Zulhas Ungkap Distribusi Bantuan Makanan Tidak Gampang di Bencana Darurat
Zulhas Ungkap Distribusi Bantuan Makanan di Wilayah Bencana Bukan Hal Sederhana
Beritanara.com – Zulhas Ungkap Distribusi Bantuan Makanan menjadi sorotan publik setelah sejumlah warga terdampak bencana di Flores mengeluhkan keterbatasan jenis dan jumlah logistik yang mereka terima pada tahap awal tanggap darurat. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, merespons keluhan tersebut dengan menjelaskan bahwa fase darurat menuntut prioritas berbeda dibandingkan tahap pemulihan. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak memiliki kemewahan waktu untuk menunggu infrastruktur logistik pulih sebelum menyalurkan kebutuhan pokok kepada masyarakat yang terdampak.
Fase Darurat: Prioritas yang Tidak Bisa Ditunda
Menurut Zulhas, karakteristik penanganan bencana pada jam-jam pertama menuntut pemerintah bergerak secepat mungkin meskipun kondisi lapangan belum ideal. Bantuan yang tersalurkan pada tahap awal—yang dalam beberapa kasus hanya berupa mi instan dan beras dalam porsi terbatas—merupakan konsekuensi langsung dari keterbatasan waktu dan akses. Ia menekankan bahwa pemerintah wajib memenuhi kebutuhan darurat terlebih dahulu sebelum beralih ke program pemulihan dan pembangunan kembali.
"Memang pertama kalau bencana itu darurat dulu. Jangankan yang lain, distribute makanan saja enggak gampang. Karena untuk mencapai satu lokasi itu tidak mudah. Kita jangan bayangkan kayak di sini kan gampang," ujar Zulhas.
Ia menambahkan bahwa masyarakat di perkotaan kerap membayangkan distribusi logistik berlangsung mulus seperti pengiriman paket harian. Kenyataannya, medan bencana menuntut pendekatan yang sepenuhnya berbeda, mulai dari moda transportasi hingga koordinasi lintas instansi.
Hambatan Geografis di NTT dan Kalimantan
Zulhas Ungkap Distribusi Bantuan Makanan ke wilayah-wilayah terpencil di Nusa Tenggara Timur (NTT) maupun ke titik-titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan menghadapi tantangan geografis yang nyata. Kondisi topografi, keterbatasan jalan, serta jarak tempuh menuju sejumlah lokasi membuat pengiriman logistik pangan tidak dapat dilakukan secara serentak di seluruh titik terdampak.
Untuk wilayah yang secara fisik dapat dijangkau, pemerintah menargetkan penyelesaian distribusi pangan dalam satu hingga dua hari. Namun Zulhas mengakui adanya pengecualian untuk pulau-pulau tertentu yang secara geografis tidak memungkinkan untuk dikunjungi dalam jangka waktu tersebut.
"Ya, kalau misalnya satu pulau yang enggak mungkin kita bisa datang, nah itu iya. Tapi semua yang bisa dijangkau satu-dua hari ini akan selesai. Karena pangan kita aman, enggak usah khawatir," tegasnya.
Stok Pangan Nasional Tetap Aman
Di tengah kekhawatiran masyarakat, Zulhas memastikan bahwa ketersediaan pangan nasional berada dalam kondisi aman dan lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh wilayah. Pemerintah, melalui Perum Bulog dan Badan Pangan Nasional (Bapanas), terus mempercepat proses distribusi meskipun penjangkauan wilayah tertentu memerlukan waktu tambahan akibat faktor cuaca dan aksesibilitas.
"Dijamin, kita jamin soal pangan aman ya di NTT. Bulog, Bapanas bergerak cepat ya. Soal waktu kapal saja. Satu-dua hari semua akan rata, insyaallah akan dapat semua. Kecuali memang yang tidak memungkinkan daerah itu dikunjungi," kata Zulhas.
"Beras banyak, telur banyak, ayam banyak, ikan banyak, gula banyak, banyak. Makanan kita cukup, lebih dari cukup," tambahnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Zulhas seusai menghadiri acara Tasyakuran 28 Tahun Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta Selatan, Minggu (23/8/2026). Ia memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menenangkan publik sekaligus menjelaskan mekanisme kerja distribusi pangan darurat secara lebih transparan.
FAQ: Hal yang Perlu Diketahui tentang Distribusi Pangan Darurat
Apakah bantuan pangan akan sampai ke seluruh wilayah terdampak?
Zulhas menegaskan bahwa semua lokasi yang secara fisik dapat dijangkau akan menerima distribusi pangan dalam satu hingga dua hari. Wilayah yang benar-benar tidak memungkinkan untuk dikunjungi—misalnya pulau-pulau kecil tanpa akses transportasi—akan ditangani melalui mekanisme khusus setelah kondisi memungkinkan.
Siapa yang bertanggung jawab atas percepatan distribusi?
Perum Bulog dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) menjadi dua lembaga utama yang ditugaskan mempercepat penyaluran logistik pangan. Koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah juga diaktifkan untuk memastikan tidak ada titik terdampak yang terlewat.
Apakah stok pangan nasional cukup untuk menghadapi situasi darurat?
Berdasarkan pernyataan resmi Zulhas, stok beras, telur, ayam, ikan, dan gula nasional berada dalam kondisi lebih dari cukup. Masyarakat tidak perlu melakukan pembelian berlebihan karena pemerintah menjamin ketersediaan pangan selama masa tanggap darurat.