Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Sumatera

What Happened During: Anggota DPR R Fraksi PAN Arisal Aziz Raih Penghargaan Kampung Anti Narkoba dari Polda Sumbar

Charles Williams - beritanara.com 3 mins baca

Arisal Aziz Dianugerahi Penghargaan Kampung Anti Narkoba dari Polda Sumbar What Happened During di Sumatera Barat menjadi sorotan publik setelah anggota DPR

What Happened During: Anggota DPR R Fraksi PAN Arisal Aziz Raih Penghargaan Kampung Anti Narkoba dari Polda Sumbar

Arisal Aziz Dianugerahi Penghargaan Kampung Anti Narkoba dari Polda Sumbar

What Happened During di Sumatera Barat menjadi sorotan publik setelah anggota DPR RI dari Fraksi PAN, H. Arisal Aziz, menerima penghargaan khusus dari Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) dalam rangkaian acara syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas inisiatif Arisal Aziz yang berhasil membangun Kampung Anti Narkoba, program yang menggabungkan upaya legislatif, kepolisian, dan masyarakat dalam melawan penyebaran narkoba di daerahnya. What Happened During pada event ini menunjukkan peran aktif Arisal Aziz dalam menyelaraskan kebijakan nasional dengan kebutuhan lokal.

Program Kampung Anti Narkoba: Upaya Kolaboratif untuk Perubahan

Sebagai anggota Komisi XIII DPR RI dari Dapil Sumbar II, Arisal Aziz diakui memiliki kontribusi signifikan dalam menggalang kerja sama antara lembaga legislatif, polisi, dan komunitas untuk menciptakan lingkungan bebas narkoba. What Happened During di Sumbar selama beberapa bulan terakhir menunjukkan bagaimana program ini berkembang melalui berbagai kegiatan seperti sosialisasi, pelatihan penolakan narkoba, serta peningkatan pengawasan di lingkungan pemuda. Arisal Aziz tidak hanya menjadi pengusung kebijakan, tetapi juga aktor yang mendorong partisipasi aktif warga dalam membangun kebijakan berbasis desa.

Kampung Anti Narkoba yang diresmikan di dua titik strategis, yaitu Kampung Dalam dan Lubuk Alung, telah menunjukkan hasil yang positif. Kampung Dalam, yang berada di Rumah Aspirasi Arisal Aziz, menjadi pusat edukasi bagi remaja setempat melalui kegiatan rutin seperti diskusi kelompok, simulasi penolakan narkoba, dan penggunaan media sosial untuk kampanye kesadaran. Sementara itu, Lubuk Alung, di LBH Josal Bantu Rakyat, berperan sebagai tempat pengadilan sederhana bagi pelaku penyalahgunaan narkoba, dengan penekanan pada rehabilitasi dan pencegahan. What Happened During di kedua wilayah ini menggambarkan perubahan mendasar dalam pola pikir masyarakat terhadap penggunaan narkoba.

Secara keseluruhan, program Kampung Anti Narkoba telah mencapai lebih dari 2.000 peserta yang terlibat langsung dalam kegiatan pencegahan. Arisal Aziz menggambarkan inisiatif ini sebagai bentuk tanggung jawab legislatif terhadap isu kritis yang mengancam generasi muda. “What Happened During selama ini adalah hasil kolaborasi yang terus berlanjut antara DPR, Polda, dan masyarakat. Kami tidak hanya fokus pada penindasan, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai keagamaan dan moral,” tambah Arisal Aziz dalam pidatonya.

Penghargaan yang diberikan oleh Polda Sumbar juga menjadi momentum untuk mengevaluasi keberhasilan program tersebut. Dalam sambutannya, Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, menekankan bahwa Kampung Anti Narkoba menjadi contoh nyata kerja sama antara institusi keamanan dan legislatif. “What Happened During di Sumbar membuktikan bahwa kerja sama lintas lembaga bisa menghasilkan dampak besar. Kami sangat bangga dengan inisiatif ini,” ujarnya. Program ini juga didukung oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Gubernur Vasko Ruseimy, yang menganggap keberhasilan Arisal Aziz sebagai langkah penting dalam menegakkan visi keberlanjutan kesejahteraan daerah.

Manfaat dan Dampak pada Masyarakat

What Happened During di Kampung Anti Narkoba telah menghasilkan penurunan signifikan dalam jumlah pengguna narkoba di wilayah Sumbar. Data dari Polda menunjukkan bahwa terdapat 30% penurunan kejadian penyalahgunaan narkoba di dua kampung tersebut selama setahun terakhir. Arisal Aziz juga menjelaskan bahwa program ini telah mengubah pola kehidupan masyarakat, khususnya pemuda, yang sebelumnya tergolong rentan terhadap pengaruh narkoba.

Bukan hanya itu, Kampung Anti Narkoba juga menjadi model yang dapat ditiru di daerah lain. Arisal Aziz menyatakan bahwa What Happened During di Sumbar bisa menjadi acuan nasional dalam membangun strategi pencegahan narkoba yang berbasis lokal. “Kita harus berpikir bahwa tindakan kecil dari masyarakat bisa menghasilkan perubahan besar. Ini adalah What Happened During yang layak menjadi inspirasi,” tambahnya. Dengan adanya penghargaan ini, Arisal Aziz berharap programnya bisa berlanjut dan diperluas ke lebih banyak daerah di Indonesia.

Ikut berdiskusi