Ajax Gagal Menang di Kandang, Maarten Paes Kembali Menanti Kesempatan
Beritanara.com – Ajax Amsterdam belum mampu memaksimalkan laga kandang saat menjamu NEC Nijmegen pada pekan kedelapan Eredivisie, Sabtu (10/10/2026). Bermain di Johan Cruijff ArenA, Ajax harus menerima hasil imbang 1-1 meski sempat unggul lebih dahulu dan mendapat dukungan besar dari publik Amsterdam.
Hasil tersebut menjadi pukulan bagi ambisi Ajax untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen. Tiga poin yang diincar di hadapan pendukung sendiri akhirnya lepas setelah NEC menunjukkan respons cepat terhadap gol pembuka tuan rumah.
Di saat yang sama, perhatian juga mengarah kepada Maarten Paes. Kiper Timnas Indonesia itu kembali belum memperoleh kesempatan tampil sebagai penjaga gawang utama Ajax. Posisi di bawah mistar masih menjadi milik Marc-Andre ter Stegen, yang justru menghadapi kritik dari sebagian suporter setelah pertandingan berakhir.
Gol Cepat Ajax Tidak Bertahan Lama
Ajax memulai pertandingan dengan pendekatan menyerang. Mereka berusaha menguasai bola, membangun tekanan dari awal, dan mencari gol cepat agar dapat mengendalikan ritme laga. Strategi itu membuahkan hasil pada menit ketujuh.
Tolu Arokodare membawa Ajax unggul 1-0 lewat gol yang membuat atmosfer stadion semakin bergairah. Keunggulan dini tersebut sempat memberi kesan bahwa tuan rumah akan mampu menjalani pertandingan dengan lebih nyaman.
Namun, NEC Nijmegen tidak membiarkan Ajax menikmati keunggulan terlalu lama. Tim tamu memperoleh penalti, lalu Tjaronn Chery menjalankan tugasnya dengan baik pada menit ke-19. Skor kembali seimbang menjadi 1-1 dan mengubah dinamika laga.
Setelah gol penyama kedudukan itu, kedua tim terus berusaha menciptakan peluang. Ajax ingin merebut kembali kendali dan menutup pertandingan dengan kemenangan, sedangkan NEC berupaya menjaga disiplin permainan sambil mencari celah untuk memberi ancaman tambahan.
Tidak ada gol lain yang tercipta hingga peluit akhir. Ajax pun hanya menambah satu poin, sebuah hasil yang terasa kurang memuaskan mengingat mereka bermain di kandang dan sempat berada di posisi unggul.
Paes Belum Mendapat Giliran
Bagi Maarten Paes, laga melawan NEC kembali menjadi pertandingan yang dijalani dari luar lapangan. Kiper Timnas Indonesia tersebut belum dipilih untuk mengawal gawang Ajax, sehingga kesempatan tampil reguler masih harus ditunggu.
Situasi itu menarik perhatian karena Paes datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah membantu Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Pencapaian bersama skuad Garuda menjadi modal penting bagi sang penjaga gawang, tetapi persaingan untuk merebut posisi utama di klub tetap berjalan ketat.
Dalam sepak bola, performa di tim nasional tidak selalu langsung menentukan pilihan di level klub. Seorang pemain tetap perlu menyesuaikan diri dengan kebutuhan taktik, keputusan staf pelatih, serta persaingan internal pada setiap pekan pertandingan.
Paes kini masih menunggu peluang untuk membuktikan kualitasnya bersama Ajax. Hasil imbang melawan NEC juga menambah sorotan terhadap persaingan di posisi kiper, terutama ketika pilihan utama tim tidak lepas dari evaluasi pendukung.
Ter Stegen Menjadi Sasaran Kritik
Marc-Andre ter Stegen tetap dipercaya tampil sejak menit awal. Kiper asal Jerman yang sebelumnya membela Barcelona itu menjadi figur yang disorot setelah Ajax gagal mengamankan kemenangan.
Sejumlah penggemar menilai penguasaan bola Ter Stegen terlalu lambat dalam beberapa momen. Kritik tersebut berfokus pada cara sang kiper membawa bola dan mengatur tempo, yang dianggap dapat memperlambat transisi serangan Ajax.
“Hal yang paling membuat saya kesal semalam adalah ketika Ter Stegen justru berjalan santai ke lingkaran tengah lapangan dengan membawa bola,” keluh seorang penggemar.
Keluhan seperti itu menunjukkan besarnya tuntutan terhadap pemain Ajax, terutama ketika tim tampil di kandang tetapi tidak mampu menuntaskan laga dengan tiga poin. Posisi kiper modern memang tidak hanya dinilai dari penyelamatan, melainkan juga dari ketenangan saat membangun permainan dan kecepatan mengambil keputusan.
Meski demikian, hasil imbang tidak dapat dibebankan kepada satu pemain saja. Ajax unggul lebih dahulu, lalu gagal mengubah sejumlah fase permainan berikutnya menjadi gol tambahan. Dalam pertandingan yang ketat, efektivitas serangan dan konsentrasi saat menghadapi situasi penting sama-sama menentukan.
Persaingan Kiper Ajax Makin Menarik
Keputusan untuk tetap memasang Ter Stegen memperlihatkan bahwa ia masih menjadi pilihan utama Ajax. Akan tetapi, kritik suporter serta hasil yang belum memuaskan dapat membuat persaingan di posisi tersebut semakin diperhatikan pada pertandingan-pertandingan berikutnya.
Bagi Paes, keadaan ini membuka ruang untuk terus bersiap. Kesempatan dalam sepak bola dapat muncul melalui rotasi, kebutuhan taktik, jadwal padat, atau perubahan keputusan pelatih. Ketika peluang itu datang, kesiapan menjadi faktor paling penting.
Ajax sendiri perlu segera menemukan kembali konsistensi agar tidak kehilangan lebih banyak poin dalam persaingan Eredivisie. Imbang 1-1 melawan NEC Nijmegen memang bukan hasil yang sepenuhnya buruk, tetapi bagi klub sebesar Ajax, pertandingan kandang biasanya dipandang sebagai kesempatan besar untuk mengumpulkan kemenangan.
Sementara itu, publik Indonesia akan terus menantikan momen ketika Maarten Paes mendapat kesempatan menjaga gawang Ajax. Gelar FIFA ASEAN Cup 2026 bersama Timnas Indonesia telah menambah catatan positif dalam perjalanannya, dan tantangan berikutnya adalah mengubah modal tersebut menjadi menit bermain di level klub.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Maarten Paes Terpinggirkan Lagi Fans Belanda?
Maarten Paes Terpinggirkan Lagi Fans Belanda is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Maarten Paes Terpinggirkan Lagi Fans Belanda matter?
Maarten Paes Terpinggirkan Lagi Fans Belanda matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

