Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Bola Dunia

Kemenangan Argentina Seperti Dipaksakan – Pelatih Mesir Murka pada Wasit dan FIFA

Michael Johnson - beritanara.com 3 mins baca

esir Keluhkan Wasit dan FIFA Kemenangan Argentina Seperti Dipaksakan - Pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Tim Mesir dan Argentina memicu

Kemenangan Argentina Seperti Dipaksakan – Pelatih Mesir Murka pada Wasit dan FIFA

Kemenangan Argentina Dinilai Dipaksakan, Pelatih Mesir Keluhkan Wasit dan FIFA

Kemenangan Argentina Seperti Dipaksakan – Pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Tim Mesir dan Argentina memicu reaksi keras dari pelatih Mesir, Hossam Hassan. Ia mengklaim bahwa kemenangan Argentina seperti dipaksakan, dengan keputusan wasit dan sistem VAR dianggap tidak adil. Pertandingan yang berlangsung di Atlanta ini menjadi momen penting dalam sejarah sepak bola internasional, karena Mesir kalah dramatis setelah unggul dua gol di awal laga.

Dalam pertandingan yang berlangsung sengit, Argentina tampil dominan di akhir pertandingan, terutama berkat penampilan mengesankan dari Lionel Messi. Mesir sempat memimpin lewat dua gol, termasuk satu gol dari Mohamed Salah, namun permainan mereka mulai terkikis saat wasit memberikan kesempatan lebih besar kepada Argentina. Gol penentu dicetak Enzo Fernandez di masa injury time, yang memastikan kemenangan tim tamu. Hassan mengatakan bahwa keputusan ini terkesan tidak seimbang, terutama dalam penggunaan VAR.

Kritik Terhadap Ketidakadilan dalam Pertandingan

Keluhan Hassan tidak hanya terarah pada wasit, tetapi juga terhadap FIFA sebagai pengelola sistem VAR. Ia menyoroti beberapa momen kritis yang dianggap tidak diperiksa dengan teliti. “Kami merasa tidak diberi kesempatan yang adil. Penalti yang kami harapkan dianulir, sementara pelanggaran terhadap Salah tidak mendapat perhatian,” tegas Hassan. Ini memicu dugaan bahwa keputusan wasit dipengaruhi oleh tekanan internal atau eksternal, termasuk penunjukan wasit dari Prancis, Francois Letexier.

“Kemenangan Argentina seperti dipaksakan. Setiap keputusan yang memengaruhi hasil laga tampak tidak adil, baik dalam cara wasit memberi kartu maupun dalam penerapan VAR. Kami memperoleh banyak peluang, tetapi keputusan yang diambil justru menguntungkan lawan kami,”

Hassan juga menyebutkan bahwa keputusan penunjukan wasit berdampak langsung pada alur pertandingan. “Kami sudah memprotes penunjukan ini sejak awal, karena kami menduga ada tekanan untuk memastikan Argentina tetap berada di babak berikutnya. Kemenangan mereka tidak sepenuhnya merefleksikan performa tim, tetapi lebih pada faktor eksternal,” tambahnya.

VAR, yang seharusnya memastikan keadilan, justru dianggap memperumit situasi. Hassan menyebut bahwa teknologi ini bisa menjadi alat untuk mengubah nasib pertandingan, terutama ketika keputusan wasit dipertanyakan. “Sistem VAR harus bekerja secara objektif, bukan untuk membenarkan keputusan yang sudah diambil sebelumnya. Kami merasa kemenangan Argentina adalah hasil dari keputusan yang dipaksakan, bukan dari taktik atau kualitas tim,” kata pelatih Mesir tersebut.

Pengaruh Kemenangan Argentina pada Kualifikasi dan Harapan Tim

Kemenangan Argentina memberikan dampak besar pada harapan Mesir di Piala Dunia 2026. Sebagai tim yang berjuang keras di babak penyisihan grup, kekalahan ini dianggap menghancurkan momentum mereka. Hassan menyoroti bahwa ada kemungkinan FIFA memperkuat posisi Argentina dalam kompetisi ini. “Kami sudah berusaha maksimal, tetapi kemenangan mereka seperti dipaksakan. Ini membuat kami kecewa, karena kami sebenarnya bisa menciptakan kans lebih baik jika tidak ada gangguan dari wasit,” katanya.

Dalam konteks sepak bola global, kekalahan Mesir dianggap sebagai kejutan karena mereka memperlihatkan performa luar biasa di babak pertama. Namun, keputusan wasit di akhir pertandingan mengubah segalanya. Hassan berharap FIFA dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem wasit dan VAR, agar keputusan yang diambil lebih transparan dan adil. “Kemenangan Argentina seperti dipaksakan, tapi ini bisa terjadi karena faktor-faktor yang tidak terduga. Kami ingin FIFA meninjau ulang keputusan-keputusan kritis dalam pertandingan ini,” ujarnya.

Ikut berdiskusi