Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Sumatera

Important Visit: Dari Kampar ke Pasar Global, Kapolri Tinjau Inovasi Pupuk Batu Bara Karya Anak Bangsa

Charles Lopez - beritanara.com 3 mins baca

Bara di Kampar Important Visit - Dalam Important Visit terbarunya, Kapolri mengunjungi pabrik pupuk batu bara PT Bursatani Futura Andyta yang berlokasi di

Important Visit: Dari Kampar ke Pasar Global, Kapolri Tinjau Inovasi Pupuk Batu Bara Karya Anak Bangsa

Kapolri Melakukan Important Visit ke Pabrik Pupuk Batu Bara di Kampar

Important Visit – Dalam Important Visit terbarunya, Kapolri mengunjungi pabrik pupuk batu bara PT Bursatani Futura Andyta yang berlokasi di Kabupaten Kampar, Riau, pada Rabu (8/7/2026). Kunjungan ini menegaskan peran Polri dalam mendukung inovasi lokal yang memiliki potensi besar untuk memasuki pasar global. Selama visit, Kapolri tidak hanya meninjau proses produksi, tetapi juga memberikan apresiasi terhadap karya anak bangsa yang berhasil mengubah sumber daya batu bara menjadi bahan pupuk berkualitas.

Pupuk Batu Bara yang Dikembangkan Anak Bangsa

Pabrik pupuk batu bara PT Bursatani Futura Andyta beroperasi di Sungai Pinang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, dengan luas area 20 hektare. Pabrik ini menyediakan 31 karyawan yang terdiri dari tim administrasi, petugas keamanan, serta tenaga produksi tetap dan kontrak. Kapolri meninjau langsung operasional pabrik sebagai bagian dari Important Visit yang bertujuan memperkenalkan inovasi ini kepada publik lebih luas.

Proses Produksi dan Keunggulan Produk

Pupuk batu bara yang dihasilkan oleh PT Bursatani Futura Andyta bernama Pupuk Futura Plus Presisi. Produk ini memiliki komposisi kandungan asam humat lebih dari 20 persen, C-organik minimal 15 persen, serta unsur hara makro dan mikro penting bagi pertanian. Selama Important Visit, Kapolri mendengarkan penjelasan Direktur Utama perusahaan, Raden Umar Hasan Saputra, yang menekankan bahwa pupuk ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan kelompok tani mitra Polri.

Pemenuhan Pasar Global dan Langkah Strategis

Bahan baku utama pabrik ini adalah batu bara berkalori rendah yang biasanya tidak dimanfaatkan oleh industri PLTU, menjadi inovasi dalam mengolah sumber daya yang sebelumnya dianggap tidak optimal. Pabrik ini beroperasi selama delapan jam sehari dengan kapasitas produksi hingga 24 ton. Dalam sebulan, total produksi mencapai 480 ton. Selain memenuhi kebutuhan lokal, produk ini telah dikenal di pasar China dan sedang dikembangkan untuk ekspor ke Zimbabwe, Nigeria, serta Botswana.

“Produk ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan kelompok tani mitra Polri,” ujar Raden Umar Hasan Saputra, Direktur Utama PT Bursatani Futura Andyta. Pupuk Futura Plus Presisi memiliki keunggulan dalam meningkatkan struktur tanah, memperkuat aktivitas biologis, dan menjaga produktivitas pertanian secara berkelanjutan.

Manfaat Inovasi Pupuk Batu Bara untuk Pertanian Nasional

Important Visit Kapolri menjadi momentum penting untuk menyoroti kontribusi inovasi pupuk batu bara ini terhadap pertanian nasional. Produk ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, tetapi juga memberikan solusi alami untuk meningkatkan hasil panen dan menjaga kualitas tanah. Kapolri menekankan bahwa inovasi ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk mendorong pengembangan teknologi pertanian yang ramah lingkungan.

Kapolri juga menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya perusahaan dalam menjual produk ke pasar internasional. Pupuk Futura Plus Presisi telah mendapatkan izin edar dari Kementerian Pertanian, serta memperoleh paten di Indonesia dan Amerika Serikat. Penyediaan pupuk ini membantu kelompok tani dalam memenuhi kebutuhan pupuk secara efisien dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan daya saing sektor pertanian di tanah air.

“Pupuk batu bara ini merupakan bagian dari upaya kita untuk memperkuat ekonomi lokal sekaligus mendorong ekspor produk pertanian ke pasar global,” kata Kapolri dalam wawancara usai visit. Kebijakan ini diharapkan menjadi contoh bagi inovasi serupa yang bisa diadopsi oleh berbagai daerah di Indonesia.

Ikut berdiskusi