Reshuffle Kabinet Prabowo Disebut Harus dari Profesional, Ini Respons Golkar
Reshuffle Kabinet Prabowo: Golkar Tunggu Keputusan Presiden
Beritanara.com – Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Disebut Harus dari kalangan profesional kembali menghangat di tengah spekulasi publik. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi secara resmi menepis kabar bahwa kabinet akan mengalami perubahan susunan setelah peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 2026. Penolakan ini datang di tengah munculnya berbagai spekulasi mengenai kemungkinan reorganisasi posisi-posisi penting dalam pemerintahan.
Dukungan dari Anggota Komisi II DPR
Sebelumnya, Mardani Ali Sera yang merupakan anggota Komisi II DPR menyatakan dukungannya apabila Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk melakukan perubahan. Politikus tersebut menekankan bahwa penunjukan pejabat hendaknya mengutamakan individu yang memiliki kompetensi dan integritas tinggi. Menurutnya, profesionalisme menjadi kunci utama dalam menjalankan tugas pemerintahan yang kompleks.
"Bagus kalau mau rekrut orang, yang dikenal publik orang yang punya kapasitas dan integritas. Kalau perlu profesional, tidak harus orang partai. Ada banyak anak bangsa yang berkualitas," kata Mardani kepada wartawan, Senin (10/8/2026).
Respons Sekretaris Jenderal Golkar
Muhammad Sarmuji, Sekretaris Jenderal Partai Golkar, memberikan tanggapan terkait usulan bahwa posisi dalam kabinet seharusnya diisi oleh para profesional. Ia menegaskan bahwa keputusan akhir mengenai pemilihan menteri dan kepala lembaga merupakan hak prerogatif yang sepenuhnya berada di tangan presiden. Golkar sendiri siap mendukung setiap langkah yang diambil oleh pemerintah.
"Gini ya, kalau urusan kabinet, sumbernya, proses rekrutmennya, distribusi ke kementeriannya seperti apa, itu kita serahkan saja kepada presiden, kita percayakan pada presiden, karena presiden adalah usernya," kata Sarmuji di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Rabu (12/8/2026).
Terkait pembahasan mengenai latar belakang profesional, Sarmuji menjelaskan bahwa asal-usul seorang pejabat tidak menjadi penentu utama tingkat profesionalisme. Ia menambahkan bahwa kader-kader partai politik juga banyak yang memiliki pengalaman dan keahlian di bidangnya masing-masing. Hal ini menunjukkan bahwa partai politik tidak hanya memiliki kekuatan politik, tetapi juga sumber daya manusia yang mumpuni.
"Urusan latar belakangnya itu sama saja. Latar belakang dia di politik atau di tempat lain itu sebenarnya sama saja. Di partai politik juga tidak kurang orang yang memiliki profesionalisme," katanya.
Meskipun demikian, Sekretaris Jenderal Golkar tersebut meyakini bahwa Presiden Prabowo akan melakukan seleksi dengan cermat. Baik calon yang berasal dari partai politik maupun dari luar partai, semuanya akan dipertimbangkan berdasarkan kemampuannya. Proses seleksi yang transparan dan objektif diharapkan dapat menghasilkan kabinet yang solid dan efektif.
"Di tempat yang lain, kalau pilih memilihnya juga salah, itu juga bisa terjebak pada ketidakprofesionalan juga. Karena itu kami meyakini presiden akan memilih orang yang profesional," jelasnya.
Sarmuji kembali menambahkan bahwa apabila presiden memilih figur dari kalangan politik, ia yakin akan tetap mengutamakan individu yang memiliki profesionalisme tinggi. Hal ini sejalan dengan harapan masyarakat yang menginginkan pemerintahan yang bersih dan berkinerja baik.
"Kalau memilih orang yang berlatar belakang politik sekalipun, kami meyakini Pak Presiden akan memilih juga kalangan profesional yang ada di partai politik," tambah Sarmuji.
Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Disebut Harus
Isu reshuffle kabinet memang mulai ramai dibicarakan sejak beberapa waktu terakhir. Banyak pihak yang memperkirakan perubahan akan terjadi setelah tanggal 17 Agustus 2026, namun hingga saat ini belum ada kepastian resmi dari pemerintah. Berita terbaru dari tvonenews.com akan terus mengupdate perkembangan terkait hal ini.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Reshuffle Kabinet
Kapan reshuffle kabinet kemungkinan besar akan dilakukan? Berdasarkan informasi yang beredar, reshuffle kabinet kemungkinan besar akan dilakukan setelah peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 2026.
Apakah Golkar mendukung reshuffle dari kalangan profesional? Ya, Golkar melalui Sekretaris Jenderal Muhammad Sarmuji menyatakan dukungannya terhadap kemungkinan reshuffle yang melibatkan para profesional, baik dari dalam maupun luar partai.
Siapa saja yang memberikan respons terhadap isu reshuffle? Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan anggota Komisi II DPR Mardani Ali Sera merupakan beberapa tokoh yang memberikan respons terhadap isu reshuffle kabinet.
Apakah kader partai politik tetap memiliki peluang dalam reshuffle? Tentu saja. Sarmuji menjelaskan bahwa kader partai politik juga memiliki profesionalisme yang tidak kalah dengan figur dari luar partai.
Bagaimana proses rekrutmen kabinet menurut pandangan Golkar? Golkar menyerahkan sepenuhnya proses rekrutmen kepada presiden, karena presiden adalah pengguna atau user dari para menteri dan pejabat tersebut.