program: Update Harga Pangan Nasional, Cabai Turun, Daging dan Bawang Putih Naik

Latest Program kembali mengulas perubahan harga pangan yang terjadi di pasar Indonesia hari ini, Sabtu (11/7/2026). Berbagai komoditas pokok mengalami fluktuasi yang beragam, dengan cabai dan bawang merah mengalami penurunan signifikan, sementara bawang putih, daging ayam, daging sapi, dan cabai rawit hijau justru mengalami kenaikan harga. Perubahan ini mencerminkan dinamika pasokan dan permintaan di tengah kondisi ekonomi yang terus berubah.

Pelemahan Harga Cabai dan Bawang Merah

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia, harga cabai dan bawang merah turun hingga 4,5 persen hingga 4,24 persen. Bawang merah ukuran sedang mencatat harga Rp45.650 per kilogram, turun Rp2.150 dari harga sebelumnya. Sementara cabai merah keriting mengalami penurunan 4,24 persen ke Rp48.600 per kilogram, dan cabai merah besar turun 3,93 persen menjadi Rp48.850 per kilogram. Pelemahan ini disebutkan terjadi karena pasokan yang lebih stabil, serta tekanan dari persaingan harga internasional.

Banyak pelaku pasar mengatakan bahwa produksi cabai lokal yang tinggi membantu meredam kenaikan harga. Selain itu, bantuan distribusi dari pemerintah dan berkurangnya permintaan di musim panas juga berkontribusi pada penurunan harga. Namun, kondisi ini berbeda untuk bawang putih dan daging, yang menunjukkan tren kenaikan.

Kenaikan Harga Bawang Putih dan Daging

Bawang putih ukuran sedang mengalami kenaikan 1,14 persen, dengan harga mencapai Rp44.550 per kilogram. Sementara daging ayam ras segar naik 1,37 persen ke Rp37.000 per kilogram, dan daging sapi kualitas 1 serta 2 masing-masing meningkat 0,23 persen dan 0,35 persen menjadi Rp150.550 serta Rp141.950 per kilogram. Kenaikan ini terjadi karena tekanan permintaan yang tinggi dan kenaikan biaya produksi.

Analisis Latest Program menunjukkan bahwa harga bawang putih dan daging memengaruhi tingkat inflasi nasional. Fluktuasi ini memperlihatkan dampak dari harga bahan baku internasional, biaya transportasi, serta kebijakan subsidi yang tidak merata. Daging sapi, yang biasanya dipengaruhi oleh ekspor ke luar negeri, menjadi salah satu komoditas yang paling rentan terhadap perubahan harga global.

Stabilnya Harga Beras dan Minyak Goreng

Harga beras tetap stabil, dengan kualitas bawah I, medium I, medium II, super I, dan super II bertahan di Rp14.700, Rp16.350, Rp16.150, Rp17.650, serta Rp17.150 per kilogram. Hanya beras kualitas bawah II yang sedikit naik 0,34 persen menjadi Rp14.550 per kilogram. Minyak goreng curah dan kemasan juga tidak mengalami perubahan signifikan, dengan harga Rp20.550 dan Rp24.250 per kilogram untuk merek 1 serta Rp23.400 untuk merek 2.

Gula pasir premium di pasar lokal tercatat tetap berkisar Rp20.300 per kilogram. Stabilitas harga beras dan minyak goreng mencerminkan upaya pemerintah dalam menjaga ketersediaan bahan pokok. Namun, hal ini tidak sepenuhnya menutupi tekanan pada komoditas lain yang sedang mengalami kenaikan, seperti bawang putih dan daging.

Faktor yang Mempengaruhi Fluktuasi Harga

Pergeseran harga pangan terjadi karena berbagai faktor seperti ketersediaan pasokan, permintaan pasar, dan biaya produksi. Latest Program menyoroti bahwa kenaikan harga bawang putih terkait dengan kenaikan harga bahan baku di tingkat internasional, sementara penurunan harga cabai diakibatkan oleh pasokan yang lebih berlebihan. Selain itu, kenaikan biaya transportasi akibat kenaikan harga BBM juga memengaruhi harga daging dan bawang putih.

Kebijakan pemerintah dalam mengatur distribusi bahan pangan juga berperan penting. Misalnya, program subsidi untuk beras dan minyak goreng membantu menekan inflasi, tetapi untuk komoditas seperti bawang putih dan daging, subsidi tidak cukup menutupi kenaikan harga. Latest Program merekomendasikan pemantauan harga secara rutin agar masyarakat dapat menyesuaikan anggaran belanja dengan baik.

Konsekuensi untuk Masyarakat dan Ekonomi

Fluktuasi harga pangan ini memiliki dampak langsung pada kebutuhan sehari-hari masyarakat. Latest Program mencatat bahwa penurunan harga cabai bisa memberi alasan bagi penghematan anggaran, sementara kenaikan bawang putih dan daging memaksa konsumen mengalokasikan dana lebih banyak untuk kebutuhan pokok. Perbedaan ini memperlihatkan ketidakmerataan dalam akses pasar bagi berbagai masyarakat.

Sebagai bagian dari strategi pangan nasional, Latest Program terus mengevaluasi kondisi pasar untuk memberikan informasi yang akurat. Dengan memahami dinamika harga, pemerintah dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Dalam konteks ini, pemantauan harga pangan sangat penting untuk mengantisipasi kenaikan yang berpotensi mengganggu daya beli konsumen.

Ikut berdiskusi