Prabowo Pimpin Rapat Karhutla di Palangkaraya, Kerahkan 1.500 Personel TNI dan 6 Helikopter
Prabowo Pimpin Rapat Karhutla di Palangkaraya
Beritanara.com – Presiden Prabowo Subianto tiba di Kalimantan Tengah pada Sabtu, 22 Agustus 2026, untuk memimpin rapat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. Kedatangannya ke Palangkaraya menandai eskalasi respons pemerintah pusat terhadap titik panas yang terus meluas di sejumlah provinsi Kalimantan. Dalam forum tersebut, kepala negara menetapkan lima instruksi operasional yang harus dijalankan dalam hitungan jam, mulai dari pengerahan pasukan hingga penambahan armada udara.
Lima Instruksi Operasional yang Ditetapkan
Langkah pertama memerintahkan penerjunan tiga batalyon—sekitar 1.500 personel TNI—dari luar Pulau Kalimantan, dengan jadwal kedatangan bertahap mulai hari itu hingga Minggu pagi. Langkah kedua mengaktifkan seluruh aparat di darat untuk memadamkan titik api secara langsung di lapangan. Langkah ketiga menambah enam helikopter besar berkapasitas water bombing yang dijadwalkan mendarat pada sore hari di basis udara setempat.
Langkah keempat memperluas jangkauan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan mempertimbangkan potensi hujan yang diperkirakan turun di Kalimantan Barat. Langkah kelima menambah serta memperbanyak alat pompa pinasi dan bor air, terutama di kawasan lahan gambut, guna meredam titik panas yang berada di bawah permukaan tanah dan sulit dijangkau oleh metode konvensional.
Kronologi Kedatangan dan Forum di Posko Aju
Presiden mendarat di Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangkaraya, sekitar pukul 15.24 WIB. Begitu meninggalkan pesawat, ia langsung memasuki salah satu ruangan di bandara untuk memimpin rapat penanganan karhutla di Posko Aju. Beberapa pejabat tinggi mendampingi dalam forum itu, antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Kapolri Komjen Dedi Prasetyo, Kepala Badan Intelijen Negara Herindra, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, serta Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak.
"Hari ini Sabtu 22 Agustus 2026, setelah tadi dari posko di Kalimantan Barat, di sini di Posko Aju Kalimantan Tengah Palangkaraya telah hadir beberapa menteri, Kepala Staf Angkatan Darat, Wakapolri, Gubernur, Pangdam, dan Kapolda Kalteng," ucap Teddy dalam pembukaan rapat.
Presiden juga menekankan agar pemerintah daerah bersikap tegas dalam menerapkan aturan di wilayahnya, sekaligus memperkuat langkah-langkah pencegahan agar kebakaran tidak terus berulang setiap musim kemarau.
Rapat Sebelumnya di Lanud Supadio
Sebelum tiba di Palangkaraya, Prabowo telah memimpin forum serupa di Pangkalan Udara Supadio, Kalimantan Barat, pada hari yang sama. Rapat itu digelar segera setelah ia terbang dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, kepala negara menerima laporan terkini mengenai sebaran titik panas dan menginstruksikan agar penanganan dilakukan secara cepat, terkoordinasi, serta langsung menyentuh lapangan tanpa birokrasi berlapis.
FAQ: Hal yang Perlu Diketahui
Berapa jumlah personel yang dikerahkan? Pemerintah menerjunkan sekitar 1.500 personel TNI dalam bentuk tiga batalyon, ditambah enam helikopter water bombing untuk dukungan udara.
Kapan instruksi ini mulai berlaku? Penerjunan pasukan dijadwalkan bertahap mulai 22 Agustus hingga pagi 24 Agustus 2026, sementara armada helikopter tiba pada sore hari di hari yang sama.
Di mana rapat koordinasi digelar? Forum utama berlangsung di Posko Aju, Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, dengan pendampingan sejumlah menteri dan pimpinan lembaga negara.
Apa peran Operasi Modifikasi Cuaca dalam skema ini? OMC diperluas jangkauannya dengan mempertimbangkan potensi hujan di Kalimantan Barat sebagai pelengkap upaya pemadaman darat dan udara.