Skip to content
Fresh Desk
Agustus 31, 2026
Liga Internasional

Dulu Tolak Timnas Indonesia Demi Belanda, Kini Tijjani Reijnders Jadi Sasaran Amukan Fans De Oranje Usai Cetak Gol di Liga Arab Saudi

Robert Williams - beritanara.com 4 mins baca

Dulu Tolak Timnas Indonesia Demi Belanda, sebuah keputusan yang kala itu memicu perdebatan panjang di kalangan suporter dua negara. Kini, ironi itu kembali

Dulu Tolak Timnas Indonesia Demi Belanda, Kini Tijjani Reijnders Jadi Sasaran Amukan Fans De Oranje Usai Cetak Gol di Liga Arab Saudi

Tijjani Reijnders Ditolak Fans Belanda Usai Gol di Arab Saudi

Beritanara.com – Dulu Tolak Timnas Indonesia Demi Belanda, sebuah keputusan yang kala itu memicu perdebatan panjang di kalangan suporter dua negara. Kini, ironi itu kembali menghantui Tijjani Reijnders. Gol pembuka yang ia ciptakan bersama Al Qadsiah di Saudi Pro League bukan disambut tepuk tangan, melainkan deretan komentar pedas dari pendukung De Oranje di media sosial. Sang gelandang berdarah Indonesia justru menjadi sasaran amukan dari fans negara yang dulu ia pilih wakili di level internasional.

Al Qadsiah Tundukkan NEOM 2-0 di King Khalid Sport Stadium

Laga pekan ini di King Khalid Sport Stadium berlangsung pada Selasa (25/08/2026) dan berakhir dengan kemenangan telak Al Qadsiah atas NEOM dengan skor 2-0. Reijnders, yang beroperasi di lini tengah, memecah kebuntuan pada menit ke-29. Sepakan terukur dari luar area penalti meluncur kencang ke sudut gawang, tak mampu dijangkau oleh kiper lawan. Gol tersebut menjadi pembuka rekening pertamanya di kompetisi Arab Saudi setelah meninggalkan Manchester City.

Keunggulan Al Qadsiah kemudian diperlebar oleh Mateo Retegui. Penyerang asal Argentina itu mengonversi tendangan penalti pada menit ke-56, memastikan tiga poin penuh bagi tim tuan rumah. Hasil kemenangan ini mengerek posisi Al Qadsiah ke peringkat kedua klasemen sementara Liga Arab Saudi, menegaskan ambisi klub untuk bersaing di papan atas musim ini.

Bagi Reijnders sendiri, gol ke gawang NEOM bukan sekadar statistik. Ia menandai adaptasi awal sang gelandang di lingkungan baru yang secara taktik dan fisik berbeda jauh dari Liga Premier Inggris. Namun, alih-alih mendapat apresiasi dari publik Belanda, respons yang ia terima justru berupa gelombang kritik tajam.

Banjir Hujatan dari Suporter De Oranje

Menurut laporan VoetbalPrimeur, komentar negatif membanjiri unggahan media sosial Reijnders begitu gol tersebut tercatat. Sebagian pendukung Timnas Belanda memandang perpindahan sang gelandang dari Manchester City ke Arab Saudi sebagai kemunduran karier, bukan langkah strategis yang wajar. Nada meremehkan dan sindiran personal menjadi tema dominan dalam kolom komentar.

Akun bernama Smits menyindir pilihan karier Reijnders dengan kalimat yang menyiratkan penghinaan:

“Dari seorang pemain sepak bola menjadi seorang pemalas, baiklah, setidaknya katakanlah dengan jujur.”

Kritik lebih tajam datang dari akun Bier maakt je mooi, yang menyebut Reijnders beserta beberapa pemain lain lebih mementingkan pundi-pundi finansial ketimbang persaingan di Eropa:

“Singkirkan saja semua pencari uang seperti Reijnders, Summerville, Geertruida, dan Guus Til mulai sekarang, urusi saja sendiri dengan dolar minyakmu dan kehidupan hampa milikmu.”

Suara berbeda terdengar dari akun Rearman. Ia justru menyesalkan keputusan Reijnders meninggalkan panggung elite Eropa, menilai sang gelandang masih layak bersaing di level tertinggi dan meraih gelar bergengsi:

“Sayang sekali, karena Reijnders sebenarnya bisa saja bermain di beberapa gelar Liga Premier lagi atau di puncak liga lain.”

Kontras antara sambutan hangat di Arab Saudi dan dinginnya respons dari Belanda menciptakan narasi yang semakin memanas. Dulu Tolak Timnas Indonesia Demi Belanda menjadi kalimat yang kini diulang-ulang oleh warganet sebagai pengingat bahwa pilihan karier dan pilihan negara tidak selalu berjalan searah.

Konteks Karier dan Dilema Identitas

Reijnders lahir dari keluarga berdarah Indonesia dan pernah mendapat panggilan dari Timnas Indonesia. Namun, ia memilih jalur naturalisasi untuk membela Belanda, keputusan yang kala itu memicu reaksi campur di kedua belahan. Kini, setelah meninggalkan Manchester City dan memilih tantangan finansial di Arab Saudi, sang pemain menghadapi tekanan ganda: membuktikan kualitas di liga baru sekaligus menghadapi stigma dari fans negara yang pernah ia wakili.

Para pengamat sepak bola menilai bahwa fenomena ini bukan kasus tunggal. Sejumlah pemain Eropa memilih liga Asia untuk alasan finansial dan gaya hidup, namun jarang mendapat pemahaman dari basis suporter di negara asal. Reijnders menjadi contoh terbaru bagaimana narasi “pengkhianat” dapat terbentuk hanya dalam hitungan menit setelah sebuah gol dicetak di benua lain.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Reaksi Fans Belanda

Apakah gol Reijnders di Arab Saudi benar-benar memicu kontroversi? Ya. Berdasarkan laporan VoetbalPrimeur, sejumlah akun media sosial pendukung De Oranje menyindir pilihan karier sang gelandang setelah gol ke gawang NEOM pada 25 Agustus 2026.

Di mana Reijnders bermain sebelum bergabung ke Al Qadsiah? Tijjani Reijnders sebelumnya berkarier di Manchester City, Liga Premier Inggris, sebelum pindah ke Arab Saudi.

Apakah Reijnders pernah dipanggil Timnas Indonesia? Ya. Ia pernah mendapat panggilan dari Timnas Indonesia namun memilih jalur naturalisasi untuk membela Belanda, sebuah keputusan yang kini kembali menjadi bahan perdebatan publik.

Bagaimana posisi Al Qadsiah setelah kemenangan atas NEOM? Al Qadsiah naik ke peringkat kedua klasemen sementara Liga Arab Saudi usai menang 2-0 atas NEOM pada pekan tersebut.

Ikut berdiskusi