Legenda UFC Tegas Ragukan Islam Makhachev sebagai GOAT, Singgung Ilia Topuria
Pertarungan utama UFC 330 di Xfinity Mobile Arena, Philadelphia, baru saja berakhir dengan kemenangan mutlak Islam Makhachev atas Ian Machado Garry. Gelar
Chael Sonnen Menolak Menyerahkan Mahkota GOAT kepada Islam Makhachev
Beritanara.com – Pertarungan utama UFC 330 di Xfinity Mobile Arena, Philadelphia, baru saja berakhir dengan kemenangan mutlak Islam Makhachev atas Ian Machado Garry. Gelar kelas welter berhasil dipertahankan untuk pertama kalinya oleh petarung asal Rusia tersebut. Namun, alih-alih menerima puji tanpa syarat, Makhachev justru mendapat tantangan dari seorang legenda octagon.
Sonnen: Sabuk Juara Bukan Garis Akhir
Chael Sonnen, mantan petarung UFC yang kini aktif sebagai komentator, secara terbuka meragukan apakah pencapaian Makhachev sudah cukup untuk menempatkannya di puncak hierarki petarung sepanjang masa. Dalam video yang diunggah ke kanal YouTube pribadinya, Sonnen menegaskan bahwa mempertahankan sabuk juara merupakan kewajiban, bukan pencapaian luar biasa.
“Lalu kita menyatakan bahwa dia adalah petarung terhebat di planet ini, tapi hei, maaf, itulah arti sabuk juara.”
Sonnen kemudian menarik benang perbandingan langsung dengan Ilia Topuria. Meski Topuria baru menelan kekalahan pertama dalam karier profesionalnya, Sonnen menilai rekam jejak keduanya masih setara secara kuantitatif.
“Bagaimana kita bisa menempatkan Islam di depan Ilia, omong-omong? Dan saya tahu jawabannya, itu pertanyaan retoris, Ilia baru saja kalah, oke, tetapi dengan fakta bahwa dia baru saja kalah, dia sekarang memiliki jumlah kekalahan yang sama dengan Islam, yaitu satu.”
Rekor Baru dan Konteks GOAT
Kemenangan atas Machado Garry sekaligus mengukuhkan posisi Makhachev sebagai salah satu petarung paling dominan di era UFC saat ini. Ia juga memecahkan rekor rentetan kemenangan terpanjang dalam sejarah organisasi, melampaui angka milik Anderson Silva yang bertahan selama 14 tahun.
Sebelum pertarungan tersebut berlangsung, nama Makhachev sudah mulai muncul dalam diskursus GOAT. Presiden UFC, Dana White, tidak menutup pintu pembicaraan itu secara tegas dan menyatakan bahwa evaluasi status Makhachev sebagai petarung terbaik akan dilakukan setelah laga selesai.
Perbandingan Satu Kekalahan
Sonnen menutup argumennya dengan menekankan bahwa baik Makhachev maupun Topuria sama-sama tercatat memiliki satu kekalahan dalam karier profesional. Ia bahkan menyoroti konteks di mana Topuria kalah — di acara utama yang digelar di halaman Gedung Putih, dalam kompetisi yang menurutnya jauh lebih ketat dan justru yang menjatuhkan Makhachev.
“Ilia telah dihentikan sebanyak Islam, yaitu satu kali. Jadi kita punya dua orang yang berdebat, tetapi orang yang dihentikan sehingga mengalami jumlah kekalahan yang sama dengan orang lain terjadi di acara utama di halaman Gedung Putih, dalam kompetisi yang jauh lebih ketat yang menjatuhkan Islam.”
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Legenda UFC Tegas Ragukan Islam Makhachev?
Legenda UFC Tegas Ragukan Islam Makhachev is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Legenda UFC Tegas Ragukan Islam Makhachev matter?
Legenda UFC Tegas Ragukan Islam Makhachev matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
