Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Kesehatan

Mengenal Sakit ISPA yang Dialami Ratusan Warga Akibat Kebakaran TPA Jatiwaringin – Kenali Gejalanya

Joseph Rodriguez - beritanara.com 3 mins baca

ISPA yang Dialami Ratusan Warga Akibat Kebakaran TPA Jatiwaringin - Kenali Gejalanya Mengenal Sakit ISPA yang Dialami Ratusan - Kebakaran yang terjadi di

Mengenal Sakit ISPA yang Dialami Ratusan Warga Akibat Kebakaran TPA Jatiwaringin – Kenali Gejalanya

ISPA yang Dialami Ratusan Warga Akibat Kebakaran TPA Jatiwaringin – Kenali Gejalanya

Mengenal Sakit ISPA yang Dialami Ratusan – Kebakaran yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, pada akhir Juni 2026 menjadi sorotan karena menyebabkan puluhan warga mengalami gangguan kesehatan parah. Kebakaran ini menimbulkan polusi udara yang sangat tinggi, sehingga masyarakat sekitar mengalami sakit ISPA yang memerlukan perhatian serius. Dalam situasi ini, penting untuk memahami penyebab, gejala, serta langkah pencegahan untuk mengurangi risiko kesehatan.

Penyebab dan Dampak Kebakaran TPA pada Kesehatan Masyarakat

Kebakaran TPA Jatiwaringin berdampak langsung pada kualitas udara, dengan asap dan partikel berbahaya yang menyebar ke sekitar 5 kilometer dari lokasi. Kebakaran ini disebabkan oleh kecelakaan di bagian lantai kedua TPA yang menyebabkan api merambat ke area penyimpanan limbah padat. Asap yang mengandung karbon monoksida, sulfur dioksida, dan partikel halus (PM2.5) menjadi penyebab utama sakit ISPA yang dialami ratusan warga.

Kebakaran terjadi pada Senin (6/8/2026) dan memakan waktu beberapa hari untuk dipadamkan. Petugas pemadam menggunakan alat berat dan helikopter untuk memutus sumber api. Selama proses pemadaman, angin kencang memperparah penyebaran polutan, sehingga masyarakat terpapar secara intensif. Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangerang, lebih dari 300 warga mengalami gejala ISPA berat akibat paparan asap selama beberapa hari.

Penyakit ISPA: Penjelasan dan Risiko yang Dihadapi

ISPA atau Infeksi Saluran Pernapasan Atas adalah kondisi yang sering dialami oleh masyarakat Indonesia, terutama pada musim kemarau atau saat terjadi kebakaran besar. ISPA mencakup gangguan seperti flu, batuk, pilek, dan infeksi tenggorokan. Kebakaran TPA Jatiwaringin memperparah risiko ini dengan menyebarkan partikel debu dan asap yang mengandung partikel sangat kecil, sehingga mengiritasi saluran pernapasan dan meningkatkan risiko infeksi.

Berdasarkan laporan dari Institut Kesehatan Metrik Dunia (IHME), penyakit pernapasan seperti ISPA menjadi penyebab kematian terbesar di Indonesia. Selain faktor udara tercemar, ISPA juga dipengaruhi oleh kelelahan, kelembapan udara, dan paparan virus atau bakteri. Sebagai contoh, saat kebakaran terjadi, populasi yang tinggal di dekat area TPA lebih rentan terhadap virus influenza atau rhinovirus yang mudah menyebar di udara kotor.

Menurut ahli kesehatan lingkungan, kebakaran TPA Jatiwaringin berkontribusi pada peningkatan jumlah kasus ISPA karena partikel debu yang terhirup dapat menyebabkan peradangan di saluran pernapasan. Apalagi, kondisi udara yang berpolusi diwaktu bersamaan dengan kemarau membuat keringnya saluran pernapasan menjadi lebih mudah terinfeksi. ISPA yang dialami ratusan warga ini bisa berujung pada kebutuhan pengobatan intensif, terutama untuk anak-anak dan lansia yang lebih rentan.

Gejala ISPA umumnya tergantung pada jenis infeksi yang terjadi. Batuk, pilek, dan sakit tenggorokan adalah tanda paling umum, sementara gejala yang lebih berat seperti demam tinggi atau sesak napas bisa terjadi pada kasus berat. Orang-orang yang terpapar asap TPA Jatiwaringin mengalami gejala yang memburuk akibat iritasi pada saluran pernapasan dan gangguan fungsi paru-paru.

Korban ISPA yang dialami warga TPA Jatiwaringin biasanya menunjukkan gejala seperti batuk berdahak, sesak napas, dan gangguan pernapasan yang terus-menerus. Menurut data kesehatan dari rumah sakit setempat, sekitar 15

Ikut berdiskusi