Diserang Ratusan Orang saat Panen Sawit, 25 Warga Rokan Hulu Luka dan 28 Orang Belum Diketahui Nasibnya
Diserang Ratusan Orang saat Panen Sawit di Rokan Hulu
Beritanara.com – Peristiwa mengerikan mengguncang Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, ketika sekelompok pekerja kebun kelapa sawit diserang ratusan orang saat panen berlangsung. Insiden yang terjadi pada Jumat (14/8/2026) itu meninggalkan luka fisik dan psikologis bagi sedikitnya 25 warga, sementara 28 orang lainnya hingga kini belum diketahui nasibnya setelah terjebak di area kebun tanpa akses keluar.
Kronologi: Gerombolan Datang dengan Tiga Truk dan Dua Mobil
Gunawan (31), salah satu korban yang kini dirawat di sekitar Polsek Tambusai Utara, mengisahkan bahwa malam itu ia bersama rekan-rekannya baru selesai membersihkan lahan kebun. Mereka beristirahat di mess ketika tiba-tiba terdengar suara kendaraan mendekat dari arah jalan setapak.
"Waktu itu kami sedang duduk-duduk di mess habis bekerja bersihkan kebun, tiba-tiba datang gerombolan orang tak dikenal dengan 3 truk colt diesel dan 2 mobil double cabin. Mereka berteriak 'serang', jadi kami langsung diserang," ujar Gunawan.
Tanpa peringatan apa pun, para pelaku yang disebut berjumlah ratusan langsung melakukan penganiayaan massal terhadap pekerja yang sedang beristirahat. Para korban tidak memiliki kesempatan untuk menghindar, apalagi melawan, karena jumlah mereka jauh lebih sedikit dibanding gerombolan yang datang secara terorganisir.
Kondisi Korban: Cedera di Berbagai Bagian Tubuh
Pada Senin (17/8/2026), para korban tampak berbaring maupun duduk di teras musala dekat Polsek Tambusai Utara. Mereka datang untuk membuat laporan resmi sekaligus menjalani pemeriksaan medis, masih menahan nyeri di tubuh masing-masing.
Cedera yang tercatat tersebar luas — tangan, kepala, kaki, rusuk, hingga memar di area mata. Gunawan sendiri dipukul dengan benda kayu dan besi sehingga hidung serta tangannya terluka dan harus dibalut perban. Hingga berita ini diturunkan, belum dapat dipastikan apakah tangannya mengalami patah karena pemeriksaan lanjutan belum dilakukan.
"Saya juga diancam pakai senjata api, dua ponsel saya dijarah," akui Gunawan.
Ia menegaskan tidak mengenal satu pun dari para pelaku dan tidak mengetahui motif pasti di balik penyerangan tersebut.
Spekulasi Sengketa Lahan di Balik Kekerasan
Gunawan menjelaskan bahwa dirinya dan warga lainnya sekadar bekerja di lokasi itu. Ia mengetahui bahwa lahan yang mereka garap tengah menjadi titik perselisihan antara masyarakat setempat dan perusahaan yang beroperasi di sekitar area tersebut.
"Kami cuma bekerja. Katanya lahan warga ini pro kontra dengan perusahaan yang ada di sekitar lahan. Namun set
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Diserang Ratusan Orang saat Panen Sawit 25?Diserang Ratusan Orang saat Panen Sawit 25 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Diserang Ratusan Orang saat Panen Sawit 25 matter?Diserang Ratusan Orang saat Panen Sawit 25 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.