Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Arena

Manajer Timnas Voli Putri Indonesia Ungkap Biang Kerok Garuda Pertiwi Kalah dari Vietnam di SEA V Cup 2026

Elizabeth Jones - beritanara.com 2 mins baca

Kekalahan yang dialami tim voli putri Indonesia dalam laga lanjutan SEA V Cup 2026 telah diidentifikasi oleh manajer tim, Luciana Taroreh. Pertemuan yang

Manajer Timnas Voli Putri Indonesia Ungkap Biang Kerok Garuda Pertiwi Kalah dari Vietnam di SEA V Cup 2026

Luciana Taroreh Jelaskan Penyebab Kekalahan Garuda Pertiwi di Hadapan Vietnam

Beritanara.com – Kekalahan yang dialami tim voli putri Indonesia dalam laga lanjutan SEA V Cup 2026 telah diidentifikasi oleh manajer tim, Luciana Taroreh. Pertemuan yang berlangsung di Dong Anh Gymnasium, Hanoi pada Sabtu (1/8/2026) ini berakhir dengan skor 1-3 untuk Vietnam (25-20, 15-25, 19-25, dan 20-25). Ini merupakan kekalahan kedua skuad Garuda Pertiwi di putaran pertama setelah sebelumnya dikalahkan Thailand.

Momentum Hilang Akibat Kesalahan Sendiri

Menurut Luciana, Indonesia sebenarnya tampil solid di awal pertandingan. Namun, kehilangan momentum terjadi karena banyaknya kesalahan yang dilakukan sendiri pada momen-momen penting. Tim berhasil meraih set pertama, tetapi Vietnam menunjukkan konsistensi yang lebih baik di set-set berikutnya.

“Timnas putri memulai pertandingan dengan baik dan berhasil memenangi set pertama. Namun, Vietnam tampil lebih konsisten pada set-set berikutnya, sementara Indonesia masih melakukan kesalahan sendiri pada poin-poin penting,” kata Luciana Taroreh.

Jalannya pertandingan memang sesuai dengan penjelasan manajer tersebut. Setelah kebobolan set pertama, Vietnam meningkatkan kualitas servis serta pertahanan blok. Hal ini membuat serangan-serangan Indonesia yang sebelumnya cukup efektif menjadi kurang berbahaya.

Upaya Taktis Marcos Sugiyama

Pelatih Marcos Sugiyama mencoba mengubah ritme permainan melalui pergantian pemain. Venisa Dwi Oktaviani dan Syelomitha Wongkar diturunkan untuk memperkuat lini serang. Pada set keempat, Medi Yoku dipindahkan dari posisi outside hitter menjadi opposite hitter guna menambah daya dorong serangan.

Sayangnya, perubahan komposisi ini belum berhasil membalikkan keadaan. Vietnam tetap tampil kokoh, terutama dalam membangun blok pertahanan yang berulang kali menghasilkan poin langsung. Indonesia pun kesulitan mengembangkan permainan di lapangan.

Di set keempat, Indonesia sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 15-18 setelah Arneta Putri menggantikan Tisya Amallya di posisi setter. Namun, Vietnam mampu mempertahankan keunggulan hingga akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 25-20.

Evaluasi dan Persiapan Melawan Filipina

Luciana menegaskan bahwa hasil ini akan menjadi bahan evaluasi penting bagi tim pelatih. Indonesia masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki performa saat menghadapi Filipina pada pertandingan terakhir putaran pertama.

“Hasil ini menjadi evaluasi bagi tim untuk terus memperbaiki performa dan mempersiapkan pertandingan selanjutnya melawan Filipina,” ujarnya.

Ikut berdiskusi