Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026
Nasional

New Policy: Febrie Adriansyah Pastikan Pengusutan Kasus Oleh Jampidsus Tetap Berjalan

Robert Williams - beritanara.com 3 mins baca

mpidsus Berjalan Lancar New Policy - Febrie Adriansyah, Kepala Jampidsus, menegaskan bahwa new policy yang diterapkan menjaga kelancaran proses penyelidikan

New Policy: Febrie Adriansyah Pastikan Pengusutan Kasus Oleh Jampidsus Tetap Berjalan

Febrie Adriansyah Pastikan Proses Pengusutan Kasus Jampidsus Berjalan Lancar

New Policy – Febrie Adriansyah, Kepala Jampidsus, menegaskan bahwa new policy yang diterapkan menjaga kelancaran proses penyelidikan kasus korupsi di lingkungan Kejaksaan Agung. Dalam pernyataannya, ia menjelaskan bahwa meskipun nama jabatan dihubungkan dengan dugaan korupsi yang sedang diselidiki Polri, tugas-tugas utama seperti penyidikan, penyelidikan, dan penuntutan tetap berjalan optimal.

New policy ini diperkenalkan sebagai respons terhadap kebutuhan penegakan hukum yang lebih transparan dan terarah. Febrie menjelaskan bahwa kebijakan tersebut mencakup peningkatan efisiensi dalam penanganan kasus, penggunaan teknologi digital untuk mempercepat proses, serta harmonisasi antara tugas internal dan eksternal Jampidsus. Ia juga menekankan bahwa prioritas utama tetap berfokus pada keadilan bagi masyarakat dan pengungkapan kecurangan secara menyeluruh.

Kebijakan Terbaru Jampidsus: Perkuat Penyelidikan Korupsi

Dalam wawancara dengan media, Febrie Adriansyah menjelaskan bahwa new policy mencakup penambahan kapasitas penyidik melalui pelatihan khusus dan penerapan sistem evaluasi berkala. Ia menambahkan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi kesenjangan antara penyelidikan kasus dengan dugaan korupsi besar dan penyelidikan kasus kecil yang lebih sederhana.

Febrie juga mengungkapkan bahwa new policy memberikan ruang bagi penyidik untuk lebih fokus pada kasus yang memiliki dampak luas terhadap kepentingan publik. Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa penyelidikan yang dipercepat oleh kebijakan ini akan menghasilkan keadilan yang lebih cepat dan konkrit, serta memperkuat kredibilitas institusi.

“Kami tidak hanya mengusut kasus korupsi secara teknis, tetapi juga menekankan keberlanjutan tugas melalui new policy yang mengintegrasikan teknologi dan keterlibatan stakeholder,” jelas Febrie, Jumat (10/7). Ia menambahkan bahwa kebijakan ini juga mendorong komunikasi lebih terbuka dengan publik untuk membangun kepercayaan terhadap proses penyelidikan.

Penyelidikan di Jakarta Selatan: Simpul Korupsi Pasokan Batu Bara

Pada akhir pekan lalu, tim Kortastipidkor Polri dan Polda Metro Jaya melakukan penggeledahan di Kafe de’Clan Signature serta Koin Money Changer di Jakarta Selatan. New policy Jampidsus diterapkan dalam penyelidikan ini untuk memastikan pengumpulan bukti dilakukan secara sistematis dan tidak terganggu oleh isu politik.

Febrie Adriansyah menyebutkan bahwa penggeledahan di dua lokasi tersebut terkait dengan dugaan penyimpangan dalam pengadaan batu bara yang menyebabkan pemadaman listrik. Dalam new policy, Kejaksaan Agung menargetkan kasus-kasus strategis yang menggambarkan peran Jampidsus dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional. Ia juga menjelaskan bahwa penyelidikan ini akan menjadi bagian dari upaya mengungkap korupsi yang terkait dengan pemerintahan sebelumnya.

“Dengan new policy, kami memastikan bahwa semua proses pengusutan kasus dilakukan dengan terbuka dan cepat, terutama kasus-kasus yang berdampak langsung pada kebutuhan rakyat,” tambah Febrie. Ia menekankan bahwa penggeledahan di Jakarta Selatan adalah contoh nyata dari komitmen Jampidsus untuk mengungkap penyimpangan korupsi secara berkelanjutan.

Penerapan new policy juga diharapkan meningkatkan keterlibatan publik dalam memantau proses penyelidikan. Febrie mengatakan bahwa hasil penyelidikan yang transparan akan membangun kepercayaan masyarakat terhadap keadilan. Dalam beberapa bulan terakhir, Jampidsus telah menyelesaikan beberapa kasus besar, termasuk penyimpangan di PT Asabri dan PT Jiwasraya, serta kasus pencucian uang terkait utang PT CBS.

Dengan new policy, Febrie Adriansyah ingin memastikan bahwa proses penyelidikan korupsi tetap menjadi prioritas utama Kejaksaan Agung. Ia menjelaskan bahwa kebijakan ini memberikan kemudahan dalam koordinasi dengan instansi terkait, termasuk KPK dan Kementerian Keuangan, untuk mempercepat penyelesaian kasus. Febrie berharap kebijakan ini akan terus berjalan meskipun menghadapi tantangan dari isu-isu yang muncul.

Ikut berdiskusi