Skip to content
Fresh Desk
Agustus 31, 2026
Nasional

Pelayaran Wisata Indonesia Siap Naik Kelas? Penguatan Standar dan Pengelolaan Risiko Jadi Kunci

Elizabeth Jones - beritanara.com 3 mins baca

Industri pelayaran wisata di Indonesia kini memasuki fase transformasi penting. Dengan potensi pariwisata maritim yang terus berkembang, berbagai inisiatif

Pelayaran Wisata Indonesia Siap Naik: Standar dan Risiko Jadi Kunci

Beritanara.com – Industri pelayaran wisata di Indonesia kini memasuki fase transformasi penting. Dengan potensi pariwisata maritim yang terus berkembang, berbagai inisiatif penguatan mulai dijalankan secara masif. Upaya ini berfokus pada peningkatan standar keselamatan, verifikasi kelayakan teknis kapal, serta optimalisasi pengelolaan risiko. Semua langkah ini bertujuan agar pertumbuhan sektor pelayaran wisata dapat berlangsung secara berkelanjutan dan kompetitif di kancah internasional.

Gerakan penguatan tersebut diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman dalam rangkaian acara INSA Yacht Festival (IYF) 2026 yang digelar di Benoa, Bali. PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI menjadi salah satu pihak kunci dalam kerja sama strategis ini. Kolaborasi melibatkan berbagai pelaku industri pelayaran serta perusahaan asuransi terkemuka di dalam negeri.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Pelayaran Wisata Indonesia Siap Naik

Dalam momen penandatanganan pertama, BKI menjalin kerja sama dengan Indonesian National Shipowners’ Association (INSA), PT Jasaraharja Putera, dan PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero). Sinergi ini dirancang untuk mendorong pengembangan industri pelayaran wisata melalui peningkatan aspek keselamatan, kelayakan teknis, dan pengelolaan risiko maritim secara komprehensif.

Direktur Utama BKI, R. Benny Susanto, menekankan bahwa penguatan fungsi klasifikasi kapal serta penerapan standar keselamatan tidak bisa dilakukan secara sendiri. Diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk mencapai hasil optimal. Hal ini sejalan dengan visi menjadikan Indonesia sebagai destinasi pelayaran wisata kelas dunia.

“Melalui kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, BKI optimistis bahwa melalui penguatan fungsi klasifikasi dan penerapan standar keselamatan akan memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan dunia maritim di sektor pariwisata yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim yang mampu bersaing di tingkat global,” ujar Benny dalam keterangannya, dikutip Sabtu 15 Agustus 2026.

Selain kerja sama dengan asosiasi pelayaran dan perusahaan asuransi, BKI juga menandatangani nota kesepahaman terpisah dengan PT Tringgading Agung Pratama, PT Wisata Biru Indonesia, dan PT Pelayaran Wisata Laut Varuna Sakti. Kesepakatan tersebut berfokus pada dukungan terhadap pengembangan industri pelayaran wisata serta peningkatan standar keselamatan maritim.

Kolaborasi lintas pemangku kepentingan dinilai penting mengingat pelayaran wisata melibatkan berbagai aspek, mulai dari operasional kapal, perlindungan asuransi, hingga kepatuhan terhadap standar teknis. Dengan penguatan pada sektor-sektor tersebut, kegiatan wisata berbasis laut diharapkan dapat berjalan dengan tingkat keamanan yang lebih baik. Hal ini juga akan meningkatkan kepercayaan wisatawan domestik maupun mancanegara terhadap layanan pelayaran di Indonesia.

Bagi industri pariwisata, peningkatan keselamatan pelayaran juga memiliki dampak ekonomi yang luas. Keandalan layanan transportasi laut menjadi salah satu faktor penting dalam menarik wisatawan, khususnya pada destinasi yang mengandalkan akses antarpulau, yacht, maupun kapal wisata. Penguatan standar dan pengelolaan risiko menjadi fondasi utama untuk mewujudkan visi tersebut.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Pelayaran Wisata Indonesia

Apa itu INSA Yacht Festival (IYF) 2026? INSA Yacht Festival 2026 adalah acara tahunan yang diselenggarakan oleh Indonesian National Shipowners’ Association di Benoa, Bali, sebagai wadah kolaborasi industri pelayaran dan pariwisata maritim.

Siapa saja pihak yang terlibat dalam kerja sama penguatan pelayaran wisata? Pihak-pihak utama meliputi BKI, INSA, PT Jasaraharja Putera, PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero), serta beberapa perusahaan pelayaran wisata seperti PT Tringgading Agung Pratama dan PT Wisata Biru Indonesia.

Mengapa pengelolaan risiko penting bagi pelayaran wisata? Pengelolaan risiko yang baik memastikan keselamatan penumpang dan awak kapal, mengurangi potensi kerugian finansial, serta meningkatkan daya saing industri pelayaran wisata Indonesia di pasar global.

Berapa lama proses implementasi standar baru ini? Implementasi standar baru dilakukan secara bertahap seiring dengan penandatanganan nota kesepahaman dan evaluasi berkala terhadap kelayakan teknis kapal serta kepatuhan terhadap standar keselamatan.

Bagaimana dampaknya bagi wisatawan? Wisatawan akan menikmati layanan pelayaran yang lebih aman, nyaman, dan terpercaya, dengan standar keselamatan yang sesuai dengan ketentuan internasional.

Ikut berdiskusi