Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Oneprix

Kesal Langsung Tersingkir pada Lap Pembuka F1 GP Belgia 2026, George Russell Kecam Mercedes Karena Hal Ini

Susan Moore - beritanara.com 3 mins baca

Kesal Langsung Tersingkir pada Lap Pembuka - George Russell tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah mengalami nasib buruk di Grand Prix Formula 1

Kesal Langsung Tersingkir pada Lap Pembuka F1 GP Belgia 2026, George Russell Kecam Mercedes Karena Hal Ini

George Russell Kesal Langsung Tersingkir pada Lap Pembuka GP Belgia 2026

Beritanara.com – Kesal Langsung Tersingkir pada Lap Pembuka – George Russell tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah mengalami nasib buruk di Grand Prix Formula 1 Belgia 2026. Pembalap tim Mercedes ini harus segera pulang ke pit lane sejak lap pertama di Sirkuit Spa Francorchamps yang legendaris. Balapan yang seharusnya menjadi momen kebangkitan bagi Russell justru berakhir dengan dramatis setelah serangkaian masalah teknis menghantui mobilnya.

Insiden yang terjadi di tikungan Les Combes antara Russell dan Lewis Hamilton menjadi sorotan utama. Meskipun Hamilton akhirnya menerima penalti lima detik dari panitia balapan, Russell justru berpendapat bahwa penyebab utamanya terletak pada performa mobil Mercedes yang tidak optimal. Kontak tersebut hanyalah pemicu, bukan akar masalah sebenarnya.

Kegagalan Sistem Baterai dan Turbo

Russell menjelaskan bahwa ia memulai balapan dengan sangat baik. Ia melewati tikungan pertama dengan sempurna dan berada di posisi tepat di belakang Max Verstappen. Namun, keberuntungan berubah drastis ketika sistem kelistrikan mobilnya mulai bermasalah. Menurut Russell, baterai memutuskan untuk tidak mengisi daya di tikungan pertama, sebuah kesalahan fatal yang mengubah seluruh jalannya balapan.

“Namun, entah mengapa, baterai memutuskan untuk tidak mengisi daya di tikungan pertama. Jadi, saya melewati tikungan pertama, baterai tidak terisi, dan saya keluar dari tikungan pertama dengan daya baterai tersisa 35%,” terangnya dengan nada kecewa.

Ketika baterai tidak terisi dengan baik, masalah lain pun muncul secara beruntun. Russell menyebutkan bahwa sistem boost juga terpengaruh karena turbo tidak berfungsi optimal. Akibatnya, ia kehilangan tenaga secara signifikan dan tiba di puncak Eau Rouge dengan baterai yang sudah mencapai 0%. Kondisi ini membuat mobilnya tidak memiliki cukup daya untuk bertahan di lintasan.

“Karena itu, karena baterainya tidak terisi, saya juga mengalami masalah boost; turbonya tidak berfungsi dengan baik, jadi saya tidak punya tenaga. Jadi saya sampai di puncak Eau Rouge dengan baterai 0%,” lanjut Russell menjelaskan kronologi kejadiannya.

Insiden dengan Hamilton Bukan Salah Utama

Russell mengakui bahwa situasi saat itu cukup berbahaya. Ia merasa terkepung oleh tiga mobil sekaligus dan seharusnya tidak berada dalam posisi tersebut sejak awal balapan. Posisi yang tidak ideal ini membuatnya lebih rentan terhadap insiden, terutama ketika mobilnya mulai kehilangan tenaga.

“Sejujurnya, itu berbahaya. Saya dikepung oleh tiga mobil. Seharusnya saya tidak berada di posisi itu sejak awal, dan itulah mengapa saya sangat marah. Insiden dengan Lewis, jujur saja, saya pikir itu adalah insiden balap,” tambahnya.

Pembalap Mercedes ini menegaskan bahwa ia tidak menyalahkan Hamilton atas kontak tersebut. Menurut Russell, kontak itu merupakan bagian alami dari persaingan di lintasan balap. Hamilton tidak melakukannya dengan sengaja dan lebih bersalah daripada Russell, tetapi bukan karena kecerobohan.

“Dia tidak melakukannya dengan sengaja. Dia lebih bersalah daripada saya, tetapi dia tidak melakukan sesuatu yang ceroboh. Itu salah satu hal yang terjadi. Saya hanya paling marah karena saya berada di posisi itu sejak awal,” ungkap Russell.

Masalah Reliabilitas Terus Menghantui Mercedes

Russell juga menyoroti bahwa masalah reliabilitas masih menjadi momok bagi Mercedes sepanjang musim 2026 ini. Meskipun kali ini penyebabnya berbeda dari biasanya, kejadian serupa terjadi hampir di setiap balapan. Hal ini menunjukkan adanya pola masalah yang belum terselesaikan oleh tim engineering Mercedes.

“Tidak, kali ini, sesuatu yang benar-benar berbeda, tetapi ini terjadi di setiap balapan, Anda tahu. Saya sudah mati rasa terhadap kekecewaan ini sekarang. Ketika itu terjadi begitu sering, Anda hanya akan terbiasa.” tutup Russell dengan pasrah.

Kesal Langsung Tersingkir pada Lap Pembuka bukan hanya tentang satu balapan yang gagal. Ini mencerminkan tantangan besar yang dihadapi Mercedes di musim ini. Dengan performa yang tidak konsisten dan masalah teknis yang berulang, tim dari Brackley harus segera menemukan solusi agar tidak semakin tertinggal di klasemen konstruktor.

Ikut berdiskusi