Kurangi Ketergantungan APBN, ATI Dorong Peran Swasta Ikut Pembiayaan Pembangunan Jalan Tol
Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) secara aktif mendorong partisipasi lebih besar dari sektor swasta. Tujuannya adalah untuk menurunkan ketergantungan
ATI Menggugah Sektor Swasta untuk Berkontribusi dalam Pembiayaan Jalan Tol
Mengurangi Ketergantungan pada APBN
Beritanara.com – Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) secara aktif mendorong partisipasi lebih besar dari sektor swasta. Tujuannya adalah untuk menurunkan ketergantungan pembangunan infrastruktur jalan tol terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Isu ini menjadi sorotan utama dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh ATI. Acara tersebut mengangkat tema ‘Penyelarasan Ekosistem Infrastruktur Jalan Tol untuk Pembangunan Indonesia yang Berkelanjutan’ sebagai wadah diskusi.
Dalam pelaksanaannya, pembahasan lebih difokuskan pada kepastian regulasi. Hal ini dianggap sebagai salah satu faktor penentu keberhasilan. Selain itu, kepastian dalam perencanaan serta pengambilan keputusan investasi jangka panjang juga menjadi perhatian penting bagi para investor.
Kolaborasi Antar Pemangku Kepentingan
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menekankan urgensi kerja sama antar berbagai pihak. Kolaborasi ini diperlukan untuk membangun infrastruktur jalan tol yang berkelanjutan.
“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah, Badan Usaha Jalan Tol, dunia usaha, asosiasi, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan harus bergerak dalam arah yang sama. FGD ini adalah ruang untuk menyatukan langkah, bukan sekadar menyamakan pandangan. Karena yang kita sambungkan bukan hanya jalan, tetapi menyambungkan produksi dengan pasar, investasi dengan pekerjaan, dan pertumbuhan dengan kesejahteraan,” kata Dody di Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Transformasi Industri Jalan Tol
Rivan A. Purwantono, selaku Ketua Umum ATI, menyampaikan bahwa peningkatan kualitas pelayanan dan keselamatan pengguna jalan harus sejalan dengan keberlanjutan iklim investasi. Penyelarasan arah kebijakan bersama menjadi kunci utamanya.
Rivan menjelaskan bahwa industri jalan tol kini telah mengalami transformasi signifikan. Peran mereka tidak lagi terbatas sebagai penyedia infrastruktur fisik semata. Kini, mereka menjadi bagian integral dari ekosistem transportasi dan pembangunan nasional. Kontribusi mereka mencakup mobilitas masyarakat, distribusi logistik, pertumbuhan ekonomi, serta pengembangan wilayah.
“Orientasi kami di ATI adalah mewujudkan industri jalan tol yang terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi, serta didukung oleh iklim investasi yang sehat dan tata kelola yang efektif,” kata Rivan.
Lebih lanjut, Rivan menambahkan bahwa dengan dukungan pemerintah dan kolaborasi yang baik, ATI ingin membangun ekosistem jalan tol yang menciptakan nilai secara berkelanjutan. Nilai tersebut dirasakan oleh pengguna jalan, negara, maupun pelaku industri. Forum yang diselenggarakan hari ini dianggap sebagai langkah awal yang perlu ditindaklanjuti secara konkret.
“Forum hari ini merupakan langkah awal yang perlu kita tindak lanjuti secara konkret, baik melalui pembentukan working group maupun penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) secara berkala. Berbagai perspektif dan masukan berharga hari ini menjadi modal penting untuk menyelaraskan langkah serta memperkuat ekosistem jalan tol nasional yang berkelanjutan,” sambungnya.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Kurangi Ketergantungan APBN ATI Dorong Peran?
Kurangi Ketergantungan APBN ATI Dorong Peran is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Kurangi Ketergantungan APBN ATI Dorong Peran matter?
Kurangi Ketergantungan APBN ATI Dorong Peran matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
