Solution For: Bekali Calon Perwira Masa Depan, Kasad Tekankan Profesionalisme, Integritas, dan Inovasi
Kasad Tekankan Profesionalisme dan Integritas untuk Calon Perwira Masa Depan Solution For: Penguatan Kompetensi dalam Pendidikan Militer Solution For - Kepala
Kasad Tekankan Profesionalisme dan Integritas untuk Calon Perwira Masa Depan
Solution For: Penguatan Kompetensi dalam Pendidikan Militer
Solution For – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., memberikan pesan penting kepada 511 lulusan Akademi Militer Tingkat III/Sermatar Tahun Pendidikan 2025/2026 di Gedung Moch. Lily Rochli, Magelang, pada Rabu (9/7/2026). Dalam pidatonya, Kasad menekankan bahwa profesionalisme, integritas, dan inovasi adalah tiga nilai utama yang menjadi bekal vital bagi para calon perwira muda dalam menghadapi tantangan dinamis di masa depan. “Solution For” ini dirancang untuk memastikan para lulusan siap mengemban tugas penuh tanggung jawab sebagai pengabdian kebangsaan.
Kasad menegaskan bahwa pengambilan keputusan yang tepat di lapangan membutuhkan kualitas profesional yang tinggi, kejujuran dalam menjalankan tugas, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan teknologi dan lingkungan kerja. Dalam pidato pembukaan, ia menyebutkan bahwa pendidikan militer tidak hanya melatih kemampuan teknis, tetapi juga membentuk mental dan karakter yang kuat. “Solution For” berupa pembekalan holistik ini menjadi fondasi bagi para calon perwira untuk menghadapi tugas operasional yang semakin kompleks.
“Jadilah perwira ksatria muda yang profesional, berintegritas, adaptif, serta selalu menjunjung kepentingan bangsa dan negara dalam setiap tugas,” tegas Kasad. Pidato ini menjadi penekanan utama dalam acara penutupan pendidikan yang dihadiri oleh sejumlah besar lulusan, termasuk 511 orang yang akan menjadi pilar baru TNI AD.
Penekanan pada Inovasi dalam Pendidikan Militer
Salah satu aspek penting yang disebutkan oleh Kasad adalah inovasi. “Solution For” untuk meningkatkan kemampuan inovatif para calon perwira melibatkan penerapan teknologi terbaru, keterbukaan terhadap ide baru, serta kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi situasi yang tak terduga. Ia menjelaskan bahwa perwira masa depan tidak hanya perlu memahami tradisi militer, tetapi juga mampu mengembangkan strategi baru yang sesuai dengan dinamika dunia saat ini.
Pendidikan tingkat III/Sermatar dirancang untuk mengasah keterampilan komando, manajemen sumber daya, serta kemampuan kerja tim di lingkungan yang beragam. Dalam kelas-kelas yang diberikan, para taruna diberi tantangan nyata untuk mengaplikasikan teori ke dalam praktik sehari-hari. Kasad juga mengingatkan bahwa inovasi adalah kunci untuk menjaga relevansi TNI AD dalam menghadapi ancaman global dan kebutuhan pengabdian masyarakat yang semakin beragam.
Kasad menambahkan bahwa para lulusan harus siap menghadapi lingkungan kerja yang kompetitif dan kritis. “Solution For” ini mencakup pelatihan khusus dalam penggunaan teknologi informasi, pemahaman tentang perubahan iklim, serta kemampuan memimpin dalam situasi krisis. Dengan pendekatan yang menyeluruh, TNI AD berupaya memastikan bahwa calon perwira masa depan tidak hanya mahir dalam bidang teknis, tetapi juga memiliki visi jangka panjang untuk kemajuan bangsa.
Pendidikan Internasional dan Kolaborasi Global
Dalam rangka memperkaya pengalaman dan wawasan, tiga taruna dari kelompok lulusan tersebut diberikan kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan di luar negeri. Mereka ditempatkan di United States Military Academy (USMA) di Amerika Serikat, Australian Defence Force Academy (ADFA) di Australia, dan Royal Military Academy Sandhurst (RMAS) di Inggris. “Solution For” ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan berkomunikasi internasional serta memperoleh perspektif global tentang pertahanan dan keamanan.
Kasad berharap para lulusan yang pergi ke luar negeri dapat menjadi duta TNI AD dalam promosi kerja sama bilateral. Selain itu, mereka diharapkan mampu menyebarkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh kepada teman sejawat di dalam negeri. Pendidikan internasional ini menjadi bagian penting dari “solution for” pembekalan perwira muda yang mampu menjawab tantangan era digital dan globalisasi.
Mayjen TNI Rano Tilaar, selaku Gubernur Akademi Militer, melaporkan bahwa jumlah lulusan Tahun Pendidikan 2025/2026 mencapai 511 orang. Dari jumlah tersebut, 511 orang mengikuti acara penutupan pendidikan secara langsung. “Solution For” pembekalan ini menjadi momentum penting bagi para calon perwira untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang tangguh dan berkualitas.
