Pencarian Delapan Orang Hilang di Selat Sunda Memasuki Hari Kelima
Beritanara.com – Operasi pencarian terhadap delapan orang yang hilang kontak di perairan Selat Sunda kembali menghasilkan sejumlah temuan. Tim SAR Gabungan menemukan empat benda saat melakukan penyisiran di wilayah selatan Gunung Anak Krakatau, Sabtu malam, 12 September 2026.
Barang-barang yang ditemukan terdiri dari sebuah jeriken minyak berwarna biru, helm merah, serta dua jaket oranye. Meski demikian, Basarnas belum memastikan apakah seluruh benda tersebut berkaitan dengan kapal cepat yang membawa lima jurnalis dan tiga orang lainnya.
Temuan itu diperoleh KN SAR Tetuka yang menjalankan pencarian laut selama kurang lebih 10 jam. Kapal penyelamat tersebut memusatkan penyisiran pada area perairan di bagian selatan Gunung Anak Krakatau, salah satu titik yang menjadi perhatian dalam operasi hari kelima.
Jeriken, Helm, dan Dua Jaket Oranye
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, menjelaskan bahwa benda pertama ditemukan pada pagi hari. Tim menemukan jeriken minyak biru pada pukul 10.05 WIB ketika KN SAR Tetuka melakukan penyisiran.
“Pada pukul 10.05 WIB, KN SAR Tetuka menemukan jerigen minyak berwarna biru,” kata Al Amrad di Pandeglang, Sabtu malam (12/9/2026).
Setelah penemuan awal tersebut, kapal SAR meneruskan pemantauan dan pencarian di sekitar sektor operasi. Selang beberapa jam, tepatnya pukul 12.33 WIB, tim kembali menemukan sebuah helm merah.
Pencarian tidak berhenti hingga siang. Menjelang sore, pada pukul 17.10 WIB, tim menemukan jaket pelampung berwarna oranye. Benda keempat kemudian ditemukan pada pukul 18.09 WIB, berupa jaket oranye lainnya.
“Dan pada pukul 18.09 WIB, kembali ditemukan jaket berwarna oranye,” kata Al Amrad.
Setiap benda yang ditemukan menjadi bagian dari evaluasi operasi pencarian. Namun, identifikasi lebih lanjut tetap diperlukan sebelum tim dapat menghubungkannya dengan kapal cepat yang membawa rombongan tersebut.
Temuan Menjadi Bahan Evaluasi Operasi
Al Amrad menegaskan bahwa Tim SAR Gabungan akan menindaklanjuti seluruh temuan pada hari kelima pencarian. Hasil penelaahan terhadap benda-benda tersebut akan digunakan untuk menentukan langkah berikutnya, termasuk kemungkinan penyesuaian area pencarian.
“Kami akan mengevaluasi hasil pencarian hari ini, temuan akan menjadi dasar untuk melakukan perluasan pencarian,” katanya.
Pada tahap ini, perluasan wilayah pencarian dilakukan melalui jalur laut dan udara. Tim membagi perairan Selat Sunda ke dalam sejumlah sektor agar penyisiran dapat menjangkau area yang lebih luas. Pembagian sektor memungkinkan unsur SAR mengarahkan pencarian secara lebih terukur, sekaligus memantau kemungkinan petunjuk yang muncul di perairan.
Operasi gabungan melibatkan pencarian menggunakan kapal serta pemantauan dari udara. Langkah tersebut dilakukan untuk memperbesar peluang menemukan jejak rombongan maupun benda-benda lain yang dapat membantu memperjelas arah pencarian.
Empat benda yang ditemukan belum dapat dipastikan sebagai milik para korban. Karena itu, temuan tersebut tidak serta-merta mengubah status pencarian, tetapi menjadi informasi penting yang perlu diperiksa sebelum strategi operasi berikutnya ditetapkan.
Rombongan Berangkat dari Carita Menuju Gunung Anak Krakatau
Delapan orang yang dicari diketahui berangkat dari Dermaga Pegedongan di Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin, 7 September 2026. Mereka menggunakan kapal cepat dan meninggalkan dermaga sekitar pukul 14.00 WIB dengan tujuan kawasan Gunung Anak Krakatau.
Lima penumpang dalam rombongan itu merupakan jurnalis. Mereka adalah M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu, serta Donal Husni yang bekerja sebagai jurnalis lepas.
Tiga orang lainnya memiliki peran dalam perjalanan kapal tersebut. Warta bertugas sebagai nakhoda, Surakman menjadi anak buah kapal atau ABK, sedangkan Heriyanto berperan sebagai pemandu.
Sejak hilang kontak pada Senin, operasi pencarian terus dilakukan untuk menemukan seluruh anggota rombongan. Hari kelima menjadi salah satu tahapan penting karena pencarian tidak hanya berfokus pada jalur pelayaran awal, melainkan telah dikembangkan ke beberapa sektor perairan Selat Sunda.
Pencarian Masih Berlanjut
Tim SAR Gabungan masih melanjutkan upaya menemukan delapan orang tersebut. Evaluasi atas hasil penyisiran, termasuk penemuan jeriken, helm, dan dua jaket oranye, akan menentukan pengembangan strategi pada operasi berikutnya.
Bagi keluarga dan rekan-rekan rombongan, setiap temuan di area pencarian memiliki arti penting. Meski belum ada kepastian mengenai asal benda-benda tersebut, proses pemeriksaan diperlukan agar pencarian tetap berpijak pada petunjuk yang dapat diverifikasi.
Dengan cakupan operasi laut dan udara yang diperluas, tim berupaya memastikan berbagai sektor perairan yang relevan tetap tersisir. Perkembangan dari evaluasi Tim SAR Gabungan akan menjadi penentu arah pencarian terhadap kapal cepat dan delapan orang yang hilang kontak di Selat Sunda.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Tim SAR Temukan Empat Benda saat?
Tim SAR Temukan Empat Benda saat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Tim SAR Temukan Empat Benda saat matter?
Tim SAR Temukan Empat Benda saat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

