Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Bola Dunia

Latest Program: Presiden FIFA Gianni Infantino Terancam Kena Investigasi IOC, Gara-gara Dukung Donald Trump

Charles Lopez - beritanara.com 3 mins baca

Presiden FIFA Gianni Infantino Ancaman Investigasi IOC Gara-gara Dukung Donald Trump Latest Program - Gianni Infantino, presiden FIFA, kini berada dalam

Latest Program: Presiden FIFA Gianni Infantino Terancam Kena Investigasi IOC, Gara-gara Dukung Donald Trump

Presiden FIFA Gianni Infantino Ancaman Investigasi IOC Gara-gara Dukung Donald Trump

Latest Program – Gianni Infantino, presiden FIFA, kini berada dalam posisi berpotensi menghadapi investigasi dari Komite Olimpiade Internasional (IOC) setelah laporan yang mengungkapkan dugaan pelanggaran prinsip netralitas politik. Laporan ini dikeluarkan oleh organisasi FairSquare, yang menggabungkan analisis Hak Asasi Manusia (HAM) dengan advokasi untuk reformasi sistemik di olahraga global. Dalam konteks Latest Program, perdebatan mengenai keterlibatan Infantino dalam dukungan terhadap kebijakan Donald Trump menimbulkan sorotan terhadap konsistensi nilai olimpiade dalam dunia sepak bola.

Konteks Dukungan Politik

FairSquare menyatakan bahwa Infantino melanggar kewajiban netralitas sebagai kepala FIFA, karena secara terbuka mendukung kebijakan Trump, presiden Amerika Serikat. Hal ini mencakup isu seperti kebijakan imigrasi dan kerja sama antara AS dengan negara-negara Timur Tengah, yang dianggap memengaruhi keputusan FIFA. Dalam Latest Program, laporan ini menyoroti bagaimana dukungan politik bisa mengurangi otonomi organisasi olahraga yang seharusnya netral.

Menurut laporan Reuters, FairSquare memperkuat klaim mereka dengan menggali data sejak bulan Desember 2025, saat Infantino mempublikasikan komentar dukungannya terhadap Trump. Mereka mengklaim bahwa tindakan ini bertentangan dengan aturan FIFA yang menetapkan bahwa pejabat harus tetap independen dalam urusan politik saat menjalankan tugas resmi. Dalam konteks Latest Program, ini menunjukkan bagaimana keterlibatan politik bisa menciptakan ketegangan antara otoritas olimpiade dan organisasi olahraga.

Proses Investigasi dan Konsekuensi

Kontroversi ini memicu pertanyaan mengenai bagaimana investigasi IOC akan dijalankan. Laporan FairSquare menyebutkan bahwa Sekretariat Kamar Investigasi Komite Etik FIFA sudah menerima pengaduan sejak Desember 2025, meski belum ada indikasi bahwa proses mulai berjalan. Jika terbukti melanggar Pasal 15 Kode Etik FIFA, sanksi yang bisa diberikan mencakup denda minimal 10.000 franc Swiss (sekitar Rp223 juta) hingga pembatasan partisipasi dalam kegiatan sepak bola selama dua tahun.

Kirsty Coventry, presiden IOC, mengakui belum menerima pengaduan resmi dari FairSquare. Namun, ia menjanjikan bahwa laporan akan dipelajari jika disampaikan. “Kita akan memastikan bahwa setiap tindakan dilakukan dengan transparansi, terutama dalam konteks Latest Program yang mengubah dinamika kebijakan internasional,” katanya dalam wawancara terbaru. Di sisi lain, FairSquare menekankan bahwa mereka siap membawa kasus ini ke meja rapat IOC jika diperlukan.

Dalam Latest Program, FIFA juga menjelaskan bahwa investigasi awal hanya dimulai setelah menerima instruksi dari ketua Kamar Investigasi. Mereka menegaskan bahwa pengajuan laporan tidak secara langsung mengguncang etika, dan pelapor tetap dijaga kerahasiaannya. Meski begitu, keberadaan laporan ini telah memicu pembicaraan internasional tentang keseimbangan antara politik dan olahraga di organisasi global.

Reaksi dari Komunitas Olahraga

Reaksi terhadap ancaman investigasi ini bervariasi. Beberapa anggota FIFA mempertahankan dukungan Infantino, mengatakan bahwa netralitas politik tidak selalu mustahil dalam situasi yang kompleks. “Latest Program ini menunjukkan bagaimana seorang pemimpin bisa membawa isu politik ke dalam arena olahraga tanpa mengorbankan keadilan,” ujar seorang juru bicara dari negara anggota Afrika Selatan. Namun, kritikus menilai bahwa penunjukan Trump sebagai simbol dukungan politik menunjukkan tendensi satu pihak dalam keputusan FIFA.

Dalam konteks terkini, FairSquare juga memperkenalkan kampanye ‘Reboot’ yang bertujuan memperkuat kredibilitas FIFA. Mereka menekankan bahwa investigasi ini bukan hanya mengenai Infantino, tapi juga menjadi ujian untuk sistemik reformasi olahraga internasional. “Latest Program ini adalah kesempatan untuk menegakkan standar baru di segala aspek kebijakan olahraga,” tulis FairSquare dalam pernyataan terbaru mereka.

Dengan pembukaan investigasi, kasus ini menjadi fokus utama dalam diskusi global tentang akuntabilitas organisasi olahraga. Di samping itu, laporan ini juga menambahkan dimensi baru ke dalam kerja sama antara FIFA dan IOC, yang selama ini dianggap sangat penting dalam menjaga keharmonisan antar organisasi olahraga internasional. Bagaimana keputusan terakhir akan mengubah arah Latest Program di masa depan, masih menjadi tanda tanya.

Ikut berdiskusi