Skip to content
Fresh Desk
Agustus 31, 2026
Nasional

Selain Minta Menkeu Usut Bea Cukai, Prabowo Sentil Bakamla Kenapa Masih Banyak Penyelundupan

Joseph Rodriguez - beritanara.com 3 mins baca

Selain Minta Menkeu Usut Bea Cukai , Presiden Prabowo Subianto juga menyoroti kinerja Badan Keamanan Laut (Bakamla) dalam Sidang Tahunan MPR. Pidato yang

Prabowo Sentil Bea Cukai dan Bakamla Soal Penyelundupan

Beritanara.com – Selain Minta Menkeu Usut Bea Cukai, Presiden Prabowo Subianto juga menyoroti kinerja Badan Keamanan Laut (Bakamla) dalam Sidang Tahunan MPR. Pidato yang disampaikan di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, pada Jumat (14/8/2026) ini menyoroti dua lembaga strategis yang dinilai perlu evaluasi lebih serius. Masalah penyelundupan yang masih marak menjadi perhatian utama kepala negara dalam kesempatan tersebut.

Apa yang Diminta Prabowo kepada Menteri Keuangan?

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo secara langsung meminta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap berbagai permasalahan di lingkungan Bea Cukai. Permintaan ini muncul setelah adanya laporan mengenai berbagai ketidakberesan yang terjadi selama ini. Prabowo menekankan pentingnya tindakan tegas agar masalah tidak berlarut-larut tanpa penyelesaian yang memadai.

“Tapi Menteri Keuangan, usut Bea Cukai juga. Iya kan?”

Ungkapan sederhana namun tegas ini menunjukkan harapan besar dari presiden terhadap kinerja Bea Cukai. Investigasi yang diminta diharapkan dapat mengungkap berbagai masalah struktural maupun operasional yang selama ini menghambat efektivitas kerja lembaga tersebut. Dengan adanya usutan, diharapkan Bea Cukai dapat lebih optimal dalam menjalankan fungsinya sebagai penjaga pintu masuk barang-barang ke Indonesia.

Mengapa Bakamla Disentil Prabowo?

Selain menyoroti masalah di Bea Cukai, Prabowo juga mengalihkan perhatian kepada Bakamla. Kepala negara mempertanyakan efektivitas tugas-tugas yang selama ini dijalankan oleh lembaga tersebut, khususnya dalam hal pencegahan masuknya barang-barang ilegal ke wilayah Indonesia. Pertanyaan ini menyoroti kesenjangan antara mandat resmi Bakamla dengan realita di lapangan.

“Bakamla. Tugasmu jaga itu penyelundupan. Kenapa masih banyak penyelundupan di situ?”

Pertanyaan langsung dari presiden ini menunjukkan bahwa ia tidak puas dengan kondisi saat ini. Bakamla memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keamanan laut Indonesia, termasuk mencegah penyelundupan yang merugikan negara. Masih tingginya angka penyelundupan menjadi indikator bahwa kinerja lembaga ini perlu ditingkatkan secara signifikan.

Harapan Prabowo Terhadap Penegakan Kebenaran

Prabowo juga menegaskan bahwa seluruh pejabat negara dituntut untuk berani menegakkan kebenaran tanpa pandang bulu. Beliau meyakini bahwa masyarakat Indonesia memiliki kecerdasan tinggi dan tidak akan mentolerir adanya penyelewengan kekuasaan. Keyakinan ini didasarkan pada pengalaman rakyat Indonesia dalam menanggapi berbagai isu publik yang muncul.

“Mereka itu anak-anak kita, tapi harus kita berani tegakkan kebenaran. Rakyat kita sekarang tidak mau terima ketidakadilan, tidak mau melihat lagi penyelewengan. Mereka bukan bodoh, mereka pintar,”

Pernyataan ini mencerminkan keyakinan presiden bahwa rakyat Indonesia mampu membedakan antara tindakan yang benar dan salah. Masyarakat modern Indonesia semakin kritis dan menuntut akuntabilitas dari para pemimpin mereka. Hal ini menjadi motivasi bagi seluruh pejabat negara untuk bekerja lebih transparan dan bertanggung jawab.

Implikasi Terhadap Kebijakan Masa Depan

Kedua permintaan Prabowo ini memiliki implikasi penting terhadap kebijakan masa depan Indonesia. Evaluasi terhadap Bea Cukai dan Bakamla diharapkan dapat menghasilkan reformasi struktural yang lebih efektif. Dengan perbaikan kinerja kedua lembaga ini, negara dapat lebih optimal dalam mencegah kerugian akibat penyelundupan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan kebijakan pemerintah, pembaca dapat mengunjungi [berita nasional terbaru di tvonenews.com](https://www.tvonenews.com/berita/nasional).

FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Pidato Prabowo

1. Kapan Prabowo menyampaikan pidato Sidang Tahunan MPR? Prabowo menyampaikan pidato pada Jumat (14/8/2026) di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat.

2. Siapa Menteri Keuangan yang diminta Prabowo untuk usut Bea Cukai? Menteri Keuangan yang diminta adalah Purbaya Yudhi Sadewa.

3. Apa tugas utama Bakamla menurut Prabowo? Menurut Prabowo, tugas utama Bakamla adalah menjaga dan mencegah penyelundupan di wilayah Indonesia.

4. Mengapa Prabowo menilai rakyat Indonesia pintar? Prabowo menilai rakyat Indonesia pintar karena mereka tidak mau menerima ketidakadilan dan tidak mentolerir penyelewengan kekuasaan.

5. Apa dampak dari permintaan Prabowo terhadap Bea Cukai dan Bakamla? Dampaknya adalah kedua lembaga ini akan menjalani evaluasi menyeluruh untuk meningkatkan kinerja dalam mencegah penyelundupan dan memperbaiki sistem kerja mereka.

Ikut berdiskusi