Ruben Onsu Hentikan Nafkah Anak karena Sulit Bertemu, 2 Praktisi Hukum Ingatkan Risikonya
Ruben Onsu Stop Nafkah Anak: Risiko Hukum yang Perlu Diketahui
Beritanara.com – Ruben Onsu memutuskan untuk menghentikan pembayaran nafkah anak mulai bulan Desember 2025. Langkah kontroversial ini diambil karena ia merasa kesulitan untuk bertemu dengan putra-putrinya setelah berpisah dari Sarwendah. Penghentian tersebut pun menuai perhatian dari dua praktisi hukum yang menilai keputusan ini bisa memengaruhi posisi Ruben dalam perkara hak asuh anak. Bagi para penggemar dan masyarakat umum, langkah ini menjadi topik hangat yang perlu dipahami lebih dalam dari segi hukum.
Alasan di Balik Keputusan Penghentian Nafkah
Ruben Onsu diketahui tidak lagi mengirimkan uang nafkah bulanan untuk anak-anaknya sejak awal tahun 2025. Keputusan ini dikaitkan dengan keberatannya terhadap akses pertemuan dengan anak-anak pasca-perpisahan. Namun, kuasa hukum Ruben Onsu juga pernah menyampaikan bahwa penghentian nafkah tidak hanya soal akses bertemu. Ada pula faktor tidak adanya rincian biaya yang transparan sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan kata lain, keputusan ini bukan semata-mata karena persoalan pertemuan.
Selama masa penghentian nafkah, Sarwendah tetap bertanggung jawab atas kebutuhan ketiga anaknya. Biaya hidup sehari-hari, pendidikan, hingga kesehatan ditanggung menggunakan tabungan pribadinya. Di sisi lain, Ruben Onsu juga telah mengajukan gugatan hak asuh anak. Gugatan ini dilatarbelakangi oleh perasaannya bahwa akses untuk bertemu anak-anak semakin dipersulit setelah perpisahan. Proses hukum ini akan menentukan siapa yang berhak atas hak asuh anak-anak mereka.
Kehadiran Pihak Ketiga di Rumah Bersama
Selain masalah akses bertemu anak, terdapat pula persoalan mengenai kehadiran pihak asing di rumah yang masih berstatus sebagai harta bersama. Kondisi ini menjadi salah satu alasan Ruben Onsu mengambil langkah hukum. Ia meminta agar kesepakatan sebelumnya mengenai hak asuh yang diberikan kepada Sarwendah dapat dibatalkan. Ruben berharap hak asuh anak dapat beralih kepadanya melalui proses hukum yang sedang berjalan.
Keputusan menghentikan nafkah anak justru mendapat sorotan dari para praktisi hukum. Kewajiban orang tua terhadap kebutuhan anak dinilai tetap harus dipenuhi, terlepas dari persoalan yang terjadi antara kedua orang tua. Praktisi hukum Agustinus Nahak turut menyoroti keputusan Ruben Onsu. Menurutnya, jika benar penghentian tersebut dilakukan karena Ruben merasa tidak diberikan kesempatan bertemu anak-anak, keputusan itu justru dapat menjadi persoalan dalam proses hukum hak asuh.
Dalam tayangan Intens Investigasi, Agustinus Nahak menyebut informasi mengenai penghentian nafkah anak perlu dilihat secara lebih lanjut. Ia menilai keputusan tersebut tidak seharusnya diambil hanya karena persoalan hubungan Ruben dengan Sarwendah. Kewajiban finansial terhadap anak merupakan tanggung jawab yang tidak bisa digantungkan pada kondisi hubungan orang tua.
Implikasi Hukum dari Penghentian Nafkah
Penghentian nafkah anak oleh Ruben Onsu memiliki implikasi hukum yang signifikan. Pertama, Sarwendah dapat mengajukan gugatan untuk memaksa Ruben membayar kembali nafkah yang tertunggak. Kedua, dalam proses hak asuh anak, penghentian nafkah dapat menjadi faktor negatif bagi Ruben. Hakim dapat mempertimbangkan apakah penghentian nafkah dilakukan dengan alasan yang sah atau hanya sebagai strategi hukum.
Kedua praktisi hukum yang dimintai pendapatnya sepakat bahwa kewajiban nafkah anak bersifat mutlak. Meskipun ada perselisihan antara orang tua, kebutuhan anak harus tetap terpenuhi. Ruben Onsu sendiri telah menyatakan bahwa ia akan melanjutkan pembayaran nafkah setelah proses hukum selesai. Namun, hingga saat ini, status penghentian nafkah masih berlaku dan menjadi perhatian publik.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kasus Ruben Onsu
1. Kapan Ruben Onsu menghentikan nafkah anak? Ruben Onsu menghentikan pembayaran nafkah anak mulai bulan Desember 2025, setelah merasa kesulitan bertemu dengan anak-anaknya.
2. Apa alasan utama penghentian nafkah? Alasan utamanya adalah kesulitan akses pertemuan dengan anak-anak, ditambah dengan kurangnya transparansi rincian biaya nafkah.
3. Apakah penghentian nafkah memengaruhi hak asuh anak? Ya, penghentian nafkah dapat menjadi faktor negatif dalam proses hukum hak asuh anak. Hakim dapat mempertimbangkan hal ini saat memutuskan hak asuh.
4. Apa yang akan dilakukan Sarwendah? Sarwendah dapat mengajukan gugatan untuk memaksa Ruben membayar kembali nafkah yang tertunggak selama masa penghentian.
5. Apakah Ruben Onsu akan melanjutkan pembayaran nafkah? Ruben Onsu telah menyatakan bahwa ia akan melanjutkan pembayaran nafkah setelah proses hukum selesai. Namun, hingga saat ini, status penghentian masih berlaku.
Dengan memahami implikasi hukum dari penghentian nafkah anak, masyarakat dapat lebih bijak dalam menilai kasus ini. Ruben Onsu menghadapi tantangan hukum yang tidak sederhana, dan keputusan-keputusan selanjutnya akan sangat menentukan masa depan hak asuh anak-anaknya.