Skip to content
Fresh Desk
Agustus 7, 2026
Nasional

Chat Terakhir Pelaku Mutilasi Depok di Hari Pembunuhan, Bilang Begini kepada Tukang Piscok

Charles Lopez - beritanara.com 3 mins baca

Chat Terakhir Pelaku Mutilasi Depok yang dikirimkan oleh Saepullah akhirnya terungkap ke publik. Pria berusia 26 tahun ini mendadak mengundurkan diri dari

Chat Terakhir Pelaku Mutilasi Depok di Hari Pembunuhan, Bilang Begini kepada Tukang Piscok

Chat Terakhir Pelaku Mutilasi Depok: Pesan ke Tukang Piscok Terungkap

Beritanara.com – Chat Terakhir Pelaku Mutilasi Depok yang dikirimkan oleh Saepullah akhirnya terungkap ke publik. Pria berusia 26 tahun ini mendadak mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai penjual gorengan pisang cokelat atau yang dikenal dengan sebutan piscok di kawasan Stasiun Pondok Cina. Chat Terakhir Pelaku Mutilasi Depok ini menjadi perhatian karena dikirimkan pada hari yang sama ketika ia menghabisi nyawa Kunaefi, seorang pria berusia 51 tahun.

Aksi nekat Saepullah terjadi pada tanggal 23 Juli 2026 lalu. Kabar pengunduran diri tersebut disampaikan melalui pesan WhatsApp yang kemudian menjadi bukti penting dalam penyelidikan kasus ini. Chat Terakhir Pelaku Mutilasi Depok ini memberikan gambaran tentang kondisi mental pelaku sebelum melakukan tindak kekerasan.

Isi Lengkap Chat Terakhir Pelaku Mutilasi Depok

Dalam pesan yang dikirimkannya, Saepullah menyampaikan rasa terima kasih sekaligus permohonan maaf kepada pemilik usaha piscok tempatnya bekerja. Berikut isi lengkap chat terakhir tersebut:

Assalamu’alaikum mas, aku minta maaf sebelumnya aku mengundurkan diri dari pekerjaan ini, aku berterima kasih banget sama mas udah mau terima aku buat 1 bulan ini. Untuk sisa hutang aku bayar cash nanti aku ke lapak sekalian aku ambil tumbler.

Saepullah yang diduga memiliki orientasi seksual terhadap sesama jenis tersebut juga menyampaikan permintaan maaf atas kinerjanya selama bekerja sebagai tukang goreng piscok. Chat Terakhir Pelaku Mutilasi Depok ini menunjukkan sisi lain dari pelaku yang dikenal sebagai orang yang sopan dan rajin bekerja.

Aku amat sangat berterima kasih sama mas. Udah dikasih kesempatan. Mohon maaf kalo selama kerja aku gak sesuai apa yang mas harapkan, dan aku minta maaf kalo ada sikap ucapan atau kelakukan yang tidak meng enak an.

Rangkaian Peristiwa Pembunuhan dan Mutilasi

Menurut penyelidikan polisi, Saepul diduga membunuh Kunaefi sebelum memutilasi jasad korban untuk menghilangkan jejak. Berdasarkan hasil penyidikan awal, pelaku dan korban diketahui saling berkenalan melalui platform media sosial. Chat Terakhir Pelaku Mutilasi Depok ini menjadi salah satu petunjuk penting dalam melacak pergerakan korban sebelum kematiannya.

Keduanya kemudian sepakat untuk bertemu di sebuah kontrakan yang berlokasi di wilayah Cipayung, Depok, pada tanggal 23 Juli 2026. Pertemuan tersebut diduga berakhir dengan pertengkaran yang memicu tindakan kekerasan. Saepul kemudian menusuk perut korban dan menggorok lehernya menggunakan pisau.

Setelah itu, Saepul memutilasi tubuh korban pada bagian pangkal paha. Jasad korban dibungkus menggunakan plastik hitam dan karung, lalu dibuang di kawasan Tanah Merah, Kelurahan Pancoran Mas, Kota Depok. Sementara itu, potongan kedua kaki korban dibuang ke aliran sungai yang berada di wilayah Pitara, Pancoran Mas.

Proses Penangkapan Pelaku

Saepul sendiri ditangkap oleh Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya di wilayah Pandeglang, Banten. Penangkapan tersebut terjadi pada Rabu dini hari, 5 Agustus 2026, saat ia diduga hendak melarikan diri dari lokasi kejadian. Chat Terakhir Pelaku Mutilasi Depok ini kemudian menjadi salah satu bukti kunci dalam proses hukum yang sedang berlangsung.

FAQ tentang Kasus Mutilasi Depok

Siapa nama lengkap pelaku mutilasi di Depok? Pelaku mutilasi di Depok bernama Saepullah, seorang pria berusia 26 tahun yang bekerja sebagai penjual piscok.

Kapan peristiwa pembunuhan dan mutilasi terjadi? Peristiwa pembunuhan dan mutilasi terjadi pada tanggal 23 Juli 2026 di wilayah Cipayung, Depok.

Dimana lokasi korban dibuang setelah dimutilasi? Jasad korban dibuang di kawasan Tanah Merah, Kelurahan Pancoran Mas, Kota Depok, sementara potongan kaki dibuang di aliran sungai wilayah Pitara, Pancoran Mas.

Kapan Saepullah ditangkap? Saepullah ditangkap pada Rabu dini hari, 5 Agustus 2026, di wilayah Pandeglang, Banten.

Bagaimana hubungan antara pelaku dan korban? Pelaku dan korban saling berkenalan melalui platform media sosial sebelum sepakat bertemu di kontrakan di Cipayung, Depok.

Ikut berdiskusi