Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026
Nasional

Latest Program: Soal Perekrutan Manajer Koperasi, DPR Usul RI Perlu Tiru Jepang dan Belanda

Charles Lopez - beritanara.com 1 min baca

u Jepang dan Belanda Latest Program - Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim, menyarankan pemerintah Indonesia mengadopsi metode perekrutan manajer

Latest Program: Soal Perekrutan Manajer Koperasi, DPR Usul RI Perlu Tiru Jepang dan Belanda

Soal Perekrutan Manajer Koperasi, DPR Usul RI Perlu Tiru Jepang dan Belanda

Latest Program – Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim, menyarankan pemerintah Indonesia mengadopsi metode perekrutan manajer koperasi yang digunakan oleh Jepang dan Belanda. Rekomendasi ini muncul dalam rangka merespons kontroversi yang terjadi terkait lima calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) meninggal saat mengikuti pelatihan dasar militer (latsarmil), yang merupakan bagian dari proses seleksi.

Perbaikan Sistem Pelatihan

Rivqy menekankan perlunya peningkatan praktik langsung dalam pelatihan calon manajer KDMP, seperti program magang di perusahaan hingga pembelajaran dari para ahli. Ia juga menyebutkan contoh praktik di Jepang, di mana pelatihan mencakup pendidikan bisnis dan pendampingan profesional untuk memperkuat koperasi pertanian.

“Indonesia perlu mengadopsi praktik-praktik terbaik tersebut,” ujar Rivqy, Rabu (1/7/2026).

Dalam diskusinya, legislator PKB ini mengkritik pendekatan Belanda yang berbeda. Ia menyatakan koperasi di negeri tersebut berkembang karena dijalankan oleh manajer yang berkompeten. “Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan berhasil apabila dikelola oleh sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, memahami bisnis, dan dibina secara berkelanjutan,” tambahnya.

Kompensasi dari Fokus Kompetensi

Rivqy menyarankan rekrutmen calon manajer lebih menekankan kompetensi manajerial daripada tes fisik. “Saya melihat retret bagi mereka cukup lama, sampai sebulan. Setelah itu, pelatihan manajerial hanya 15 hari,” tegasnya.

“Jadi, mungkin untuk selanjutnya durasi retretnya bisa dikurangi. Fokusnya sebaiknya hanya pada skema manajerial,” lanjut Rivqy, menyoroti perluasan durasi pelatihan yang terkesan tidak efisien.

Ikut berdiskusi