BeritaNara
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Prabowo Tak Akan Impor Solar per 1 Juli, Klaim Kebijakan B50 Sukses Bikin Hemat Devisa Rp170 T

Published Agustus 14, 2026 · Updated Agustus 14, 2026 · By Elizabeth Jones - beritanara.com

Prabowo Tak Akan Impor Solar Mulai 1 Juli 2026

Beritanara.com – Presiden Prabowo Subianto resmi mengumumkan bahwa Indonesia Prabowo Tak Akan Impor Solar mulai 1 Juli 2026. Pengumuman ini disampaikan dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI. Kebijakan ini merupakan hasil dari implementasi program B50 yang telah menunjukkan hasil luar biasa dalam efisiensi energi nasional.

Menurut data resmi pemerintah, kebijakan B50 berhasil menghemat devisa negara hingga Rp170 triliun atau setara dengan 9,5 miliar dolar AS. Angka ini mencerminkan keberhasilan strategis Indonesia dalam mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil dari luar negeri.

Swasembada Pangan Lebih Cepat dari Target

Selain pencapaian di sektor energi, pemerintah juga mencatat kemajuan signifikan dalam bidang pangan. Prabowo menjelaskan bahwa target swasembada pangan yang semula diproyeksikan membutuhkan waktu empat hingga lima tahun, kini berhasil diwujudkan hanya dalam satu tahun. Pencapaian ini didorong oleh berbagai kebijakan reformasi di sektor pertanian.

Karena kebijakan-kebijakan dan kerja keras kita, swasembada pangan yang dahulu kita targetkan akan kita capai dalam 4 sampai 5 tahun, ternyata berhasil capai dalam waktu 1 tahun, kata Prabowo, Jumat, 14 Agustus 2026.

Reformasi tata kelola pupuk menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan ini. Pemerintah telah menghapus 145 aturan yang menghambat penyaluran pupuk ke petani. Selain itu, harga pupuk berhasil diturunkan sebesar 20 persen, sehingga lebih terjangkau bagi masyarakat tani. Keuntungan PT Pupuk Indonesia (Persero) juga mengalami lonjakan hingga 252,8 persen.

Indonesia saat ini telah mencapai swasembada untuk delapan komoditas pangan strategis. Kedelapan komoditas tersebut meliputi beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit. Pencapaian ini memperkuat ketahanan pangan nasional secara menyeluruh.

Transformasi Energi Melalui B50

Program B50 menjadi tulang punggung keberhasilan energi nasional. Kebijakan ini mencampurkan biodiesel berbasis minyak sawit dengan solar dalam proporsi 50 persen. Sejak 1 Juli 2026, Indonesia telah menghentikan impor solar dan beralih sepenuhnya pada produksi domestik.

Mulai tahun ini, mulai 1 Juli 2026, kita tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri, dan kita berhasil menghemat devisa Rp 170 triliun, ujar Prabowo.

Pres Prabowo menegaskan bahwa berbagai capaian ini bukan alasan untuk berpuas diri. Program makanan bergizi, bantuan sosial, hingga hilirisasi industri juga sudah mulai berjalan dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Ini adalah rangsangan untuk bekerja lebih keras lagi menuju Indonesia yang lebih mandiri.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kebijakan B50

Berapa lama program B50 telah berjalan? Program B50 telah dimulai sejak awal 2026 dan mencapai titik nol impor solar pada 1 Juli 2026.

Berapa total penghematan devisa dari kebijakan B50? Kebijakan B50 berhasil menghemat devisa hingga Rp170 triliun atau sekitar 9,5 miliar dolar AS.

Apakah Indonesia masih mengimpor solar setelah 1 Juli 2026? Tidak, Indonesia Prabowo Tak Akan Impor Solar mulai 1 Juli 2026 dan sepenuhnya mengandalkan produksi domestik.

Bagaimana dampak B50 terhadap industri sawit? Kebijakan B50 meningkatkan permintaan minyak sawit untuk biodiesel, sehingga mendukung pertumbuhan industri sawit nasional.

Apakah ada rencana pengembangan lebih lanjut? Pemerintah berencana melanjutkan program B50 dan mengembangkan hilirisasi industri energi terbarukan untuk jangka panjang.

Untuk informasi lebih lanjut tentang kebijakan energi nasional, kunjungi [berita energi terbaru di tvonenews.com](https://www.tvonenews.com/berita/nasional).

Related Reading