BeritaNara
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pigai: Masyarakat Papua Boleh Tuntut Kesejahteraan Asal Bukan Merdeka

Published Agustus 18, 2026 · Updated Agustus 18, 2026 · By Elizabeth Jones - beritanara.com

Pigai: Tuntutan Kesejahteraan Papua Sah, Merdeka dari NKRI Tidak

Beritanara.com – Pigai - Menjelang akhir pekan, Menteri HAM Natalius Pigai menyampaikan pesan tegas kepada warga Papua: memperjuangkan hak atas keadilan, kesejahteraan, dan perlindungan hukum sepenuhnya diizinkan. Yang tidak dapat diterima, menurutnya, adalah klaim pemisahan Papua dari keutuhan NKRI.

Batasan Konstitusional dalam Menyampaikan Aspirasi

Pigai menjelaskan bahwa setiap bentuk perjuangan dan penyampaian aspirasi tetap sah selama dijalankan dalam koridor hukum dan konstitusi. Ia menekankan bahwa mekanisme yang benar menjadi pembeda antara pembelaan yang dilindungi undang-undang dan pernyataan yang melampaui batas.

"Yang tidak boleh adalah menyatakan 'Kami mau merdeka, lepaskan dari Indonesia.' Tidak boleh. Hal yang lain itu boleh, tidak masalah. Asal dengan cara yang benar namanya membela orang, Undang-Undang melindungi, dan dasar hukumnya jelas."

Pernyataan tersebut diucapkan Pigai saat melakukan kunjungan kerja ke DPRD Papua Tengah di Nabire, sebagaimana dikutip Antara pada Selasa.

Amanat UUD 1945 sebagai Dasar Tuntutan

Ia menegaskan bahwa aspirasi masyarakat Papua untuk hidup sejahtera, adil, makmur, dan sehat bukanlah tuntutan tambahan, melainkan pelaksanaan langsung dari amanat konstitusi. Oleh sebab itu, warga tidak perlu gentar mengungkapkan ketidakadilan selama langkahnya berpijak pada dasar hukum dan mekanisme yang sah.

"Tetapi kalau meminta rakyat Papua sejahtera, adil, makmur, sehat sentosa, itu justru anda sedang menjalankan amanat Undang-Undang Dasar 1945. Itu wajib diperjuangkan dengan tutur kata dan perbuatan. Jangan pernah takut menyatakan ketidakadilan."

Advokasi Berbasis Bukti di Wilayah Konflik

Dalam konteks Papua Tengah, Pigai mendorong masyarakat maupun anggota legislatif untuk mengedepankan pendekatan advokasi yang ditopang fakta, data, informasi, dan dokumentasi. Pengaduan yang dilengkapi bukti, lanjutnya, dapat diproses melalui jalur hukum hingga menghasilkan putusan pengadilan yang bersifat mengikat.

"Ini saya bicara karena saya ada di wilayah konflik. Kalau saya di (ibu kota) provinsi kan tidak mungkin saya tahu detailnya. Ini tujuannya membantu untuk menjaga masyarakat, memberi keadilan kepada masyarakat."

Penguatan Akses keadilan dan Institusi Hukum

Pigai menilai bahwa kehadiran institusi penegak hukum perlu didekatkan ke masyarakat di kawasan konflik agar akses keadilan tidak terhambat jarak. Ia mengungkapkan telah menerima usulan pendirian kejaksaan yang akan melayani wilayah Paniai dan sekitarnya, serta Puncak Jaya, Mulia, dan daerah di sekitarnya.

Sebagaimana diungkapkannya, keberadaan kejaksaan, kepolisian, dan pengadilan harus berjalan beriringan dengan penguatan kapasitas masyarakat sipil dan advokat yang mampu mendampingi warga dalam memperjuangkan hak-haknya.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Pigai?

Pigai is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pigai matter?

Pigai matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.