Skip to content
Fresh Desk
Agustus 31, 2026
Yogyakarta

Bocah Kakak Beradik Bakar Sekolah Dasar di Gunungkidul, Pelaku Masih Berusia 15 Tahun

Joseph Brown - beritanara.com 2 mins baca

Sebuah laporan polisi tercatat diterima Polres Gunungkidul pada Rabu (19/8/2026) setelah penjaga sekolah menemukan kondisi bangunan dalam keadaan kacau balau

Bocah Kakak Beradik Bakar Sekolah Dasar di Gunungkidul, Pelaku Masih Berusia 15 Tahun

Dapur MI YAPPI Natah di Gunungkidul Terbakar, Dua Siswi Perempuan Jadi Tersangka

Beritanara.com – Sebuah laporan polisi tercatat diterima Polres Gunungkidul pada Rabu (19/8/2026) setelah penjaga sekolah menemukan kondisi bangunan dalam keadaan kacau balau. Kejadian dilaporkan terjadi sekitar pukul 05.00 WIB di Jalan Ngawen-Nglipar, Kapanewon Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Petugas jaga yang hendak membuka gerbang mendapati interior sekolah tampak seperti bekas pembobolan. Ia segera memanggil saksi lain untuk memeriksa lokasi bersama. Saat pengecekan dilakukan, ditemukan bekas titik kebakaran, tumpukan kertas yang sengaja ditata di kusen pintu ruangan, serta ceceran bahan bakar solar di lantai. Petugas menyimpulkan bahwa cairan solar tersebut menjadi media pembakaran bangunan.

Pengamanan Dua Terduga Pelaku

Dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Gunungkidul pada Jumat (21/8/2026), Kasat Reskrim AKP Tri Hartanto mengumumkan bahwa pihak kepolisian telah mengamankan dua anak yang berkonflik dengan hukum (ABH). Keduanya adalah kakak beradik perempuan berinisial PL alias L (15 tahun) dan SPL (14 tahun).

Tri Hartanto menjelaskan modus operandi yang digunakan para pelaku:

“Modus operandi yang dilakukan adalah dengan mengumpulkan jerami dan kertas di sekitar sekolah, kemudian disiram dengan solar dan dibakar menggunakan korek api batang.”

Motif: Luka Lama Perundungan Tujuh Tahun Silam

Menurut hasil pemeriksaan, aksi pembakaran itu diduga dipicu dendam sang kakak yang pernah mengalami perundungan (bullying) serta pemukulan oleh guru ketika masih bersekolah di tempat tersebut. Peristiwa itu terjadi sekitar tujuh tahun lalu, saat pelaku masih duduk di kelas 1 SD/M1.

“Kalau pengakuan daripada kedua pelaku anak ini mengaku pernah menjadi korban bullying, waktu dulu 7 tahun yang lalu, menjadi korban bullying maupun ada pemukulan daripada guru. Tapi itu baru sebatas pengakuan, tapi belum kita tindak lanjuti lebih lanjut,”

AKP Tri Hartanto menegaskan bahwa keterangan mengenai latar belakang perundungan tersebut masih sebatas pengakuan para pelaku dan belum ditindaklanjuti secara lebih mendalam oleh pihak kepolisian.

Frequently Asked Questions

What is Bocah Kakak Beradik Bakar Sekolah Dasar?

Bocah Kakak Beradik Bakar Sekolah Dasar is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Bocah Kakak Beradik Bakar Sekolah Dasar matter?

Bocah Kakak Beradik Bakar Sekolah Dasar matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Ikut berdiskusi