Skip to content
Fresh Desk
Agustus 31, 2026
Nasional

Prabowo Ingin Buat Pengadilan Ad Hoc, Menteri Hukum: Itu Hanya Contoh Saja

Charles Williams - beritanara.com 3 mins baca

Isu Prabowo Ingin Buat Pengadilan Ad Hoc kembali menjadi pembicaraan hangat di kalangan masyarakat Indonesia setelah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan

Prabowo Ingin Buat Pengadilan Ad Hoc: Klarifikasi Menteri Hukum Supratman

Beritanara.com – Isu Prabowo Ingin Buat Pengadilan Ad Hoc kembali menjadi pembicaraan hangat di kalangan masyarakat Indonesia setelah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan usulan tersebut dalam pidatonya. Menteri Hukum Supratman Andi Agtas merespons pernyataan ini dengan menjelaskan bahwa gagasan pembentukan pengadilan khusus bagi pejabat BUMN tersebut sebenarnya hanya bersifat ilustratif. Menurut Supratman, usulan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi secara menyeluruh.

Menurut penjelasan Menteri Hukum, konteks pernyataan Presiden Prabowo berkaitan erat dengan pemberantasan dan pencegahan korupsi. Ia menekankan bahwa apa yang disampaikan oleh Presiden hanyalah contoh atau gambaran dari solusi yang mungkin dapat diterapkan. Saat ini, pemerintah belum memiliki rencana konkret untuk mendirikan lembaga pengadilan Ad Hoc secara formal. Indonesia dinilai sudah memiliki mekanisme pengadilan yang memadai untuk menangani perkara korupsi yang terjadi.

Konteks Pidato Prabowo di Parlemen

Presiden Prabowo menyampaikan pidato mengenai Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) 2027 serta Nota Keuangan di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada hari Jumat tanggal 14 Agustus 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung keberadaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sering kali bermasalah dan kurang bertanggung jawab terhadap bangsa dan negara.

Bumn bumn ini kadang bekerja seenaknya, tidak bertanggung jawab kepada bangsa dan negara. Pemerintah tidak dianggap, Saya tidak paham bagaimana bisa terjadi seperti ini,

Pernyataan serupa juga pernah diungkapkan Prabowo saat berpidato dalam Sidang Tahunan MPR di Jakarta Pusat pada hari yang sama. Ia menyebut ada beberapa BUMN yang seolah tidak menganggap keberadaan pemerintah dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Hal ini menjadi dasar mengapa Presiden merasa perlu adanya mekanisme pengawasan yang lebih ketat.

Usulan Pengadilan Khusus dan Amnesti

Sebagai tindak lanjut dari pernyataannya, Prabowo mengusulkan pembentukan pengadilan Ad Hoc guna menyelidiki para pejabat BUMN yang bermasalah. Ia juga menyarankan agar pengurus direksi selama tiga puluh tahun terakhir diperiksa secara menyeluruh. Usulan ini bertujuan untuk memastikan bahwa tidak ada lagi pejabat yang luput dari pertanggungjawaban atas kesalahan yang telah dilakukan.

Mungkin harus kita bentuk suatu, pengadilan adhoc khusus untuk kita usut pengurus direksi 30 tahun kebelakang, mungkin,

Menteri Hukum Supratman menambahkan bahwa ucapan Prabowo lebih bersifat peringatan bagi seluruh pejabat negara, bukan hanya terbatas pada BUMN. Hingga kini, langkah formal belum diambil, namun pesan tersebut menjadi perhatian penting bagi semua pihak. Selain itu, Prabowo juga mengusulkan pemberian amnesti bagi mereka yang mengakui kesalahan dan memiliki niat untuk berubah. Usulan tersebut akan diserahkan kepada anggota DPR untuk diproses lebih lanjut.

Saya akan meminta, perlu kita memberi juga peluang semacam amnesti khusus untuk mereka yang bertaubat, mereka yang sadar, mereka yang mengakui. Mau saya serahkan kepada wakil-wakil rakyat untuk memutuskan,

FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Pengadilan Ad Hoc

Apa itu Pengadilan Ad Hoc? Pengadilan Ad Hoc adalah pengadilan khusus yang dibentuk untuk menangani perkara tertentu secara sementara. Pengadilan ini tidak permanen dan akan dibubarkan setelah tugasnya selesai.

Mengapa Prabowo Ingin Buat Pengadilan Ad Hoc? Pres Prabowo ingin membentuk pengadilan Ad Hoc untuk menindaklanjuti usulan pemeriksaan terhadap pejabat BUMN yang bermasalah selama tiga puluh tahun terakhir.

Apakah Ada Rencana Formal Pembentukan Pengadilan Ad Hoc? Sampai saat ini, belum ada rencana formal dari pemerintah untuk membentuk pengadilan Ad Hoc. Usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan.

Bagaimana Proses Amnesti yang Diusulkan? Amnesti yang diusulkan akan diserahkan kepada anggota DPR untuk diputuskan. Mereka yang bertaubat dan mengakui kesalahan dapat mendapat peluang untuk berubah.

Apakah Usulan Ini Hanya Untuk BUMN? Tidak, menurut Menteri Hukum Supratman, usulan ini merupakan peringatan bagi seluruh pejabat negara, bukan hanya terbatas pada BUMN.

Ikut berdiskusi