BeritaNara
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Prabowo Mau Siswa SD Mulai Pelajari 8 Bahasa Asing, Mendikdasmen Angkat Bicara

Published Agustus 15, 2026 · Updated Agustus 15, 2026 · By Michael Johnson - beritanara.com

Prabowo Ingin Siswa SD Pelajari 8 Bahasa Asing, Mendikdasmen Jelaskan

Beritanara.com – Usulan Presiden Prabowo Subianto agar siswa sekolah dasar mulai mempelajari delapan bahasa asing mendapat perhatian serius dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Menteri Abdul Mu'ti hadir memberikan klarifikasi resmi mengenai rencana tersebut pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan bahasa di Indonesia sejak dini.

Klarifikasi yang disampaikan Mendikdasmen bertujuan untuk meluruskan berbagai interpretasi publik terhadap pernyataan Presiden Prabowo. Menurut penjelasan resmi, konsep pengenalan bahasa asing ini tidak berarti mengubah struktur kurikulum secara drastis. Siswa SD akan mendapatkan pengalaman belajar bahasa yang lebih kaya tanpa membebani mereka dengan mata pelajaran tambahan yang berlebihan.

Implementasi Pembelajaran Bahasa Asing di SD

Mendikdasmen Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa pendekatan yang diusulkan merupakan bentuk pengenalan awal bagi anak-anak. Bukan berarti bahasa-bahasa tersebut menjadi mata pelajaran wajib dengan jam pelajaran tersendiri. Lebih tepatnya, ini adalah metode integrasi bahasa asing ke dalam kegiatan belajar mengajar yang sudah ada.

Jadi yang dimaksud itu bukan bahasa dalam pengertian sebagai mata pelajaran khusus ya, tapi lebih pada pengenalan bahasa asing gitu, khususnya untuk yang SD, kata Mu'ti.

Beberapa sekolah di Indonesia sebenarnya sudah mulai menerapkan konsep serupa. Pengalaman dari sekolah-sekolah yang telah mengajarkan bahasa Mandarin dan Korea memberikan gambaran positif tentang efektivitas pendekatan ini. Tenaga pengajar dari berbagai negara juga siap membantu proses pembelajaran di Indonesia.

Delapan Bahasa yang Akan Dipelajari

Daftar delapan bahasa asing yang diusulkan Presiden Prabowo mencakup bahasa Inggris, Mandarin, Arab, Jepang, Korea, Spanyol, Prancis, dan Rusia. Setiap bahasa dipilih berdasarkan pertimbangan strategis untuk masa depan generasi Indonesia. Bahasa Rusia misalnya, ditambahkan mengingat kontribusi signifikan Rusia dalam bidang sains dan teknologi global.

Prabowo menekankan pentingnya memulai pembelajaran bahasa asing sejak kelas 1 SD. Anak-anak di bawah usia 12 tahun memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik dalam menyerap bahasa baru. Pengalaman belajar bahasa sejak dini akan menjadi modal berharga ketika mereka memasuki dunia kerja atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Bahasa asing mutlak harus kita kuasai, kita akan mulai bahasa asing untuk anak-anak kita mulai dari SD. SD kelas 1 mereka harus mulai bahasa asing, ujar Prabowo dalam pidatonya di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat.

Manfaat Jangka Panjang untuk Generasi Muda

Pembelajaran bahasa asing sejak usia dini memberikan berbagai manfaat jangka panjang. Anak-anak yang terbiasa dengan bahasa asing akan memiliki akses lebih luas terhadap informasi global. Kemampuan berbahasa juga meningkatkan daya saing di pasar kerja domestik maupun internasional.

Menurut analisis para ahli pendidikan, investasi dalam pembelajaran bahasa sejak dini menghasilkan return yang signifikan. Generasi yang multilingual cenderung lebih adaptif terhadap perubahan dan lebih terbuka terhadap peluang baru. Hal ini sejalan dengan visi Indonesia untuk menjadi negara yang kompetitif di tingkat global.

Frequently Asked Questions

Kapan program pembelajaran 8 bahasa asing untuk siswa SD akan dimulai? Program ini direncanakan akan diimplementasikan secara bertahap mulai tahun ajaran 2026-2027. Tahap awal akan dilakukan di sekolah-sekolah percontohan sebelum diperluas ke seluruh Indonesia.

Apakah semua siswa SD wajib mempelajari 8 bahasa asing? Tidak. Program ini bersifat pengenalan dan tidak membebani siswa dengan pembelajaran semua bahasa secara bersamaan. Fokus utama adalah pada bahasa Inggris dan Mandarin sebagai bahasa utama.

Bagaimana metode pembelajaran yang akan digunakan? Pembelajaran akan menggunakan pendekatan integratif yang menggabungkan bahasa asing ke dalam kegiatan belajar mengajar yang sudah ada. Metode ini dirancang agar tidak membebani siswa.

Apakah ada biaya tambahan untuk program ini? Pemerintah akan menyediakan dukungan anggaran untuk pelatihan guru dan penyediaan materi pembelajaran. Sekolah yang berpartisipasi akan mendapatkan bantuan teknis dari kementerian.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program pendidikan bahasa asing, pembaca dapat mengunjungi halaman berita nasional TVOne untuk update terbaru.

Related Reading