Jatim

Dua Hari Dicari, Pria Hilang di Sungai Brantas Jombang Ditemukan Tewas

6aa21908377fd-tim-gabungan-saat-evakuasi-jazad-warga-jombang-yang-ditemukan-tewas-di-sungai-brantas-jombang_488_274

Pencarian Dua Hari di Sungai Brantas Berakhir Duka

Beritanara.com – Upaya menemukan Suparno (58), warga Desa Menturus, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang, berakhir dengan kabar duka. Pria yang sebelumnya dilaporkan hilang di aliran Sungai Brantas, wilayah Desa Keboan, Kecamatan Ngusikan, ditemukan sudah tidak bernyawa pada Selasa (8/9).

Tim SAR gabungan melakukan pencarian selama dua hari setelah Suparno tidak diketahui keberadaannya sejak Senin (7/9/2026) pagi. Saat ditemukan, tubuh korban berada di antara tanaman eceng gondok yang menumpuk di sungai.

Lokasi penemuan berjarak kurang lebih 400 meter dari titik awal korban dinyatakan hilang. Petugas kemudian mengevakuasi jasad Suparno ke tepi sungai sebelum membawanya ke rumah duka.

Jaket dan Tangan Korban Terlihat di Antara Eceng Gondok

Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, menjelaskan bahwa temuan tersebut berawal ketika petugas dan warga melihat sesuatu yang mencurigakan di sela-sela tanaman air. Setelah dilakukan pengecekan, benda itu dipastikan merupakan korban yang selama ini dicari.

“Jaket dan tangannya kelihatan, setelah dipastikan itu korban yang kami cari, maka dilakukan penarikan ke tepi. Saat itu korban terjebak di tanaman eceng gondok, jarak dari lokasi awal sekitar 400 meter dengan kedalaman sungai 5 meter,” kata Wiku saat dikonfirmasi, Rabu (9/9).

Keberadaan eceng gondok di aliran sungai membuat proses pencarian membutuhkan ketelitian. Tanaman air yang mengumpul dapat menahan benda-benda yang terbawa arus, termasuk korban yang berada di dalam aliran sungai.

Jarak antara lokasi korban terakhir kali diduga berada dengan titik penemuan juga menunjukkan bahwa pencarian tidak hanya difokuskan pada satu area. Petugas menyisir bagian sungai yang berpotensi dilalui arus, sembari memperhatikan tumpukan tanaman air dan tepian sungai.

Berawal dari Kecelakaan Sepeda Motor

Peristiwa ini bermula ketika Suparno mengalami kecelakaan sepeda motor di kawasan yang tidak jauh dari Sungai Brantas pada Senin pagi. Setelah insiden tersebut, korban sempat kehilangan kesadaran.

Saat kembali sadar, Suparno disebut bangun dan menuntun sepeda motornya ke arah permukiman warga yang letaknya dekat dengan sungai. Namun, selang beberapa waktu kemudian, warga tidak lagi melihat korban.

“Korban sempat pingsan dan sadar setelah itu bangun dan menuntun sepeda ke perkampungan sekitar yang lokasinya mendekati sungai Brantas,” jelas Wiku.

Warga kemudian menemukan sepeda motor Suzuki Thunder milik Suparno berada di sekitar tepian Sungai Brantas. Penelusuran semakin diperkuat setelah ada sandal yang mengapung di aliran sungai dan diduga milik korban.

Temuan sepeda motor serta sandal tersebut menjadi petunjuk penting dalam pencarian. Tim gabungan lalu melakukan penyisiran untuk memastikan kemungkinan korban tercebur ke sungai, mengingat lokasi terakhir yang berkaitan dengan Suparno berada di dekat aliran Brantas.

Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan

Setelah proses evakuasi selesai, jenazah Suparno dibawa ke rumah keluarga. Pemeriksaan awal tidak menunjukkan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Kalau dari hasil pemeriksaan, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, kemungkinan saat itu korban tercebur ke sungai Brantas,” ujarnya.

Pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Dengan ditemukannya Suparno, operasi pencarian yang melibatkan petugas dan warga di sekitar Desa Keboan pun berakhir.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi warga agar meningkatkan kewaspadaan saat berada di sekitar sungai, terutama setelah mengalami kecelakaan atau kondisi fisik yang belum pulih. Area tepian sungai dapat memiliki risiko tersendiri, terlebih ketika jarak pandang, kondisi tubuh, atau lingkungan sekitar tidak memungkinkan seseorang memperoleh bantuan dengan cepat.

Sungai Brantas merupakan salah satu aliran sungai penting di Jawa Timur yang melintasi sejumlah wilayah. Bagi masyarakat yang tinggal di dekat bantaran sungai, perhatian terhadap aktivitas di sekitar aliran air menjadi penting, khususnya ketika ada warga yang belum kembali atau ditemukan barang pribadi di lokasi yang berisiko.

Dalam kasus Suparno, pencarian selama dua hari akhirnya memberikan kepastian bagi keluarga. Meski hasilnya menyisakan duka, proses evakuasi memungkinkan korban dipulangkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Frequently Asked Questions

What is Dua Hari Dicari Pria Hilang di Sungai?

Dua Hari Dicari Pria Hilang di Sungai is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Dua Hari Dicari Pria Hilang di Sungai matter?

Dua Hari Dicari Pria Hilang di Sungai matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *