BeritaNara
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pasca Tragedi Maut Drag Race Di Kotamobagu, Keluarga Korban Minta Polisi Segera Tetapkan Tersangka

Published Agustus 15, 2026 · Updated Agustus 15, 2026 · By Susan Moore - beritanara.com

Keluarga Korban Minta Polisi Tetapkan Tersangka Pasca Tragedi Maut Drag Race

Beritanara.com – Pasca Tragedi Maut Drag Race yang terjadi di Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, telah menewaskan delapan orang dan melukai sembilan lainnya. Kecelakaan berdarah ini berlangsung saat penyelenggaraan kejuaraan Drag Race dan Drag Bike di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara. Hingga kini, duka mendalam masih menyelimuti para keluarga korban, termasuk Gusti Randa Ponamon yang merupakan putra dari salah satu almarhum, Ali Ponamon. Hal tersebut disampaikan pada Sabtu (15/08/2026).

Ucapan Terima Kasih dan Harapan Proses Hukum

Gusti Randa Ponamon menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam dari pihak keluarga atas segala perhatian dan bantuan yang terus mengalir. Bantuan tersebut datang dari Pemerintah Daerah Kotamobagu, berbagai komunitas, hingga panitia penyelenggara acara. Namun menurutnya, bantuan materiil hanyalah bagian kecil dari keseluruhan. Yang lebih penting adalah kelancaran proses hukum agar keadilan dapat ditegakkan.

"Kami berterima kasih atas bantuan yang sudah di berikan dari berbagai pihak, namun bantuan ini bukan akhir dari persoalan, namun harus proses hukum tetap jalan," ungkap Gusti.

Pasca Tragedi Maut Drag Race ini, keluarga korban juga berharap agar kepolisian tidak hanya melakukan pemeriksaan biasa, tetapi mengusut tuntas kasus ini secara transparan. Keluarga korban ingin mengetahui secara pasti siapa yang bertanggung jawab atas insiden maut tersebut, mengingat banyaknya korban yang berjatuhan.

Penyelidikan Berjalan Namun Tersangka Belum Ditentukan

Sudah memasuki hari ketujuh sejak peristiwa terjadi, namun pihak kepolisian belum menetapkan tersangka. Padahal, berbagai langkah penyelidikan telah dilakukan, mulai dari pemeriksaan saksi-saksi hingga olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Para penyidik telah memeriksa sejumlah pihak terkait, termasuk panitia penyelenggara, perwakilan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Sulawesi Utara, serta IMI Kotamobagu.

"Sejak peristiwa kejadian sampai saat ini belum ada yang di tetapkan tersangka, padahal proses pemeriksaan saksi-saksi hingga olah tempat kejadian perkara sudah dilakukan," ujarnya.

Selain itu, pihak-pihak lain yang terlibat dalam penyelenggaraan acara juga telah dimintai keterangan. Keluarga korban berharap agar kepolisian mengusut tuntas kasus ini secara transparan. Pasca Tragedi Maut Drag Race ini, keluarga korban juga menantikan hasil penyelidikan mengenai kelayakan sirkuit dan standar pengamanan penonton yang digunakan dalam kejuaraan Drag Race dan Drag Bike tersebut.

FAQ: Pertanyaan Umum Pasca Tragedi Maut Drag Race

1. Kapan tragedi drag race di Kotamobagu terjadi? Tragedi ini terjadi pada hari Sabtu, 15 Agustus 2026, saat penyelenggaraan kejuaraan Drag Race dan Drag Bike di Kelurahan Upai, Kotamobagu Utara.

2. Berapa jumlah korban jiwa dalam tragedi tersebut? Sebanyak delapan orang tewas dan sembilan orang lainnya mengalami luka-luka dalam kecelakaan tragis ini.

3. Mengapa keluarga korban meminta tersangka segera ditetapkan? Keluarga korban merasa proses hukum harus berjalan lancar agar keadilan dapat ditegakkan. Mereka ingin mengetahui secara pasti siapa yang bertanggung jawab atas insiden maut tersebut.

4. Pihak mana saja yang telah diperiksa oleh kepolisian? Para penyidik telah memeriksa panitia penyelenggara, perwakilan IMI Provinsi Sulawesi Utara, IMI Kotamobagu, serta pihak-pihak lain yang terlibat dalam penyelenggaraan acara.

5. Apa yang masih ditunggu oleh keluarga korban? Keluarga korban menantikan hasil penyelidikan mengenai kelayakan sirkuit dan standar pengamanan penonton yang digunakan dalam kejuaraan tersebut.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan kasus ini, Anda dapat mengikuti update dari TV One News Daerah Sulawesi. Pasca Tragedi Maut Drag Race ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat dan pihak berwenang di Sulawesi Utara.

Related Reading