Tim SAR Sisir Pulau Sertung, Rakata hingga Panjang, Jejak 5 Jurnalis Liput Anak Krakatau Hilang Masih Nihil
Pencarian Delapan Orang di Perairan Anak Krakatau Diperpanjang
Beritanara.com – Operasi pencarian terhadap delapan orang yang hilang kontak setelah berlayar menggunakan speed boat Arupadatu di Selat Sunda terus berlangsung. Hingga Selasa, 15 September 2026, tim SAR gabungan belum menemukan petunjuk keberadaan rombongan, termasuk lima jurnalis yang sedang melakukan peliputan di kawasan Gunung Anak Krakatau.
Area pencarian kini mencakup sejumlah pulau di sekitar gugusan Anak Krakatau. Pulau Sertung menjadi salah satu lokasi yang diperiksa secara menyeluruh, baik dari laut maupun melalui penyisiran langsung di daratan. Hasilnya, belum ada temuan yang dapat mengarah kepada kapal ataupun para penumpangnya.
“Ya, belum ada tanda-tanda di Pulau Sertung,” kata Kasubsie Operasi dan Siaga Basarnas Banten Rizky Dwianto dalam keterangannya kepada awak media, Selasa, 15 September 2026.
Pulau Sertung Disisir dari Darat
Pemeriksaan di Pulau Sertung tidak berhenti pada pemantauan dari perairan. RIB 02 Banten sebelumnya digunakan dalam operasi di laut, sementara personel SAR kemudian bergerak menyusuri area daratan pulau untuk memastikan tidak ada lokasi yang terlewat.
“Ya bukan lagi penyisiran dari RIB (Perahu Karet) 02 Banten. Tapi penyisiran darat kita sudah lakukan ke seluruh area Pulau Sertung dan hasil masih nihil,” tuturnya.
Penyisiran pulau-pulau kecil menjadi bagian penting dari operasi di kawasan Selat Sunda. Wilayah tersebut terdiri atas perairan terbuka, garis pantai, serta gugusan pulau yang perlu diperiksa satu per satu. Karena itu, pencarian tidak hanya terpusat pada jalur laut yang diduga dilintasi speed boat Arupadatu.
Selain Sertung, tim gabungan juga telah menjalankan penyisiran di Pulau Rakata dan Pulau Panjang. Personel turun ke daratan pada kedua pulau tersebut, namun pemeriksaan belum menghasilkan tanda keberadaan delapan orang yang dicari.
“Kemudian untuk Pulau Rakata juga sudah kita lakukan penyisiran darat, Pulau Panjang kita sudah lakukan penyisiran darat,” tuturnya.
Operasi Dilanjutkan hingga 17 September
Pencarian memasuki masa perpanjangan hingga Kamis, 17 September 2026. Perpanjangan operasi menunjukkan bahwa tim gabungan masih mengupayakan pemeriksaan di titik-titik yang dianggap relevan, termasuk kawasan pesisir dan pulau-pulau di sekitar jalur pelayaran rombongan.
Delapan orang yang belum ditemukan terdiri atas Warta (55), kapten speed boat Arupadatu; Surakman (60), anak buah kapal; serta Heriyanto (49), pemandu rombongan. Lima penumpang lainnya bekerja sebagai jurnalis.
Mereka adalah M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Arie Basuki dari Merdeka, Yudistiro Pranoto dari iNews, Anadolu Firdaus Wajidi dari Anadolu, serta Donal Husni yang berstatus jurnalis freelance. Rombongan tersebut dilaporkan hilang kontak setelah melakukan perjalanan untuk peliputan Anak Krakatau.
Identitas para penumpang menjadi bagian penting dalam operasi karena tim harus mencocokkan setiap informasi yang diterima dengan data rombongan yang berangkat. Dalam pencarian di laut, petunjuk yang dicari dapat mencakup keberadaan kapal, jejak perjalanan, maupun tanda lain di pantai dan sekitar pulau.
Pulau Sebesi Juga Telah Diperiksa
Sebelum penyisiran diperluas ke Pulau Sertung, Rakata, dan Panjang, pencarian juga dilakukan di Pulau Sebesi, Lampung Selatan. Operasi di kawasan ini berlangsung pada Jumat, 13 September 2026, dengan melibatkan Satpolairud Polres Lampung Selatan, Ditpolairud Polda Lampung, KSOP Kelas IV Bakauheni Pos Pulau Sebesi, serta warga setempat.
Tim gabungan menyusuri garis pesisir dari Dermaga Dusun Tejang di Pulau Sebesi sampai Pulau Umang. Pemeriksaan sepanjang pantai dilakukan untuk menemukan kemungkinan petunjuk yang dapat membantu menentukan arah pencarian berikutnya.
Keterlibatan unsur kepolisian perairan, otoritas pelabuhan, personel SAR, dan masyarakat lokal memperluas cakupan operasi di area yang saling terhubung oleh laut dan pulau-pulau kecil. Setiap lokasi yang telah diperiksa menjadi bagian dari pemetaan pencarian lanjutan, terutama saat belum ditemukan informasi yang dapat memastikan posisi rombongan.
Hingga kini, hasil penyisiran di Pulau Sebesi, Pulau Sertung, Pulau Rakata, dan Pulau Panjang masih belum memberikan petunjuk keberadaan speed boat Arupadatu maupun delapan orang di dalamnya. Tim SAR gabungan melanjutkan operasi selama masa perpanjangan pencarian yang telah ditetapkan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Tim SAR Sisir Pulau Sertung Rakata?Tim SAR Sisir Pulau Sertung Rakata is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Tim SAR Sisir Pulau Sertung Rakata matter?Tim SAR Sisir Pulau Sertung Rakata matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.