Pesan Terakhir Kanaya Whu Sebelum Meninggal Dunia: Minta Didoakan Artis Senior yang Lagi Umroh
Kanaya Whu Berpulang, Pesan Doanya Saat Rieta Wowor Umroh Jadi Sorotan
Beritanara.com – Dunia seni Jawa Barat berduka atas meninggalnya Kanaya Whulan, yang dikenal dengan nama panggung Kanaya Whu. Vokalis grup musik Emka 9 itu mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung pada Minggu, 13 September 2026, setelah menjalani perjuangan melawan kanker.
Kepergian Kanaya meninggalkan kesedihan bagi banyak pihak, terutama kalangan pencinta seni dan budaya Priangan. Selama ini, karya-karyanya melalui musik dikenal ikut membawa warna budaya Jawa Barat dalam berbagai penampilan kesenian.
Di tengah kabar duka tersebut, perhatian juga tertuju pada pesan terakhir yang pernah dikirim Kanaya kepada artis senior Rita Yuniarti atau Rieta Wowor. Pesan itu disampaikan ketika Rieta sedang menjalankan ibadah umroh di Tanah Suci. Permintaan Kanaya untuk didoakan kini terasa semakin mengharukan setelah kabar wafatnya.
Rieta Wowor Ungkap Kesedihan
Rieta Wowor membagikan rasa kehilangan melalui unggahan di Instagram. Ia mengenang Kanaya dengan kata-kata penuh doa, sekaligus menyampaikan betapa beratnya menerima kepergian penyanyi tersebut.
“innnanilahi wainnailaihi rojiun. Selamat jalan, Kanaya yang cantik. Rasanya sulit menerima bahwa kini langkahmu telah berhenti di dunia, tetapi aku percaya bahwa Allah telah menyiapkan tempat terbaik untukmu di sisi-Nya,“ kata Rieta Wowor.
Unggahan itu juga memuat kembali permintaan terakhir Kanaya yang diterimanya sebelum sang vokalis meninggal dunia. Momen tersebut memberi gambaran kedekatan emosional yang terjalin, terutama karena pesan doa itu dikirim saat Rieta tengah beribadah umroh.
Doa menjadi bagian penting dari ungkapan belasungkawa yang mengiringi kabar wafatnya Kanaya. Bagi keluarga, rekan seni, serta masyarakat yang mengenalnya, kenangan atas sosoknya tidak hanya hadir lewat lagu, tetapi juga melalui perjuangan dan ketegaran yang ia tunjukkan semasa hidup.
Vokalis Emka 9 dan Pengisi Agenda Kesenian Jawa Barat
Kanaya Whu merupakan vokalis Emka 9, grup musik yang dibentuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sejak 2019. Ia kerap tampil dalam agenda seni dan kebudayaan di Jawa Barat, menjadikan namanya cukup akrab bagi penikmat pertunjukan daerah.
Karya dan penampilannya turut merepresentasikan nuansa budaya dari tanah Priangan. Dalam perjalanan bermusiknya, Kanaya hadir sebagai salah satu figur yang membawa unsur lokal ke hadapan publik melalui panggung-panggung kesenian.
Penampilan terakhirnya berlangsung pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, 17 Agustus 2026. Momen tersebut kembali dibagikan oleh Dedi Mulyadi, yang juga mengonfirmasi kabar meninggalnya Kanaya.
“Iya betul, yang meninggal itu adalah teh Kanaya vokalis Emka 9. Ia mendapat serangan kanker ganas dan sekarang perjalanan menuju Kampung Mekarsari, Desa Sukajadi, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya. Nanti kita makamkan jam 13.00 WIB,“ kata KDM.
Jenazah Kanaya disemayamkan di Desa Sukajadi, Tasikmalaya, sebelum dimakamkan di Kampung Mekarsari, Desa Sukajadi, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya. Kabar tersebut menjadi duka yang terasa kuat, khususnya bagi lingkungan seni yang selama ini menyaksikan keterlibatannya dalam berbagai kegiatan budaya.
Lagu Terakhir pada Upacara Penurunan Bendera
Dedi Mulyadi juga mengenang penampilan terakhir Kanaya melalui lagu yang dibawakannya saat upacara penurunan bendera Merah Putih. Rekaman maupun kenangan atas penampilan itu kini menjadi pengingat akan kontribusinya di panggung kesenian Jawa Barat.
“Dan ini adalah lagu terakhir yang dia (Kanaya Whu) nyanyikan pada saat upacara penurunan bendera merah putih. Salam untuk semuanya, terima kasih doanya,“ jelasnya.
Kepergian Kanaya Whu menjadi kehilangan bagi mereka yang mengenal kiprahnya sebagai penyanyi dan penggerak suasana dalam penampilan Emka 9. Musik yang ia bawakan telah menjadi bagian dari sejumlah momen kebudayaan, sementara sosoknya dikenang melalui keramahan, karya, serta keterlibatannya dalam memperkenalkan warna seni Jawa Barat.
Di balik kesedihan yang menyelimuti, pesan doa yang pernah ia sampaikan kepada Rieta Wowor menambah makna mendalam pada perpisahan ini. Permintaan sederhana tersebut kini menjadi kenangan terakhir yang mengingatkan banyak orang akan pentingnya saling mendoakan, terutama ketika seseorang tengah menghadapi masa sulit dalam hidupnya.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Pesan Terakhir Kanaya Whu Sebelum Meninggal?Pesan Terakhir Kanaya Whu Sebelum Meninggal is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Pesan Terakhir Kanaya Whu Sebelum Meninggal matter?Pesan Terakhir Kanaya Whu Sebelum Meninggal matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.