BeritaNara
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pascabencana, Warga Tapteng Tagih Janji Gubernur Sumut Bangun Tanggul Penahan Banjir

Published Agustus 11, 2026 · Updated Agustus 11, 2026 · By Joseph Rodriguez - beritanara.com

Foto : Joseph Rodriguez - beritanara.com

Pascabencana Warga Tapteng Tagih Janji Gubernur Sumut

Beritanara.com – Komitmen yang telah diucapkan oleh Gubernur Sumatra Utara, Bobby Nasution, kini sedang ditagih oleh masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah. Pascabencana Warga Tapteng Tagih Janji Gubernur terkait pembangunan infrastruktur penanggulangan banjir yang seharusnya sudah terealisasi. Warga Kelurahan Sibuluan Nalambok, Kecamatan Sarudik, khususnya mereka yang tinggal di bantaran Sungai Sibuluan, merasa kecewa karena janji tersebut belum juga terwujud hingga saat ini.

Bencana banjir bandang yang melanda wilayah Tapanuli Tengah pada 25 November 2025 lalu telah menghancurkan berbagai fasilitas umum dan rumah warga. Tanggul penahan banjir yang ada pun mengalami kerusakan parah, sehingga masyarakat sangat membutuhkan perbaikan segera. Gubernur Sumut Bobby Nasution sendiri pernah melakukan kunjungan langsung ke lokasi bencana pada bulan April 2026 untuk meninjau kondisi terkini dan memastikan percepatan rekonstruksi.

Waktu yang Terlewati Tanpa Tindakan Nyata

Hingga memasuki bulan Agustus 2026, hampir delapan bulan sejak kunjungan gubernur, warga masih belum melihat perubahan signifikan. Marlina Zai, salah satu warga yang terdampak, mengungkapkan kekecewaannya kepada media. Ia menyebutkan bahwa Gubernur pernah berjanji pembangunan tanggul akan dimulai paling lambat bulan Juni 2026. Namun, hingga kini belum ada tanda-tanda pekerjaan konstruksi yang dimulai secara serius.

"Saat itu Gubernur mengatakan kepada kami paling lama bulan enam (Juni 2026) sudah dipegang (Dikerjakan Pembangunan Tanggul), tapi sampai sekarang belum ada tanda-tandanya," ujar Marlina kepada tvOnenews.com, Senin (10/08/2026).

Ketakutan Banjir Susulan Masih Menghantui

Kehidupan warga di sekitar aliran Sungai Sibuluan masih dipenuhi kecemasan. Setiap kali hujan deras turun, mereka tidak bisa tidur nyenyak karena khawatir air akan meluap kembali. Kurniawati, seorang ibu rumah tangga yang tinggal satu kampung dengan Marlina, menceritakan bahwa ketakutan ini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka.

"Tidur pun kita gak tentu, nanti dikira gak banjir, rupanya datang lagi banjir," kata Kurniawati.

Walaupun alat berat telah masuk ke lokasi untuk pengerukan sedimen, warga masih merasa skeptis terhadap efektivitas pekerjaan tersebut. Dina Nasution, warga korban banjir lainnya, mengeluhkan bahwa aktivitas pengerukan hanya bersifat sementara dan tidak menyelesaikan masalah secara permanen.

"Tadi datang operatornya, kerja gak kerja. Datang air dikeruk lagi, dikeruk lagi," keluh Dina Nasution.

Harapan Masyarakat untuk Solusi Permanen

Masyarakat Tapanuli Tengah berharap agar pemerintah provinsi dapat segera merealisasikan janji pembangunan tanggul permanen. Infrastruktur yang kokoh diharapkan dapat melindungi warga dari ancaman banjir di masa depan. Selain itu, masyarakat juga menginginkan transparansi dalam pelaksanaan proyek rekonstruksi agar tidak terjadi lagi kekecewaan seperti saat ini.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan pembangunan tanggul dan program bantuan pasca bencana, masyarakat dapat mengakses halaman berita tvOnenews.com tentang Sumatera.

FAQ: Pertanyaan Umum Pascabencana Warga Tapteng

Kapan bencana banjir bandang terjadi di Tapteng?

Bencana banjir bandang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah pada tanggal 25 November 2025, yang menyebabkan kerusakan parah pada tanggul dan rumah-rumah warga.

Kapan Gubernur Sumut terakhir meninjau lokasi bencana?

Gubernur Bobby Nasution melakukan kunjungan peninjauan langsung ke lokasi bencana pada bulan April 2026 untuk memastikan percepatan proses rekonstruksi.

Apa yang dijanjikan oleh Gubernur terkait pembangunan tanggul?

Gubernur berjanji bahwa pembangunan tanggul penahan banjir akan dimulai paling lambat bulan Juni 2026, namun hingga Agustus 2026 janji tersebut belum terealisasi.

Di mana lokasi yang paling terdampak bencana?

Lokasi yang paling terdampak adalah Kelurahan Sibuluan Nalambok, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah, khususnya warga yang tinggal di bantaran Sungai Sibuluan.

Related Reading