Skip to content
Fresh Desk
Agustus 31, 2026
Liga Internasional

Resmi! Ole Romeny Dicoret dari Fortuna Sittard untuk 3 Laga Imbas Kartu Merah Kontra AZ Alkmaar

Elizabeth Jones - beritanara.com 3 mins baca

Resmi Ole Romeny Dicoret dari daftar pemain Fortuna Sittard untuk tiga pertandingan beruntun. Keputusan itu dijatuhkan oleh Komite Disiplin KNVB setelah sang

Resmi! Ole Romeny Dicoret dari Fortuna Sittard untuk 3 Laga Imbas Kartu Merah Kontra AZ Alkmaar

Resmi: Ole Romeny Dicoret Tiga Laga

Beritanara.com – Resmi Ole Romeny Dicoret dari daftar pemain Fortuna Sittard untuk tiga pertandingan beruntun. Keputusan itu dijatuhkan oleh Komite Disiplin KNVB setelah sang penyerang, yang juga menjadi andalan lini depan Timnas Indonesia, menerima kartu merah langsung saat klubnya menghadapi AZ Alkmaar di kandang sendiri. Sanksi tersebut langsung mengubah peta persaingan skuad di pekan-pekan awal Eredivisie 2026/2027.

Struktur hukuman yang dijatuhkan terdiri atas dua larangan bermain otomatis ditambah satu laga kondisional. Laga kondisional itu hanya akan dieksekusi apabila Romeny mengulangi jenis pelanggaran serupa selama masa pengawasan berlangsung. Dengan kata lain, satu tempat duduk di tribun masih menggantung di atas kepalanya hingga akhir periode tersebut.

Rekonstruksi Insiden di Stadion Fortuna

Laga pekan pembuka antara Fortuna Sittard dan AZ Alkmaar berlangsung pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Baru sekitar lima menit berjalan, wasit Serdar Gozubuyuk sudah mengeluarkan kartu merah langsung ke arah Romeny. Penyebabnya adalah tekel terlambat yang mengenai pergelangan kaki Mateo Chavez Garcia, gelandang lawan. Keputusan itu diambil tanpa perlu meninjau ulang melalui VAR.

Kehilangan satu pemain sejak menit kelima memaksa pelatih Fortuna Sittard mengubah formasi secara drastis. Tim tuan rumah bertahan dengan blok rendah dan mencoba memanfaatkan serangan balik. Strategi itu cukup berhasil menahan skor 0-0 hingga turun minum. Namun, memasuki babak kedua, dua gol kebobolan beruntun membuat laga berakhir dengan kekalahan 0-2. Kekalahan tersebut menjadi catatan buruk tambahan di atas sanksi individu yang menimpa Romeny.

Jadwal yang Terpengaruh dan Dampak Taktis

Dengan sanksi tiga laga, Romeny dipastikan absen saat Fortuna Sittard bertandang ke markas FC Groningen pada 29 Agustus 2026. Ia juga tidak akan tersedia ketika klub menjamu ADO Den Haag pada 6 September 2026. Satu laga kondisional tambahan masih berlaku apabila pelanggaran serupa terulang.

Kehilangan penyerang utama di fase pembuka musim tentu mengganggu skema serangan yang telah dirancang staf kepelatihan. Manajer tim kini harus mengandalkan opsi cadangan atau menyesuaikan pendekatan ofensif untuk menutupi kekosongan di lini depan. Tekanan tambahan juga datang dari ekspektasi suporter yang menginginkan hasil positif di kandang sendiri.

Stance Klub: Tanpa Banding

Fortuna Sittard memilih menerima proposal hukuman KNVB secara utuh tanpa menempuh jalur banding. Berikut kutipan dari pernyataan resmi klub:

“Fortuna Sittard telah menerima proposal dari KNVB untuk Ole Romeny: skorsing tiga pertandingan, salah satunya kondisional. Klub kini menyetujui proposal tersebut. Oleh karena itu Romeny absen dalam pertandingan melawan Groningen dan ADO Den Haag.”

Keputusan tidak mengajukan banding berarti sanksi berlaku efektif sejak pengumuman resmi terbit. Tidak ada ruang negosiasi ulang, dan jadwal absen sudah terkunci di sistem kompetisi.

FAQ: Hal yang Perlu Diketahui

Apakah sanksi ini bisa dibatalkan melalui banding?

Tidak. Karena Fortuna Sittard telah menerima proposal KNVB secara resmi, jalur banding sudah tertutup. Sanksi tiga laga berlaku penuh sejak tanggal pengumuman.

Apakah Romeny tetap bisa membela Timnas Indonesia?

Sanksi KNVB berlaku khusus untuk kompetisi di bawah yurisdiksi federasi Belanda. Selama tidak ada jeda internasional yang bertepatan dengan jadwal klub, Romeny secara teknis tidak terhalang untuk tampil di level internasional. Namun, ketersediaan fisik dan persetujuan klub tetap menjadi faktor penentu.

Berapa lama masa pengawasan untuk laga kondisional?

Masa pengawasan mengikuti ketentuan standar KNVB untuk sanksi kondisional, yakni berlaku sepanjang sisa musim kompetisi berjalan. Selama periode itu, setiap pelanggaran serupa akan mengaktifkan satu laga larangan tambahan.

Ikut berdiskusi