Film Paket Santet, Kisah Masa Lalu Berubah Ancaman Mengerikan Siap Teror Bioskop 27 Agustus
Penonton Indonesia yang gemar genre horor akan segera disuguhi pengalaman baru di layar lebar. Film Paket Santet Kisah Masa dijadwalkan tayang serentak di
Film Paket Santet: Horor Bioskop 27 Agustus
Beritanara.com – Penonton Indonesia yang gemar genre horor akan segera disuguhi pengalaman baru di layar lebar. Film Paket Santet Kisah Masa dijadwalkan tayang serentak di seluruh jaringan bioskop mulai 27 Agustus 2026. Berbeda dari judul-judul sejenis yang mengandalkan setan atau hantu klasik, karya ini menaruh akar ceritanya pada praktik santet yang masih hidup di ruang-ruang sosial masyarakat. Paket misterius yang tiba tanpa pengirim menjadi pemicu rangkaian teror yang perlahan mengurai luka lama dari masa lalu para tokohnya.
Tim Produksi dan Arah Kreatif
Proyek ini digarap oleh BASE Entertainment, rumah produksi yang beberapa tahun terakhir konsisten menghadirkan judul-judul horor dengan pendekatan sinematik yang lebih matang. Di balik layar, tiga nama duduk sebagai produser: Shanty Harmayn, Aoura Lovenson Chandra, dan Tanya Yuson. Naskah filmnya merupakan hasil kolaborasi tiga penulis—Obe Karel, Titien Wattimena, dan Ambaridzki Ramadhantyo—yang bersama-sama merajut premis sederhana menjadi narasi berlapis.
Shanty Harmayn, yang juga memegang kendali kreatif, menggarisbawahi filosofi di balik proyek ini dalam pernyataan yang dirilis pada Rabu (19/8/2026):
“Paket Santet berangkat dari sesuatu yang sangat dekat dengan keseharian. Kami ingin membuat horor yang bukan hanya memberikan ketakutan, tetapi punya angle lain yang juga membuat penonton berpikir tentang konsekuensi dari perilaku kita terhadap orang lain.”
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa film ini tidak sekadar mengejar lompatan di kursi bioskop. Tim kreatifnya secara sadar menyisipkan dimensi sosial—bagaimana kata-kata kejam, pengucalan, atau tindakan kecil yang dianggap remeh dapat berbuah dendam yang melampaui batas nalar.
Alur, Karakter, dan Dimensi Psikologis
Tujuh mahasiswa menjadi episentrum cerita. Kehidupan kampus mereka—kuliah, nongkrong, konflik kecil antar teman—tiba-tiba terputus ketika sebuah kiriman tak dikenal mendarat di tangan salah satu anggota kelompok. Sejak detik itu, teror yang tidak dapat dijelaskan secara rasional mulai mengintai satu per satu. Setiap anggota kelompok menghadapi ancaman yang berbeda, memaksa mereka mengorek kembali ingguan yang selama ini mereka kubur.
Inti narasi terletak pada pembalasan dendam. Teror mistis yang menghantui para tokoh sesungguhnya merupakan manifestasi dari kejadian masa lalu yang dulu mereka anggap sepele. Dengan demikian, Film Paket Santet Kisah Masa menempatkan penonton pada posisi reflektif: siapa yang pernah kita sakiti, dan apakah luka itu benar-benar sudah sembuh?
Peran-peran utama diisi oleh tujuh aktor muda: Fatih Unru sebagai Deva, Yasamin Jasem sebagai Bela, Gabriella Ekaputri sebagai Celia, Fadly Faisal sebagai Ale, Fiki Naki sebagai Firza, Farandika sebagai Glen, serta Azela Putri sebagai Kiki. Kombinasi wajah-wajah baru ini diharapkan menghadirkan energi segar sekaligus kredibilitas emosional bagi setiap karakter.
FAQ: Informasi Praktis Penonton
Kapan Film Paket Santet Kisah Masa tayang di bioskop? Film ini dijadwalkan rilis serentak pada 27 Agustus 2026 di seluruh jaringan bioskop Indonesia. Jadwal pemutaran per kota dapat dicekik melalui aplikasi atau situs resmi jaringan bioskop masing-masing.
Apakah film ini cocok untuk semua usia? Dengan elemen gore dan atmosfer horor yang intens, film ini lebih ditujukan bagi penonton remaja ke atas. Orang tua disarankan mempertimbangkan usia anak sebelum mengajak menonton.
Siapa yang memproduksi dan menulis naskah? BASE Entertainment bertindak sebagai rumah produksi. Naskah ditulis oleh Obe Karel, Titien Wattimena, dan Ambaridzki Ramadhantyo, dengan Shanty Harmayn, Aoura Lovenson Chandra, dan Tanya Yuson sebagai produser.
Apa tema utama yang ingin disampaikan? Di balik lapisan horor, film ini mengeksplorasi konsekuensi sosial dari perilaku sehari-hari—terutama bagaimana luka emosional yang diabaikan dapat bertransformasi menjadi ancaman eksistensial. Tim kreatif secara eksplisit ingin penonton keluar dari bioskop dengan pertanyaan, bukan hanya dengan keringat dingin.
