Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Timnas

New Policy: Timnas Indonesia Tanpa Diaspora dari Eropa, John Herdman Sebut Skuad Garuda Bakal Tampil Nyaris Full Lokal di Piala AFF 2026

Charles Williams - beritanara.com 3 mins baca

olicy: Timnas Indonesia Fokus Pemain Lokal di Piala AFF 2026 New Policy - Dalam persiapan menghadapi Piala AFF 2026, Timnas Indonesia mengumumkan kebijakan

New Policy: Timnas Indonesia Tanpa Diaspora dari Eropa, John Herdman Sebut Skuad Garuda Bakal Tampil Nyaris Full Lokal di Piala AFF 2026

New Policy: Timnas Indonesia Fokus Pemain Lokal di Piala AFF 2026

New Policy – Dalam persiapan menghadapi Piala AFF 2026, Timnas Indonesia mengumumkan kebijakan baru yang mengubah strategi pemilihan pemain. Kebijakan ini menekankan penggunaan pemain lokal sebagai inti skuad Garuda, dengan mengurangi ketergantungan pada diaspora dari Eropa. Keputusan ini diambil untuk memastikan stabilitas dan konsistensi dalam pembentukan tim, serta memperkuat pemain yang berkembang di kompetisi domestik.

Mengapa New Policy Ini Diterapkan?

Kebijakan baru ini berlaku karena adanya aturan yang dibuat oleh klub-klub Eropa. Mereka memprioritaskan pemain lokal untuk mengisi slot di kompetisi internasional, sehingga diaspora yang biasanya dimobilisasi sebelumnya harus membatalkan keikutsertaannya. John Herdman, pelatih Timnas Indonesia, mengungkapkan bahwa ini adalah pilihan yang terpaksa diambil, karena jadwal FIFA Window telah membatasi waktu pemain asing untuk bermain di level nasional.

“New Policy ini memaksa kami untuk lebih memperhatikan pemain yang sedang berkembang di dalam negeri,” ujar Herdman saat membahas persiapan skuad Garuda di Bali United Training Center, Jumat (10/7/2026). Ia menekankan bahwa kebijakan ini memberikan peluang besar bagi pemain muda yang telah menunjukkan konsistensi di kompetisi domestik, seperti Super League. Dengan fokus pada pemain lokal, Timnas diharapkan bisa membangun kekuatan yang lebih solid untuk menghadapi tantangan di Piala AFF 2026.

Dukungan Klub dan Pelatihan Intensif

Kebijakan New Policy ini juga didukung oleh sejumlah klub besar di Indonesia. Presib, Persija, dan Bali United, misalnya, telah bekerja sama dengan Timnas untuk memfasilitasi keberangkatan pemain mereka. Herdman mengapresiasi komitmen klub-klub tersebut, karena mereka mengakui pentingnya pengembangan talenta lokal untuk jangka panjang.

Salah satu contoh keberhasilan dari New Policy adalah Mitchell Baker, salah satu pemain naturalisasi yang sudah dipanggil ke skuad Timnas. Pemain asal Australia ini masuk dalam daftar 50 pemain yang mengikuti pemusatan latihan di Bali. Namun, ada juga kendala yang muncul, seperti dalam kasus Luke Vickery, yang berada dalam proses naturalisasi ke WNI tetapi mengalami hambatan karena Macarthur FC menolak memberikan izin.

“New Policy ini memperkuat keberagaman skuad Garuda, tetapi juga memberikan tantangan tersendiri,” tambah Herdman. Ia berharap, dengan pendekatan ini, Timnas bisa membangun basis pemain yang lebih kuat dan berkelanjutan. Dukungan dari klub-klub dalam mengirimkan pemain ke level internasional menjadi faktor penting dalam keberhasilan New Policy, terutama di tengah persiapan untuk ajang Piala AFF 2026.

Impak pada Kompetisi dan Pemain

Penerapan New Policy diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pemain lokal, tetapi juga memberikan dampak positif pada kompetisi domestik. Dengan lebih banyak pemain berkualitas yang terlibat dalam pertandingan level nasional, liga-liga Indonesia bisa menjadi tempat pengasuhan yang lebih intensif. Herdman menilai bahwa ini adalah langkah yang tepat untuk memastikan pemain muda mampu bersinar di level internasional.

Selain itu, kebijakan ini juga mengurangi risiko kehilangan pemain penting akibat jadwal yang berlebihan. Dengan fokus pada pemain lokal, Timnas bisa membangun kekuatan yang lebih stabil, karena mereka lebih familiar dengan kondisi lapangan dan gaya bermain yang sesuai dengan kebutuhan tim. Herdman menekankan bahwa New Policy bukanlah pengurangan kemampuan, melainkan perubahan strategi yang lebih berkelanjutan.

Keputusan ini juga memberikan peluang bagi pemain lokal yang sebelumnya terabaikan. Dengan lebih banyak slot yang dibuka, para pemain dari klub-klub seperti Madura United, Persik Kediri, atau PSM Makassar bisa mendapatkan pengalaman bermain di level internasional. Herdman optimis bahwa ini akan menciptakan persaingan yang sehat dalam skuad Timnas, sekaligus memperkuat kebanggaan masyarakat Indonesia terhadap olahraga sepak bola.

Kebijakan New Policy ini juga dilihat sebagai langkah strategis untuk menghadapi ajang Piala AFF 2026. Dengan memperkuat basis pemain lokal, Timnas Indonesia bisa meningkatkan performa secara keseluruhan. Herdman berharap, kebijakan ini menjadi awal dari perubahan besar dalam pengembangan sepak bola nasional, di mana pemain lokal diberikan peran yang lebih dominan dalam masa depan.

Ikut berdiskusi