Skip to content
Fresh Desk
Agustus 31, 2026
Nasional

Jempol Kaki Kiri Sutrimo yang Diduga Karumga Febrie Hilang, Tim Forensik Ungkap Temuan Ini Usai Bongkar Makam

Elizabeth Jones - beritanara.com 3 mins baca

Identitas jenazah yang diekshumasi dari makam di Banyumas, Jawa Tengah, akhirnya terkonfirmasi sebagai Sutrimo. Pengumuman ini disampaikan oleh tim forensik

Tim Forensik Bongkar Makam: Jempol Kaki Kiri Sutrimo Hilang, Ini Temuan Penting

Beritanara.com – Identitas jenazah yang diekshumasi dari makam di Banyumas, Jawa Tengah, akhirnya terkonfirmasi sebagai Sutrimo. Pengumuman ini disampaikan oleh tim forensik setelah melakukan pencocokan menyeluruh terhadap berbagai ciri fisik dengan data yang diberikan oleh keluarga almarhum. Salah satu penanda paling signifikan yang ditemukan adalah hilangnya jempol kaki kiri Sutrimo pada jenazah tersebut.

Keterangan mengenai temuan unik ini disampaikan langsung oleh Brigadir Jenderal Polisi Sumy Hastry Purwanti, yang menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Dokter Forensik dan Medikolegal Indonesia (PDFMI). Menurut beliau, ciri jari kaki kiri yang tidak memiliki jempol menjadi salah satu indikator utama dalam proses identifikasi.

“Berdasarkan dari ciri jari kaki kiri yang jempol yang tidak ada,” kata Brigadir Jenderal Polisi Sumy Hastry Purwanti, dikutip Kamis, 13 Agustus 2026.

Selain ciri unik pada jari kaki, tim forensik juga menemukan bekas luka di bagian bahu kanan jenazah. Luka tersebut sesuai dengan informasi yang sebelumnya diketahui oleh keluarga sebagai bekas operasi kecil. Temuan ini semakin memperkuat kepastian identitas jenazah yang ditemukan.

“Juga bekas luka yang menurut keluarga sudah pernah diambil luka di bahu kanan karena bekas psikiatrik ya (bekas operasi kecil),” tuturnya.

Hasil Pemeriksaan Awal: Tidak Ada Tanda Kekerasan pada Jenazah

Misteri seputar kematian Sutrimo masih belum sepenuhnya terpecahkan meskipun makamnya telah dibuka dan jasadnya diperiksa secara menyeluruh. Hasil pemeriksaan awal justru mengindikasikan tidak adanya luka yang terlihat secara kasat mata yang mengarah pada adanya kekerasan. Tim forensik melaporkan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda luka akibat benda tumpul maupun benda tajam pada tubuh almarhum.

Namun, temuan ini belum cukup untuk memastikan mekanisme kematian pria berusia 42 tahun tersebut. Ketua Tim Forensik, Ahmad Yudianto, menjelaskan bahwa pemeriksaan lanjutan masih diperlukan untuk menemukan penyebab kematian secara ilmiah. Proses ini melibatkan pengambilan sampel-sampel untuk analisis lebih mendalam.

“Dari hasil pemeriksaan luar dan pemeriksaan dalam, secara visual kami tidak mendapatkan tanda-tanda luka yang di mana diakibatkan oleh karena kekerasan tumpul maupun kekerasan tajam. Untuk itu kami melakukan pemeriksaan lebih lanjut guna mengambil sampel-sampel untuk memastikan, mencari penyebab pasti kematian,” kata Yudi kepada wartawan, Rabu, 12 Agustus 2026.

Klarifikasi Status Sutrimo dari Pihak Febrie Adriansyah

Sosok Sutrimo yang kematiannya kini tengah diselidiki oleh polisi mendapat klarifikasi penting dari pihak mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Selama ini, Sutrimo sering disebut sebagai Kepala Rumah Tangga (Karumga) Febrie, namun hal tersebut perlu diluruskan. Pengacara Febrie, Firman Wijaya, menyatakan bahwa informasi mengenai posisi Sutrimo selama ini perlu dikoreksi.

Menurutnya, Sutrimo bukanlah Karumga Febrie, melainkan seorang pekerja yang ditugaskan untuk menjaga bangunan Klinik Mordent. Sutrimo disebut lebih banyak tinggal dan menjaga bangunan Klinik Mordent yang saat ini sudah dalam kondisi kosong. Klarifikasi ini memberikan konteks baru mengenai peran dan kedekatan Sutrimo dengan keluarga Febrie Adriansyah.

Proses investigasi terhadap kasus ini masih terus berlangsung. Polisi dan tim forensik terus melakukan berbagai pemeriksaan untuk mendapatkan kejelasan mengenai penyebab kematian Sutrimo. Masyarakat diharapkan tetap menunggu hasil akhir dari proses investigasi yang sedang berjalan.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kasus Sutrimo

1. Kapan makam Sutrimo dibuka? Makam Sutrimo dibuka pada hari Rabu, 12 Agustus 2026, sesuai dengan laporan tim forensik.

2. Apa ciri fisik utama yang mengidentifikasi jenazah sebagai Sutrimo? Ciri fisik utama adalah hilangnya jempol pada kaki kiri jenazah, serta bekas luka di bahu kanan.

3. Apakah Sutrimo benar-benar Karumga Febrie? Tidak. Berdasarkan klarifikasi dari pengacara Febrie, Sutrimo adalah pekerja yang menjaga Klinik Mordent, bukan Karumga Febrie.

4. Berapa usia Sutrimo saat meninggal? Sutrimo berusia 42 tahun saat kematiannya.

5. Apa temuan penting dari pemeriksaan forensik? Tidak ditemukan tanda-tanda luka akibat kekerasan tumpul maupun tajam pada tubuh jenazah.

Ikut berdiskusi