Skip to content
Fresh Desk
Agustus 5, 2026
Nasional

What Happened During: Buntut Polemik Lagu “Lalaki Langit”, Kemendagri Minta Klarifikasi Bupati Purwakarta

Robert Hernandez - beritanara.com 3 mins baca

Kemendagri Minta Klarifikasi Bupati Purwakarta Usai Kontroversi Lagu 'Lalaki Langit' What Happened During: Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memulai

What Happened During: Buntut Polemik Lagu “Lalaki Langit”, Kemendagri Minta Klarifikasi Bupati Purwakarta

Kemendagri Minta Klarifikasi Bupati Purwakarta Usai Kontroversi Lagu ‘Lalaki Langit’

What Happened During: Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memulai tindakan klarifikasi terhadap Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, setelah lagu berjudul “Lalaki Langit, Lalanang Bejat” memicu polemik di masyarakat. Lagu tersebut dikenal karena liriknya yang dianggap mengandung isu gender yang memicu perdebatan, sehingga Kemendagri mengambil langkah untuk memastikan penjelasan dari pihak berwenang.

Latar Belakang Polemik Lagu ‘Lalaki Langit’

Kontroversi terhadap lagu “Lalaki Langit, Lalanang Bejat” memuncak setelah sejumlah kelompok masyarakat mengkritik isi liriknya yang mereka anggap menyinggung perempuan secara negatif. Lagu ini dipublikasikan sebagai bagian dari kegiatan Bupati Purwakarta dalam merayakan hari jadi kabupaten tersebut, namun segera menarik perhatian publik dan media. Penyebab utama ketidakpuasan masyarakat terletak pada frasa “Lalanang Bejat” yang dianggap bersifat menghina atau memperlebar persepsi negatif terhadap perempuan.

Dalam What Happened During, Kemendagri mengungkapkan bahwa keberadaan lagu tersebut menjadi bahan evaluasi dalam pembinaan dan pengawasan terhadap penyampaian pesan sosial oleh pemimpin daerah. Dengan adanya keluhan dari berbagai pihak, pemerintah pusat memandang perlu untuk mengetahui alasan di balik pemilihan tema dan lirik lagu tersebut, serta bagaimana proses produksi dan penggunaannya dilakukan.

Proses Klarifikasi dan Pemeriksaan

Pemanggilan Bupati Purwakarta oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendagri dilakukan pada Jumat (3/7/), di mana Saepul Bahri Binzein hadir untuk menjelaskan peristiwa What Happened During. Ia diterima oleh Inspektur Jenderal yang memimpin investigasi, serta ditemani oleh tim pemeriksa yang terdiri dari beberapa anggota lembaga pengawasan. Pemanggilan ini berlangsung hingga pukul 17.00 WIB, dengan fokus pada dua aspek utama: latar belakang pembuatan lagu dan metode publikasinya.

“Pak Bupati tadi sudah datang jam 9, sesuai undangan dan diterima oleh Inspektur Jenderal,” ujarnya Benni Irwan, Kepala Pusat Penerangan Kemendagri.

Durasi pemeriksaan selama delapan jam memberikan kesempatan bagi tim investigasi untuk mengajukan pertanyaan yang lebih mendalam. Dalam What Happened During, setidaknya 60 pertanyaan diajukan, mulai dari maksud dan tujuan lagu tersebut hingga siapa yang menjadi target pesan dalam liriknya. Selain itu, tim juga mengeksplorasi bagaimana lagu ini dipublikasikan melalui media dan acara resmi, serta dampak sosial yang ditimbulkan.

Setelah selesai, Kemendagri akan menyusun laporan yang mencakup temuan dan hasil pemeriksaan. Laporan ini nantinya diserahkan kepada Menteri Dalam Negeri sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Dalam What Happened During, rekomendasi sanksi juga akan diusulkan sebagai langkah pencegahan terhadap potensi konflik serupa di masa depan.

Respons Bupati dan Lingkungan Politik

Saat akhir klarifikasi, Bupati Purwakarta menyampaikan rasa penyesalan atas tindakannya. Ia mengakui kesalahan dalam penyampaian pesan melalui lagu dan berjanji tidak mengulangi kejadian serupa. Penyesalan ini disertai dengan permintaan maaf kepada pihak-pihak yang terlibat, termasuk kelompok masyarakat yang merasa tersinggung.

Kontroversi lagu “Lalaki Langit” juga memicu reaksi dari berbagai kalangan, termasuk anggota DPR dan organisasi kewanitaan. Dalam What Happened During, beberapa pihak menilai bahwa lagu ini menjadi contoh nyata dari kebijakan yang mengabaikan kesetaraan gender. Namun, Bupati Purwakarta berusaha menjelaskan bahwa lagu ini disusun dengan maksud untuk membangun semangat kota, bukan untuk menyakiti perempuan.

Pelbagai pihak terus memantau What Happened During ini, mengingat status Bupati Purwakarta sebagai tokoh publik yang berpengaruh. Apakah klarifikasi yang disampaikan akan menjadi langkah penyelesaian atau memicu lebih banyak perdebatan, tergantung pada cara penjelasan dan reaksi dari masyarakat. Masyarakat kini menunggu hasil laporan Kemendagri serta keputusan yang akan diambil terkait lagu tersebut.

Ikut berdiskusi