Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Trend

Key Discussion: Mengenal Apa itu Tapir, Satwa Purba Dilindungi yang Viral Disembelih dan Dimasak Rica-rica di Mesuji Lampung

Susan Moore - beritanara.com 3 mins baca

iscussion: Tapir, Hewan Langka Dilindungi Viral Disembelih di Mesuji Lampung Key Discussion menjadi topik utama setelah video seorang tapir yang dihancurkan

Key Discussion: Mengenal Apa itu Tapir, Satwa Purba Dilindungi yang Viral Disembelih dan Dimasak Rica-rica di Mesuji Lampung

Key Discussion: Tapir, Hewan Langka Dilindungi Viral Disembelih di Mesuji Lampung

Key Discussion menjadi topik utama setelah video seorang tapir yang dihancurkan dan dimasak Rica-rica viral di media sosial. Peristiwa tragis ini terjadi di Kabupaten Mesuji, Lampung, pada Kamis, 2 Juli 2026, ketika seekor tapir muncul di permukiman warga, memicu aksi penangkapan dan pembunuhan. Tapir, yang termasuk dalam kategori satwa purba dan dilindungi, menjadi sorotan karena kejadian ini menunjukkan ancaman terhadap keberlanjutan keanekaragaman hayati di wilayah Indonesia.

Tapir, Hewan Langka yang Viral Diburu

Tapir yang muncul di jalan lintas timur Sumatera area Register 45 awalnya dilihat oleh warga sebagai hewan liar yang tak berbahaya. Namun, dalam beberapa menit, hewan tersebut lari ke dalam permukiman, memicu sekelompok penduduk mengejarnya. Video 19 detik yang beredar menunjukkan proses pemotongan tapir, dengan beberapa bagian tubuhnya terpisah. Menurut Kapolres Mesuji, AKBP Muhammad Firdaus, ada empat pelaku utama dalam aksi tersebut.

“Perannya berbeda-beda. KS (50) bertugas menombak, WS (30) mengikuti tapir, TS (45) melakukan penyembelihan, dan MPS (43) sebagai pemilik golok serta pelaku utama,” ujar Kapolres Mesuji, AKBP Muhammad Firdaus, Sabtu (4/7/2026).

Kejadian ini menimbulkan kecaman karena tapir termasuk spesies yang dilindungi. Meski ada dua pelaku lain yang masih dalam pengejaran polisi, aksi tersebut menegaskan bahaya konsumsi satwa langka di tengah tekanan lingkungan. Key Discussion menggarisbawahi pentingnya kesadaran masyarakat terhadap perlindungan hewan-hewan yang terancam punah.

Tapir, Satwa Purba yang Terancam

Tapir, yang juga dikenal sebagai tenuk, adalah mamalia besar dengan bentuk tubuh unik dan sifat yang cukup pemalu. Hewan ini sudah ada sejak 20-50 juta tahun lalu, dan tidak mengalami perubahan signifikan dalam morfologi fisiknya. Tapir memiliki moncong pendek yang fleksibel, mirip belalai kecil, dan kulit tebal yang membantu melindungi tubuhnya dari lingkungan.

Tapir merupakan bagian dari genus Tapirus, yang memiliki hubungan evolusi dengan kuda dan badak. Menurut data dari YIARI, hewan ini tersebar di wilayah Amerika Tengah, Selatan, dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Kehadirannya di Mesuji Lampung menunjukkan keanekaragaman hayati yang masih terjaga di daerah tersebut, meski ancaman dari aktivitas manusia terus mengintai.

Keberlanjutan tapir sangat tergantung pada perlindungan lingkungan alaminya. Karena tapir dianggap sebagai hewan yang mudah ditemukan, kejadian pembunuhan di Mesuji menegaskan betapa rentannya spesies ini di tengah tekanan permintaan daging dan kulit. Key Discussion mengingatkan bahwa perlindungan satwa purba harus menjadi prioritas dalam pengelolaan sumber daya alam.

Ekosistem Tapir dan Peran dalam Lingkungan

Tapir memainkan peran penting dalam ekosistem hutan hujan tropis. Mereka membantu menyebarluaskan biji tumbuhan melalui makanan dan kotoran, serta menjaga keseimbangan populasi tumbuhan di lingkungan mereka. Tapir juga merupakan indikator kesehatan lingkungan, karena keberadaannya menunjukkan bahwa ekosistem tersebut masih layak huni bagi hewan-hewan besar.

Pembunuhan tapir di Mesuji memicu kekhawatiran bahwa keanekaragaman hayati daerah tersebut mungkin mengalami penurunan. Aksi semacam ini tidak hanya merugikan tapir, tetapi juga mengganggu ekosistem secara keseluruhan. Key Discussion menekankan bahwa pengelolaan hutan hujan harus mencakup perlindungan hewan-hewan yang menjadi penjaga keseimbangan alam.

Pengelolaan Satwa Purba di Indonesia

Di Indonesia, tapir masuk dalam daftar satwa yang dilindungi oleh Undang-Undang Konservasi Sumber Daya Alam dan Kehutanan. Pengelolaan satwa purba ini perlu didukung oleh pemerintah, masyarakat, dan organisasi lingkungan. Kejadian di Mesuji menjadi contoh bagaimana perlu adanya edukasi lebih baik terhadap masyarakat terkait nilai ekologis dan budaya tapir.

Key Discussion menggarisbawahi perlunya kerja sama antara pihak berwenang dan masyarakat lokal untuk mencegah penyembelihan sembarangan. Penegakan hukum dan pengawasan terhadap penangkapan tapir harus dilakukan secara konsisten, terutama di daerah-daerah yang rawan konflik antara manusia dan satwa liar. Dengan perlindungan yang tepat, tapir dapat terus hidup sebagai bagian dari keanekaragaman hayati Indonesia.

Ikut berdiskusi