Istana Pastikan Anugerah Gelar Bintang Tanda Jasa Digelar Sepakan Setelah HUT RI
Jakarta – Istana Negara telah memastikan bahwa upacara penganugerahan gelar kehormatan dan tanda jasa akan dilaksanakan sekitar satu pekan setelah peringatan
Istana Pastikan Anugerah Gelar Bintang Tanda Jasa Digelar Sepakan
Beritanara.com – Jakarta – Istana Negara telah memastikan bahwa upacara penganugerahan gelar kehormatan dan tanda jasa akan dilaksanakan sekitar satu pekan setelah peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Istana Pastikan Anugerah Gelar Bintang Tanda Jasa ini merupakan tradisi tahunan yang selalu ditunggu oleh para tokoh nasional dan masyarakat Indonesia. Upacara yang akan digelar di Istana Merdeka ini akan menghadirkan berbagai kategori penerima penghargaan dari berbagai bidang profesi dan latar belakang.
Waktu Pelaksanaan dan Proses Finalisasi
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, memberikan klarifikasi resmi mengenai jadwal pelaksanaan upacara penganugerahan. Menurut beliau, proses finalisasi daftar penerima penghargaan masih terus berjalan hingga saat ini. Tim khusus yang menangani urusan tanda jasa dan gelar kehormatan bekerja keras untuk memastikan bahwa setiap nama yang masuk dalam daftar telah melalui proses seleksi yang ketat dan transparan.
Direncanakan satu minggu setelah peringatan detik-detik Proklamasi, kata Prasetyo saat ditemui wartawan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada Rabu (12/8/2026).
Presiden Prabowo Subianto juga telah melakukan beberapa kali diskusi intensif terkait calon-calon penerima tanda jasa dan tanda kehormatan tahun ini. Hal ini menunjukkan bahwa proses seleksi tidak hanya dilakukan oleh tim teknis, tetapi juga melibatkan langsung pimpinan negara dalam menentukan siapa-siapa saja yang layak menerima penghormatan tertinggi dari bangsa Indonesia.
Kategori Penerima yang Lebih Luas
Tahun ini, pemerintah membuka kesempatan yang lebih luas bagi berbagai kalangan untuk menerima anugerah kehormatan. Tidak hanya terbatas pada tokoh politik atau militer, tetapi juga mencakup para inovator, ilmuwan, dan pelaku teknologi yang telah memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia.
Belum, sedang kita finalisasi tapi kami pastikan bahwa akan banyak sekali variasinya, ujarnya.
Salah satu kelompok yang mendapat perhatian khusus dari pemerintah adalah individu-individu yang memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan teknologi. Tokoh-tokoh yang telah menghasilkan paten dan karya-karyanya diakui secara internasional juga menjadi bagian dari pertimbangan utama dalam proses seleksi tahun ini.
Kami juga sudah beberapa kali berdiskusi dengan Bapak Presiden ya jadi banyak individu-individu yang menurut tim, apa namanya, tim tanda jasa dan gelar itu yang kita anggap layak juga untuk kita berikan penghargaan-penghargaan, katanya.
Prasetyo menambahkan bahwa individu yang mengabdikan diri di bidang teknologi hingga memiliki paten-paten yang diakui dunia internasional merupakan salah satu kategori yang masuk dalam daftar penerima. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mendorong inovasi dan teknologi sebagai penggerak utama pembangunan nasional.
Keragaman dan Jumlah Penerima
Penghargaan negara tidak hanya diperuntukkan bagi peneliti, pejabat, atau tokoh dari bidang tertentu saja. Hampir seluruh unsur masyarakat memiliki peluang untuk masuk dalam daftar selama memiliki prestasi dan pengabdian yang memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh pemerintah.
Hampir, hampir semuanya, kata Prasetyo.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan jumlah penerima tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya, Mensesneg menyatakan bahwa hal tersebut belum dapat dipastikan. Pemerintah masih melakukan proses penyaringan sehingga jumlah penerima belum mengerucut. Namun, berdasarkan informasi yang beredar, diperkirakan akan ada peningkatan jumlah penerima dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kalau secara jumlah belum, belum mengerucut, ujarnya.
Ia juga menepis anggapan bahwa penghargaan diberikan semata-mata untuk mereka yang belum pernah menerima tanda kehormatan sebelumnya. Menurut Prasetyo, pertimbangan utama tetap pada prestasi dan kontribusi yang telah diberikan kepada negara, bukan pada status penerima sebelumnya.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Anugerah Gelar Bintang
1. Kapan upacara penganugerahan gelar bintang akan digelar?
Upacara akan dilaksanakan sekitar satu pekan setelah HUT RI ke-81, tepatnya satu minggu setelah detik-detik Proklamasi kemerdekaan.
2. Siapa saja yang bisa menerima anugerah gelar bintang?
Hampir seluruh unsur masyarakat, termasuk tokoh politik, militer, ilmuwan, inovator, dan pelaku teknologi yang memiliki prestasi dan pengabdian nyata bagi Indonesia.
3. Apakah ada batasan jumlah penerima tahun ini?
Jumlah penerima belum mengerucut karena proses finalisasi masih berlangsung. Namun, diperkirakan akan ada peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
4. Apa saja kriteria utama untuk menerima anugerah?
Kriteria utama meliputi prestasi, kontribusi terhadap negara, dan pengabdian yang telah diberikan. Status penerima sebelumnya bukan menjadi pertimbangan utama.
5. Apakah tokoh teknologi masuk dalam kategori penerima?
Ya, individu yang memiliki paten dan karya yang diakui internasional, terutama dari bidang teknologi, menjadi salah satu kategori prioritas penerima penghargaan.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai upacara penganugerahan, pembaca dapat mengunjungi halaman berita nasional TVOne atau mengikuti perkembangan terbaru melalui artikel lengkap di sini.
