Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026
Nasional

Latest Program: Polri Bentuk Polresta Baru di IKN, Empat Polres Tipe D Baru dan Delapan Jadi Polresta

Michael Johnson - beritanara.com 3 mins baca

Latest Program: Polri Membentuk Polresta Baru di IKN dan Melakukan Reorganisasi Pemetaan Wilayah Latest Program - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri)

Latest Program: Polri Bentuk Polresta Baru di IKN, Empat Polres Tipe D Baru dan Delapan Jadi Polresta

Latest Program: Polri Membentuk Polresta Baru di IKN dan Melakukan Reorganisasi Pemetaan Wilayah

Latest Program – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) meluncurkan inisiatif terbaru dalam perluasan jaringan unit operasionalnya, yaitu pembentukan Polresta baru di Ibu Kota Nusantara (IKN) Kalimantan Timur. Selain itu, empat Polres Tipe D baru ditambahkan ke dalam sistem kepolisian, sementara delapan unit lainnya mengalami promosi status menjadi Polresta. Tindakan ini diumumkan dalam reorganisasi wilayah yang bertujuan memperkuat kapasitas Polri dalam menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat.

Strategi Kapolri untuk Meningkatkan Efisiensi dan Profesionalisme

“Latest Program ini merupakan bagian dari upaya strategis Polri untuk memastikan pelayanan kepolisian lebih optimal di daerah-daerah yang berkembang pesat, termasuk IKN,” terang Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, kepada para wartawan.

Menurut Trunoyudo, kebijakan reorganisasi tersebut dilakukan untuk menyesuaikan dengan dinamika perkembangan wilayah, perubahan pola kehidupan masyarakat, dan tantangan keamanan yang semakin kompleks. Ia menjelaskan bahwa peningkatan status beberapa Polres menjadi Polresta bertujuan memperkuat koordinasi antarwilayah serta memastikan pengawasan lebih intensif di area strategis.

Detail Penambahan Polres Tipe D dan Konversi Polresta

Latest Program ini mencakup penambahan empat Polres Tipe D di daerah seperti Padang Lawas Utara, Sumba Tengah, Konawe Kepulauan, dan Banggai Laut. Keempat unit ini akan bertugas sebagai pelengkap sistem kepolisian di daerah yang belum terlalu padat, tetapi memiliki potensi pertumbuhan signifikan. Sementara itu, delapan Polres yang naik status menjadi Polresta meliputi Karawang, Batang, Klaten, Tuban, Sumenep, Gowa, Banggai, dan Lombok Tengah.

Pembentukan Polresta IKN sendiri ditangani oleh AKBP Supriyanto, mantan Wakil Direktur Polairud Polda Kalimantan Timur. Ia akan menjadi komandan utama di wilayah IKN, yang diharapkan dapat menjaga keamanan seiring pelaksanaan pengembangan infrastruktur dan populasi di daerah tersebut. Trunoyudo menegaskan bahwa Latest Program ini tidak hanya mengubah struktur organisasi, tetapi juga memberikan peluang untuk pengembangan SDM kepolisian di berbagai level.

Proses Mutasi dan Rotasi Jabatan dalam Reorganisasi

Sejalan dengan pembentukan unit baru, Polri juga melakukan mutasi dan rotasi jabatan terhadap 1.121 personel. Proses ini diterbitkan melalui tujuh Surat Telegram (ST) yang berlaku mulai 25 Juni 2026. Jumlah anggota dalam masing-masing ST berkisar antara 65 hingga 359 orang, dengan distribusi yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan operasional di daerah yang berubah status.

“Mutasi dan promosi jabatan merupakan bagian integral dari Latest Program ini, untuk meningkatkan keahlian dan kinerja personel di unit-unit baru,” tambah Trunoyudo. Ia menambahkan bahwa kebijakan ini juga mencerminkan komitmen Polri untuk menciptakan sistem pemerintahan kepolisian yang lebih modern dan responsif.

Analisis Dampak Reorganisasi terhadap Kinerja Kepolisian

Reorganisasi wilayah ini diperkirakan akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kinerja Polri, terutama dalam pengelolaan daerah yang memiliki kompleksitas tinggi. Dengan pembentukan Polresta baru di IKN, Polri dapat lebih fokus pada kebutuhan keamanan dan perlindungan di kawasan strategis yang menjadi pusat pemerintahan dan ekonomi nasional.

Latest Program ini juga menjadi langkah konsisten dalam reformasi kepolisian yang telah dijalankan selama beberapa tahun terakhir. Trunoyudo menjelaskan bahwa perubahan struktur ini didasari oleh evaluasi kinerja dan kebutuhan adaptasi terhadap dinamika social, ekonomi, dan politik yang terus berubah. Dengan demikian, pembentukan Polresta dan Polres Tipe D baru diharapkan mampu mencerminkan kekuatan Polri dalam menghadapi tantangan baru di berbagai skala.

Langkah Selanjutnya dalam Implementasi Latest Program

Sebagai bagian dari tindak lanjut Latest Program, Polri berencana mempercepat proses perekrutan personel baru untuk memenuhi kebutuhan operasional di wilayah yang diubah statusnya. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pelatihan khusus bagi komandan Polresta dan Polres Tipe D agar siap menghadapi tanggung jawab di daerah masing-masing.

Kebijakan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat setempat dan organisasi kemasyarakatan. Dengan adanya Polresta baru di IKN, diharapkan masyarakat dapat merasakan peningkatan respons kepolisian terutama di daerah yang masih dalam tahap pengembangan. Trunoyudo menegaskan bahwa Latest Program ini adalah bagian dari langkah-langkah nasional untuk mewujudkan Polri yang lebih profesional dan efektif dalam melayani masyarakat.

Ikut berdiskusi