BeritaNara
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Siapa Riza Muhammad? Pendakwah yang Pamer Foto di Gym-nya Jadi Sorotan Warganet

Published September 1, 2026 · Updated September 1, 2026 · By Michael Johnson - beritanara.com

Foto : Michael Johnson - beritanara.com

Siapa Riza Muhammad? Pendakwah yang Jadi Sorotan

Beritanara.com – Sebuah foto berolahraga di pusat kebugaran mengubah percakapan publik tentang seorang dai Indonesia. Nama yang mendadak ramai diperbincangkan adalah Riza Muhammad, sosok yang selama bertahun-tahun dikenal lewat ceramah keagamaan di televisi dan media sosial. Warganet menilai unggahan tersebut tidak menutupi aurat secara layak, sehingga memicu gelombang kritik yang menyebar cepat di platform X dan Threads.

Bukan kali pertama kontroversi serupa menghampiri dirinya. Sebelumnya, ia juga membagikan momen berenang tanpa menutupi bagian atas tubuh. Dua insiden itu beruntun memperkeruh diskusi soal standar berpakaian yang diharapkan masyarakat dari figur keagamaan di ruang digital.

Sebagai dai, ia seharusnya tampil dengan pakaian tertutup di hadapan jutaan pengikutnya.

Komentar semacam itu mencerminkan ekspektasi kuat publik Nusantara: seorang pemuka agama tidak dipandang sekadar individu biasa yang berolahraga, melainkan representasi moral yang wajib menampilkan keteladanan visual di setiap aspek kehidupan, termasuk di layar ponsel.

Langkah Respons dan Penjelasan Resmi

Menyikapi tekanan tersebut, Riza Muhammad membatasi kolom komentar di akun Instagram pribadinya—langkah yang lazim dilakukan publik figur Indonesia untuk meredam interaksi negatif. Dalam unggahan terpisah, ia menjelaskan bahwa aktivitas olahraga yang ia bagikan bertujuan menjaga kesehatan tubuh, sejalan dengan prinsip Islam tentang merawat raga agar mampu menjalankan ibadah secara optimal.

Argumen itu sesungguhnya berakar pada literatur fikih dan kesehatan Islam yang sudah lama menekankan bahwa tubuh merupakan amanah wajib dirawat. Namun, konteks visual di era media sosial mengubah cara publik membaca niat di balik sebuah gambar, sehingga motivasi baik kerap tersandera oleh persepsi estetika massa.

Jejak Karier Sebelum dan Sesudah Mimbar

Di balik kontroversi foto gym, perjalanan karier sang dai tidak linear. Ia lahir pada 1 Mei 1979 di Situbondo, Jawa Timur, dari ayah bernama Arie berlatar belakang Bali dan ibu bernama Nurnaningsih asal Situbondo. Ia merupakan anak kedua dari tiga bersaudara.

Pada 2004, ia menjadi finalis Indonesia Star di Metro TV. Setahun kemudian, ia kembali tampil sebagai finalis di kompetisi DAI TPI. Pada 2008, namanya muncul dalam proses casting film Ketika Cinta Bertasbih, produksi layar lebar bertema keislaman yang populer di masanya. Ketidakberuntungan di jalur seni membawanya ke dunia korporasi sebagai staf public relations di sebuah perusahaan perbankan.

Di posisi itulah terjadi peristiwa yang mengubah arah hidupnya. Dalam tugas kerjanya, ia ditugaskan mengundang Ustaz Jefri Al-Buchori untuk mengisi kegiatan keagamaan di kantor. Pertemuan dalam konteks profesional itu justru mempertemukannya dengan tim dari Ustaz Solmed, yang kemudian menawarkan kesempatan menjadi dai profesional. Tawaran tersebut ia terima; pada 2011 ia merantau ke Jakarta dan memulai babak baru sebagai pendakwah dengan gaya komunikatif yang mudah dicerna generasi muda.

Keterkenalan di mimbar tidak sepenuhnya memisahkan dirinya dari dunia hiburan. Ia beberapa kali membintangi sinetron, dengan yang paling dikenal adalah Pesantren Rock n Roll Season 3, di mana ia beradu peran dengan Indri Giana. Hubungan profesional di balik layar itu berkembang menjadi ikatan personal; keduanya mengikat janji pernikahan pada 14 Maret 2014.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kontroversi Ini

Kenapa foto gym-nya memicu kritik?

Masyarakat menilai bahwa unggahan tersebut tidak menutupi aurat secara memadai untuk seorang figur keagamaan. Ekspektasi publik terhadap dai di Indonesia cenderung lebih ketat dibanding figur publik lain, sehingga setiap detail pakaian di media sosial menjadi bahan penilaian kolektif.

Apa respons resmi dari pihak bersangkutan?

Ia membatasi kolom komentar di Instagram dan menjelaskan bahwa tujuan berbagi foto olahraga adalah menjaga kesehatan tubuh, sesuai prinsip Islam tentang merawat raga. Tidak ada permintaan maaf formal yang diumumkan secara luas.

Kapan dan di mana ia lahir?

Ia lahir pada 1 Mei 1979 di Situbondo, Jawa Timur. Ayahnya berlatar belakang Bali, ibunya berasal dari Situbondo.

Bagaimana transisi dari dunia hiburan ke dakwah terjadi?

Setelah beberapa kali menjadi finalis kompetisi musik dan mengikuti casting film tanpa hasil, ia bekerja di bidang public relations perbankan. Tugas mengundang seorang ustaz untuk kegiatan kantor mempertemukannya dengan tim yang kemudian menawarkan jalur dakwah profesional. Ia memulai karier tersebut di Jakarta pada 2011.

Related Reading