Sebanyak 23 Armada dan 1.000 Personel Diterjunkan Basarnas dalam Pencarian Korban KM Virgo
Basarnas Perkuat Pencarian Korban KM Virgo di Laut Jawa
Beritanara.com – Operasi pencarian korban kapal Virgo Transport 8 yang terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa, terus diperluas dengan pengerahan armada udara dan laut. Hingga Selasa, 15 September 2026 malam, Basarnas mengerahkan total 23 armada serta lebih dari 1.000 personel gabungan untuk menjangkau wilayah pencarian yang luas dan dinamis.
Penguatan operasi tersebut disampaikan Kepala Basarnas Mohammad Syafii di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa malam. Fokus pencarian diarahkan pada penyisiran dari udara serta pemantauan di permukaan laut, dengan mempertimbangkan perubahan cuaca dan kondisi wilayah operasi.
Pengerahan sumber daya dalam jumlah besar menjadi bagian dari upaya mempercepat penemuan penumpang yang masih belum terdata. Dari total 243 orang yang terkait dalam peristiwa tersebut, sebanyak 114 korban telah ditemukan hingga pukul 22.00 Wita.
108 Orang Selamat, Enam Korban Meninggal Dunia
Seluruh korban yang telah ditemukan telah tiba di Banjarmasin. Rinciannya, 108 orang berhasil diselamatkan, sedangkan enam orang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Dengan perkembangan itu, masih ada 129 orang yang belum ditemukan dan menjadi sasaran utama operasi SAR lanjutan.
Basarnas melibatkan unsur dari berbagai instansi untuk mendukung pencarian. Sinergi tersebut mencakup personel serta armada dari Basarnas, TNI Angkatan Udara, TNI Angkatan Laut, Polri, BNPB, dan unsur pendukung lainnya yang berada di area operasi.
Mohammad Syafii menegaskan bahwa pencarian tidak hanya dilakukan melalui satu jalur. Armada udara digunakan untuk memperluas pandangan ke wilayah perairan, sementara kapal-kapal di laut melakukan penyisiran langsung pada sektor yang telah ditetapkan.
“Kami tetap melibatkan unsur udara, unsur laut, dan seluruh personel yang bergabung. Kita akan memperkuat SAR udara dengan memaksimalkan SAR di atas permukaan laut,” kata Syafii.
Penambahan pesawat Boeing milik TNI Angkatan Udara membuat jumlah unsur udara bertambah dibandingkan operasi sehari sebelumnya. Jika sebelumnya terdapat lima armada udara, kini enam armada dikerahkan untuk membantu memperlebar cakupan pencarian korban KM Virgo.
Enam Armada Udara Menyisir Area Operasi
Enam unsur udara yang terlibat terdiri atas helikopter Basarnas HR 36012, helikopter AS-365 Mabes Polri, pesawat CN-235 TNI Angkatan Laut, helikopter Panther HS 1310 TNI Angkatan Laut, pesawat Cessna 208 Caravan BNPB, dan pesawat Boeing TNI Angkatan Udara.
Kehadiran pesawat dan helikopter memungkinkan tim SAR memantau kondisi di permukaan laut dari cakupan yang lebih luas. Dari udara, petugas dapat mengidentifikasi titik-titik yang perlu diperiksa lebih lanjut oleh kapal pencari, terutama di wilayah perairan yang sulit dijangkau dalam waktu singkat.
Pencarian di laut didukung 17 armada. Kapal-kapal tersebut bergerak untuk menyisir sektor operasi, melakukan pemantauan, serta memberikan dukungan bagi personel yang bertugas di lapangan. Setiap unsur memiliki peran berbeda, mulai dari kapal SAR hingga kapal militer, kepolisian, dan kapal pendukung lainnya.
17 Kapal Laut Dilibatkan dalam Operasi
Armada laut yang dikerahkan meliputi KN SAR Laksmana 241 Banjarmasin, KN SAR Wisanggeni 236 Balikpapan, KN SAR Kamajaya 104 Makassar, dan KN SAR Permadi 249 Surabaya. Selain itu, operasi juga didukung Rigid Buoyancy Boat atau RBB, KRI Nala, serta KRI Pulau Fani.
Unsur laut lainnya terdiri atas KRI Canopus, KRI I Gusti Ngurah Rai, KP Laksmana 7012, KP Orca 06, KN Kunyit, KAL Kumai II, MV Haida, KM Cahaya Bahari Jaya, MT Mauhauw IX, dan TB Transcoal Pacific.
Jumlah armada yang dikerahkan menunjukkan skala operasi yang dilakukan untuk menemukan para korban. Kapal-kapal tersebut bekerja dalam koordinasi operasi SAR, dengan penyesuaian rute dan sektor pencarian sesuai kondisi aktual di laut.
Strategi pencarian dapat berubah sewaktu-waktu. Faktor cuaca, arus, gelombang, jarak pandang, serta dinamika pergerakan armada di wilayah operasi menjadi pertimbangan penting bagi tim di lapangan. Karena itu, rencana awal dapat disesuaikan agar pencarian tetap efektif dan keselamatan personel tetap terjaga.
Masalembo berada di kawasan Laut Jawa yang memerlukan koordinasi kuat dalam operasi pencarian berskala besar. Kombinasi pengawasan udara dan penyisiran laut diharapkan dapat membantu mempercepat penemuan 129 orang yang masih belum ditemukan.
Basarnas bersama seluruh unsur gabungan masih melanjutkan operasi pencarian terhadap korban Virgo Transport 8. Perkembangan jumlah korban yang ditemukan akan menjadi bagian penting dalam penentuan langkah pencarian berikutnya di wilayah perairan Masalembo.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Sebanyak 23 Armada dan 1 000 Personel?Sebanyak 23 Armada dan 1 000 Personel is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Sebanyak 23 Armada dan 1 000 Personel matter?Sebanyak 23 Armada dan 1 000 Personel matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.