Respons Penyelenggara soal Viral Challenge Hafalan Surah Ad Dhuha Berhadiah Miras
Majelis Ulama Indonesia (MUI) resmi menyampaikan penolakan keras terhadap fenomena yang sedang ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial
Respons Penyelenggara soal Viral Challenge Hafalan Surah Ad Dhuha
MUI Keluarkan Pernyataan Keras Terkait Kontroversi
Beritanara.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) resmi menyampaikan penolakan keras terhadap fenomena yang sedang ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial. Asrorun Niam Sholeh, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Bidang Fatwa MUI, menyatakan dengan tegas bahwa tindakan tersebut tidak dapat diterima dari berbagai perspektif keagamaan maupun sosial. Menurutnya, gimik membaca Al-Quran sambil menjanjikan hadiah minuman keras merupakan bentuk penghinaan yang cukup serius terhadap kesucian kitab suci umat Muslim.
“Tindakan tersebut tidak bisa dibenarkan baik secara keagamaan, moral etika maupun secara hukum. Pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujarnya.
“Membuat gimik membaca Al Quran dengan iming-iming hadiah minuman keras adalah bentuk perendahan kesucian Al Quran,” tegasnya.
Klarifikasi Resmi dari The Sounds Project
Melalui akun Instagram resminya, The Sounds Project akhirnya menyampaikan klarifikasi resmi terkait insiden yang terjadi di booth mereka. Pihak penyelenggara mengaku turut merasa kecewa dan marah atas perilaku yang terjadi di area acara mereka.
“Kami sebagai penyelenggara acara turut merasa marah, kecewa dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah dan tidak akan pernah membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apapun,” tulisnya.
“Kami tegaskan bahwa kejadian tersebut sepenuhnya di luar arahan, persetujuan dan kendali kami sebagai penyelenggara acara,” sambungnya.
Detail Challenge yang Menjadi Sorotan Publik
Sebelumnya, sebuah video merekam momen challenge hafalan surah Ad Dhuha yang sedang tren di platform media sosial. Aturan sederhana dalam challenge ini adalah jika peserta berhasil menghafal surah tersebut, maka ia akan mendapatkan minuman keras sebagai hadiah. Challenge ini diduga berlangsung di booth produk minuman keras yang berlokasi di salah satu festival musik populer. Dalam rekaman video, terlihat seorang pengunjung di tengah kerumunan berhasil menyelesaikan hafalan surah Ad Dhuha dengan lancar. Setelah itu, tepuk tangan riuh dari para pengunjung lain menandai keberhasilan tersebut. Baca juga: Berita nasional terkini
Langkah Konkret yang Telah Diambil
The Sounds Project menegaskan bahwa mereka telah mengambil langkah-langkah nyata untuk menangani masalah ini secara serius. Pihak penyelenggara telah menegur sponsor terkait dan meminta penyelesaian tuntas atas kasus ini. Selain itu, pengawalan ketat dilakukan untuk memastikan sponsor segera mengidentifikasi semua pihak yang terlibat langsung dalam insiden tersebut agar dapat dimintai pertanggungjawaban penuh.
“Kami telah menegur pihak sponsor terkait dan meminta mereka menyelesaikan kasus ini hingga tuntas. Kami melakukan pengawalan ketat agar pihak sponsor segera mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat langsung dengan insiden tersebut untuk dipertanggungjawabkan secara penuh,” tulisnya.
“Kami melakukan evaluasi internal untuk memastikan kejadian serupa tidak akan terjadi lagi dalam penyelenggaraan acara selanjutnya,” sambungnya.
Reaksi Masyarakat dan Dampak Jangka Panjang
Insiden ini memicu berbagai reaksi dari masyarakat Indonesia yang peduli terhadap isu keagamaan. Banyak netizen yang menyuarakan kekecewaan mereka melalui berbagai platform media sosial. Beberapa pihak juga meminta agar penyelenggara acara lebih selektif dalam memilih sponsor dan lebih ketat dalam mengawasi aktivitas di booth mereka. Lihat artikel lengkap di TV One News
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kontroversi Ini
Apa itu challenge hafalan surah Ad Dhuha? Challenge ini adalah tren di media sosial di mana peserta diminta menghafal surah Ad Dhuha. Jika berhasil, peserta akan mendapatkan hadiah tertentu, dalam kasus ini berupa minuman keras.
Siapa penyelenggara acara yang terlibat? The Sounds Project adalah pihak yang menyelenggarakan acara dan menjadi pusat kontroversi terkait challenge ini.
Apa tanggapan resmi MUI? MUI melalui Ketua Bidang Fatwa, Asrorun Niam Sholeh, menyatakan bahwa tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan secara keagamaan, moral etika, maupun hukum.
Langkah apa yang diambil The Sounds Project? Pihak penyelenggara telah menegur sponsor, melakukan pengawalan ketat, dan melakukan evaluasi internal untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Apakah sponsor akan dimintai pertanggungjawaban? Ya, pihak sponsor diminta untuk segera mengidentifikasi semua pihak yang terlibat langsung dalam insiden tersebut untuk dipertanggungjawabkan secara penuh.
